Benih Cinta Yang Tak Dianggap

Benih Cinta Yang Tak Dianggap
Kemarahan yang meledak


__ADS_3

Carla dan Albert masih saling menatap dengan tatapan yang berbeda, jika Carla menatap pria itu dengan pandangan penuh kebencian, lain hal nya dengan Albert


Yang mengisyaratkan cinta didalam setiap sinar kedua matanya, Albert sungguh tidak pernah menyangka, jika mereka bisa bertemu di rumah milik Dewa,


Dan yang pastinya, pertemuan itu, terjadi disaat waktu yang sangat tepat..


"Carla.. kenapa kau bersikap kasar seperti ini kepada ku? apakah kau tidak mau mengenal kan aku kepada putra kita Carla? " tanya Albert berusaha berbicara lembut


Carla langsung terkejut mendengar perkataan dari pria yang ada di hadapan nya saat ini, apakah Albert sudah mengetahui jika anak kecil yang ada didalam pelukan nya adalah anak kandung Albert, Carla berusaha keras untuk menyangkal perkataan pria itu


"Apa maksud perkataan mu itu Albert, kau jangan pernah asal bicara, karena putra ku adalah milik ku seorang , bukan milik mu apalagi keturunan dari mu Albert" teriak Carla marah..


Albert tersenyum dengan tipis, seperti nya wanita yang ada didepan nya saat ini benar-benar telah membenci dirinya..


"Aku mohon, maafkan aku Carla, aku tahun jika aku telah bersalah kepada mu dan juga putra kita, tapi aku mohon berikan aku satu kesempatan untuk memperbaiki kesalahan ku dimasa lalu Carla.. aku sangat ingin kita bisa kembali seperti dulu" ujar Albert memasang waja memelas


Carla yang melihat ekspresi wajah menjijikkan itu pun langsung berdecih dengan kesal..


"Cih... mudah sekali kau mengatakan perkataan memohon kepada ku ya? apakah kau lupa jika aku juga pernah memohon seperti ini kepada mu dimasa lalu, dan saat itu apa yang kau lakukan Albert..? kau telah menghina dan memfitnah ku, bahkan kau tega menyuruh ku untuk membunuh seorang nyawa yang tidak bersalah, apakah kau lupa dengan semua itu Albert " teriak Carla dengan sangat geram


Yang berhasil membuat Albert terdiam membisu tidak dapat berkata kata..


Carla yang melihat hal tersebut pun langsung mengambil kesempatan untuk melarikan diri dari ruangan kerja milik Dewa, karena Carla sudah mengetahui jika Dewa sedang tidak berada didalam rumah mewah tersebut..


Carla tidak sudi jika sampai Albert menyentuh dirinya , apalagi sampai merebut Al dari tangan nya


"Kita mau kemana Bunda? " tanya Al yang masih terlihat ketakutan


Carla benar-benar sedih melihat keadaan putra nya itu, sungguh dia tidak rela jika Albert menyakiti putra kesayangan nya tersebut


"Sayang.. kita cari ayah Dewa di kantor saja ya, sepertinya ayah Dewa sedang berada di perusahaan nya saat ini"


"Iya bunda, Al juga sangat takut dengan paman kejam itu, paman itu peluk Al dan tidak mau melepaskan nya Bunda" jelas Al sambil menangis..


Carla juga ikut meneteskan air mata, dan semakin memeluk erat tubuh putra nya di dada bidang milik nya, Carla berusaha agar bisa secepatnya keluar dari rumah milik Dewa..

__ADS_1


Tapi tanpa Carla duga, Tiba-tiba saja kaki Carla langsung berhenti tidak bisa bergerak karena ada sebuah tangan yang sudah memeluk tubuh nya sangat erat dari arah belakang..


Carla tersentak kaget saat menyadari hal tersebut, dan dia berusaha memberontak sekuat tenaga agar dilepas kan oleh pria yang sudah lancang memeluk tubuh nya..


"Lepaskan.... apakah kau sudah gila Albert" teriak Carla histeris


Albert tetap tidak menghiraukan suara teriakan yang dilontarkan oleh Carla, sampai akhirnya Al ikut menangis karena merasa sangat ketakutan..


"Bunda... Al takut Bunda" teriak Al menjerit


"Albert, apakah kau tidak mempunyai hati sedikit pun,bahkan putra ku menjadi histeris karena ulah mu ini, aku mohon lepas kan aku Albert "


"Aku akan melepaskan mu asalkan kan kau mau kembali kepada ku lagi Carla, aku mohon... berikan aku kesempatan satu kali saja, aku berjanji akan membahagiakan kalian berdua" ujar Albert sambil memeluk tubuh Carla erat.


Hingga tak lama kemudian....


"Bajingan kau Albert,... kau benar-benar membuat aku menjadi sangat marah, aku akan membunuh mu Albert"


Bukk..... bukk..... bukk.....


"Pergi lah Carla, kembali pulang kerumah mu, aku mohon" ucap pria tersebut yang tak lain adalah Dewa


Carla mengangguk dengan cepat sambil berlari keluar, bersama Al yang masih berada didalam gendongan tangannya..


Sedangkan Dewa, kini mulai memberikan bogem mentah kearah tubuh dan wajah pria tersebut yang tak lain adalah kakaknya sendiri..


"Dasar bajingan kau Albert, kau sangat pantas untuk aku lenyapkan dari muka bumi ini" teriak Dewa mencengkram leher Albert


Albert yang sudah tertidur di atas lantai pun tidak mau menyerah begitu saja, dirinya juga gantian membalas Dewa dengan cara menyepak perut Dewa yang ada diatas tubuh nya..


Buukkkk......


Dewa langsung tersungkur ke arah belakang, membuat Albert mempunyai kesempatan untuk bangkit dari atas lantai..


"Cih.... kenapa kau kembali Dewa, seharusnya kau pergi saja selama nya dari muka bumi ini Dewa" teriak Albert dengan lantang

__ADS_1


"Itu tidak akan mungkin terjadi Albert, karena aku sudah ditakdirkan menjadi dewa penolong untuk Carla dan juga putra nya, aku yang berhak menjadi pendamping mereka berdua untuk selama lamanya"


"Tidak.... aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi Dewa, kau dengar baik baik, jika putra ku, tidak akan pernah mempunyai seorang ayah selain diriku, aku sudah tahu jika kau dan Carla tidak pernah menikah bukan? kau sudah ketahuan Dewa"


Deghhh....


Dewa benar-benar merasa sangat terkejut dengan perkataan yang Albert lontarkan, bagaimana mungkin pria itu bisa mengetahui jika dirinya dan Carla belum resmi menikah..


"Tutup mulut mu Albert, kau tidak berhak menghakimi status ku bersama Carla, sekarang kau pergi dari rumah ku Albert" teriak Dewa sangat geram..


Albert tersenyum menyeringai, dia tidak akan pernah pergi, sampai salah satu dari mereka menjadi pemenang nya..


"Aku tidak akan pergi sebelum menghabisi mu Dewa"


"Apakah kau sudah gila Albert, ! " teriak Dewa marah


"Tentu saja, kita buktikan siapa yang bisa bertahan Dewa" ucap Albert sambil mengusap darah disudut bibir nya,


Dewa langsung bangkit dari tersungkur nya dan bersiap siaga mengambil aba aba menyerang,


Dan tak lama kemudian, pertengkaran sengit kembali terjadi didalam ruang tamu tersebut.


Dewa dan Albert saling beradu kekuatan menyakiti diri satu sama lain, ...


Sedangkan di sebuah jalan komplek perumahan tersebut, tampak seorang wanita paruh baya yang terus mengomel dengan tak sabaran, wanita itu menyuruh Bagas untuk segera mengebut


"Tambah sedikit kecepatan mu Bagas, tante benar benar sangat ingin tiba dirumah Dewa"


"Baik tante, ini juga aku telah menambah kecepatan mobil nya" jawab Bagas langsung mengegas, hingga detik kemudian, Bagas menginjak rem mobil secara tiba-tiba, membuat mama Ana terkejut dan terantuk oleh bangku yang ada di depan dia duduk..


"Bagas... ada apa? kenapa kau berhenti secara mendadak seperti ini? " tanya mama Ana panik..


"Tante, itu bukan nya Carla, aku yakin itu adalah Carla tante, "


"Benarkah... ayo kejar dia Bagas... " perintah mama Ana kepada Bagas...

__ADS_1


__ADS_2