Benih Cinta Yang Tak Dianggap

Benih Cinta Yang Tak Dianggap
Acara pertunangan 2


__ADS_3

Terdengar suara hiruk puruk dari para tamu yang mulai hadir dipesta pertunangan mewah tersebut,


Sungguh malam ini adalah malam yang paling istimewa untuk kedua keluarga terpandang seperti keluarga Justin dan juga keluarga Sanjaya,


Karena malam ini akan menjadi saksi bisu dimana kedua keluarga mereka akan menjalin tali persaudaraan dan juga bisnis yang sangat erat,


Para wartawan mulai meliput acara mewah tersebut, mereka tidak melakukan berita secara live karena ada sebuah larangan dari pihak keluarga Justin,


Dan tidak sembarang momen bisa di ambil secara bebas oleh para wartawan tersebut, karena Albert melarang keras jika dirinya terlalu dipublikasikan didepan publik..


Dari sebuah aula mewah itu, terlihat seorang pria tampan yang di dampingi oleh sang mama mulai masuk kedalam ruangan tersebut,


Albert mencoba berbisik ditelinga sang mama untuk menanyakan keberadaan Dewa


"Ma, dimana Dewa? kenapa dia belum muncul juga? aku tidak mau jika harus di jadikan bahan publikasi oleh publik" ujar Albert berbisik ditelinga mama Ana..


"Memang nya kenapa Al, bukan kah kau adalah pangeran nya malam ini, tentu saja kau akan menjadi bahan publikasi oleh publik, karena ini adalah acara pertunangan mu sayang" jawab mama Ana membuat Albert langsung merasa sangat kesal


"Tapi aku tidak suka mama, seharusnya saat ini Dewa sudah berada disini, agar dia dapat menghalau seluruh wartawan yang ingin meliput ku, lagian kemana pergi nya anak itu, apakah dia sengaja tidak ingin menghadiri acara pertunangan ku ini"


"Sayang, jangan sok uzon dengan adik mu sendiri, tadi Sore Dewa sudah pamit kepada mama, jika dia akan pergi menjemput teman wanita nya untuk membawa nya hadir keacara pesta pertunangan mu ini, katanya dia malu jika harus berada disini tanpa teman disamping nya" jelas mama Ana yang berhasil membuat Albert sedikit merasa terkejut


Apakah benar jika Dewa Sudah memiliki seorang teman dekat, lalu siapa wanita itu? kenapa juga dia tidak bisa mengetahui nya? apakah jangan jangan Dewa sengaja main rahasia dan malam ini dia ingin memamerkan nya kepada semua orang,


Cih.... Albert benar benar merasa jengkel, bukan kah malam ini Dewa akan mengumumkan kepada keluarga nya jika dia ingin pergi dari rumah mewah milik keluarga Justin, tapi kenapa juga pria itu malah memamerkan seorang wanita kepada keluarga besar nya


"Dasar penipu, kau benar-benar licik Dewa, dan kau berniat ingin menipu ku, lihat saja akan aku permalukan kau didepan seluruh keluarga kita Dewa" gumam Albert memaki didalam hatinya


Hingga detik kemudian, terdengar suara riuh dari para Undangan yang hadir setelah melihat calon wanita yang sudah tiba di ruangan tersebut.


Mama Ana langsung menyadarkan Albert untuk menatap kearah wanita yang akan menjadi tunangan nya

__ADS_1


"Al, lihat lah, itu dia calon tunangan mu sudah tiba bersama kedua orang tuanya dan juga kakak nya, kau benar-benar beruntung nak, karena bisa mendapatkan calon istri secantik Dina" puji mama Ana sambil melihat kedatangan para besan dan juga calon menantu nya..


Papa Jordan langsung menyambut calon besan nya tersebut dengan ramah, begitu juga dengan mama Ana dan mama Ambar, mereka saling mencium pipi antara satu sama lain...


"Akhirnya acara yang kita nantikan bisa terlaksana juga, jujur saya itu bahagia sekali lo jeng bisa menjadi besan kamu" ucap mama Ambar dengan sangat manis..


"Aku juga bahagia Jeng Ambar, karena akan mendapatkan menantu secantik dan sebaik putri kamu, oya kamu cantik sekali sayang" puji mama Ana sambil menyentuh dagu Dina,


Dina hanya diam membisu, tanpa menjawab perkataan mama Ana, bahkan wanita itu tidak menampilkan ekspresi apapun...


Membuat mama Anda dan juga Albert merasa heran dengan ekspresi Dina saat ini, sedangkan mama Ambar yang menyadari tatapan mereka berdua pun langsung mengalihkan pembicaraan,


Mama Ambar mengajak mama Ana untuk membahas tentang pernikahan yang akan di adakan 5 bulan setelah dilaksanakan nya pertunangan


Papa Jordan dan papa David. mereka juga saling berbicara dengan sangat seru, papa Jordan sudah berjanji jika setelah acara pertunangan, maka pria tua tersebut akan menyuntikkan dana yang banyak untuk perusahaan Sanjaya,


Dan tentu saja kabar tersebut membuat papa David Sanjaya bersama putra nya langsung tersenyum dengan senang..


Sedangkan Albert, dia mempunyai kesempatan untuk mendekati calon tunangan nya tersebut, Albert sangat penasaran dengan apa yang terjadi dengan Dina saat ini


"Dina.. kenapa kau terlihat diam saja? kau sangat mirip seperti patung, apakah kau tidak bahagia karena sebentar lagi akan menjadi calon istri ku? " tanya Albert dengan tidak tahu malu


Membuat Dina yang mendengar pertanyaan dari pria tersebut pun langsung mengarahkan pandangan nya dengan menatap sangat tajam


Dina masih terdiam membisu, tapi pancaran mata itu seakan menghunus seperti pisau yang menusuk kedalam jantung milik Albert


Albert dengan cepat membuang wajahnya ke arah samping, dan menelan ludah secara kasar


"Sial... kenapa wanita ini berubah menjadi sangat menyeramkan, dia persis seperti seseorang yang sudah tidak waras, apakah Dina mengalami gangguan kejiwaan karena telah dipaksa menikah dengan ku, tapi.... aku juga kan tidak mau menikah dengan nya, aku hanya ingin bertunangan saja sampai aku bisa menjadi pemilik resmi harta keluarga Justin, setelah itu, aku akan memutuskan pertunangan bodoh ini" gumam Albert didalam hati nya


Hingga tak lama kemudian, Albert dikejutkan dengan suara pembawa acara yang akan memulai acara pertunangan tersebut,

__ADS_1


Albert benar-benar merasa sangat kesal, karena harus melakukan pertunangan yang tidak dia inginkan..


"Sekarang waktu nya pertunangan di mulai, dan ini cincin untuk kalian berdua" ucap mama Ana menyerah kan kotak cincin di tangan Albert


Dan setelah memegang cincin masing masing, kini mereka harus menanti kan perintah sang MC yang akan menyuruh untuk menyematkan cincin tersebut ditangan masing masing pasangan


Sedangkan di luar aula, Dewa dan Carla baru saja tiba di dalam gedung hotel tersebut,


Mereka tertawa dengan lucu setelah mengalami sedikit insiden yang membuat mereka berdua menjadi geli,


Carla tidak henti henti nya tertawa, bahkan wanita itu sampai mengeluarkan air mata karena terlalu merasa lucu,


Hingga akhirnya Dewa membantu menghapus air mata wanita tersebut, dengan jarak yang sangat dekat,


Carla dibuat tercengang dengan apa yang di lakukan oleh pria tersebut, karena jarak mereka sudah hampir menyentuh antara satu sama lain,


"Dewa" Ucap Carla terkejut


"Jangan tertawa lagi Carla, nanti air mata mu tidak henti hentinya keluar, sekarang kau sudah terlihat cantik, apakah kau sudah siap untuk masuk kedalam aula itu? "


Tanya Dewa menatap dengan sangat dekat, mengikis jarak, hingga Carla bisa merasakan hembusan nafas dari pria tampan tersebut yang menerpa tepat di bagian hidung nya


Carla yang masih merasa syok pun langsung menganggukkan kepala nya dengan pelan, hingga tak lama kemudian,


Dewa sudah membuka pintu aula tersebut sambil melangkah masuk dengan menggandeng tangan Carla erat,


Carla tersenyum bahagia merasakan perlakuan istimewa dari pria tersebut, dan dengan perasaan penuh percaya diri, carla mulai ikut melangkah kan kaki nya untuk masuk kedalam ruangan tersebut,


Bersamaan dengan langkah kaki dewa,sambil menyunggingkan senyum bahagia..


Hingga beberapa menit kemudian

__ADS_1


Deggghhhhh.........


__ADS_2