Berbagi Cinta - Hati Perempuan

Berbagi Cinta - Hati Perempuan
Episode 10


__ADS_3

Alesha menunggu kepulangan Bima dengan sangat tak sabar, meskipun ia tidak berencana akan memberi tahu kabar kehamilan nya hari ini, namun entah mengapa Alesha sangat ingin memeluk Bima. Mungkin karena kebahagiaan menggebu yg ia rasakan atas kehamilan nya, membuat nya tak sabar ingin membagi kebahagiaan itu dengan suami nya meskipun lewat pelukan dan ciuman.


"Kamu sedang apa, Al?" tanya ibu mertua nya karena Alesha mondar mandir di depan rumah, hari sudah sore dan sebentar lagi adzan maghrib akan berkumandang "Tidak baik berada di luar rumah saat senja begini, masuk gih" pintu ibu mertua nya lagi.


"Lagi menunggu Mas Bima, Bu. Tumben dia tidak pulang jam segini..." ujar Alesha cemas.


"Mungkin dia masih ada urusan, jangan cemas begitu" pintu ibu mertua nya lagi. Alesha diam sejenak memikirkan apa yg di katakan ibu mertua nya itu, sebelum akhir nya ia mengangguk dan masuk ke dalam rumah.


..........


Hari sudah mulai gelap, Alesha sholat sendirian karena Bima belum juga pulang. Di telpon juga tidak aktif, beberapa pesan yg Alesha kirim juga belum mendapatkan balasan.


"Ya Allah, Mas. Kamu dimana sih? Bikin cemas saja..." gumam Alesha masih mencoba menghubungi suami nya.


Namun pada akhirnya Alesha menyerah, setelah sholat isya, ia memutuskan turun dan menyiapkan makan malam untuk mengalihkan fikiran nya yg berkecamuk tidak jelas memikirkan suami nya.


"Suami mu belum pulang juga, Al?" tanya ayah mertua nya dan Alesha menggeleng lemah.


"Kok tumben ya, padahal sebelum nya Bima tidak pernah pulang sampai selarut ini, apa lagi Bima tidak mengabari kita sama sekali" tukas nya yg juga cemas.


"Apa sebaik nya kita..." ucapan ibu nya terpotong saat mendengar suara ketukan pintu di luar.

__ADS_1


Alesha secara otomatis langsung berlari keluar berharap itu suami nya. Dan saat membuka pintu, Alesha tercengang karena ada Vera yg saat ini sedang menggandeng tangan Bima.


"Mas...." lirih Alesha dengan suara bergetar, hati nya sakit melihat Vera masih tetep menggandeng tangan Bima di depan mata Alesha. Vera mengenakan jeans, kemeja putih dan pashmina yg menutupi setengah kepala nya. Sementara Bima hanya bisa menatap Alesha dengan mulut yg sedikit terbuka karena ia ingin mengatakan sesuatu namun suara nya seperti tercekat di tenggorokan nya, apa lagi melihat luka di mata istri nya itu membuat lidah nya terasa kelu.


"Bima..." seru ibu nya yg muncul dari belakang Alesha bersama ayah nya "Kenapa kamu membawa Vera? Ada apa ini?" tanya nya dengan cemas, perasaan nya sudah mengatakan ada hal yg salah apa lagi melihat bagaiamana Vera menggandeng erat tangan Bima.


"Ayah, Ibu, Alesha. Aku... Aku dan Vera sudah menikah" lirih Bima.


Kepala Alesha langsung terasa pening, seolah di sambar petir saat mendengar apa yg di katakan suami nya. Dada nya terasa sesak seperti ada ribuan batu yg menimpa nya, hati nya terasa sakit seperti ada ribuan tombak yg menghujam nya dengan begitu sadis, sakit...


Kedua orang tua Bima tak kalah terkejut nya, mendengar berita itu. Marah, kecewa, semua nya mereka rasakan pada anak semata wayang nya itu.


"Itu benar, sekarang aku juga istri Mas Bima" ucap Vera lagi yg semakin menambah rasa sakit hati Alesha.


"Bagaiamana bisa kamu melakukan ini, Bima?" teriak ibu nya dengan emosi yg sudah ada di ubun ubun nya.


"Bu, Yah. Kalian tahu kan kalau ada dan Vera saling mencintai" tukas Bima dengan tegas, yg membuat ibu dan ayah nya semakin emosi.


"Lalu bagaimana dengan Alesha? Kamu sudah punya istri, Bima" teriak ayah nya yg juga tak ingin menantu lain selain Alesha.


"Aku juga sayang sama Alesha, dan aku juga tidak akan meninggalkan dia, Bu. Poligami itu kan tidak di larang dalam agama..."

__ADS_1


PLAAAKKKKK


Tamparan yg sangat keras mendarat di pipi Bima dengan begitu sempurna dari tangan sang ibu, tangan yg selama ini hanya terulur untuk memberikan kasih sayang, namun saat ini, untuk pertama kali nya tangan itu memberikan tamparan yg sangat keras. Bima hanya bisa menundukan kepala nya menghadapi kemarahan sang ibu dan ayah. Sementara Vera hanya bisa terdiam dengan mulut yg menganga.


"Jangan pernah mengatasnamakan agama dalam naffsu kalian berdua itu!!!" hardik ibu nya lagi


"Agama memang tidak melarang poligami, tapi apa seperti ini cara nya? Kamu mengkhianati istri mu, mengkhianati orang tua mu, Bima. Kamu bahkan tidak menghargai kami sedikit pun" tukas ibu nya dengan air mata yg sudah mengalir di pipi nya yg mulai keriput, nafas nya mulai terengah karena dada nya yg teras begitu sesak.


"Kamu menikah tanpa izin kami, tanpa izin istri pertama mu" geram ayah nya yg semakin memojokan Bima


"Samapai kapan pu, ayah dan Ibu tidak akan pernah Ridho dengan pernikahan kalian, sampai kapan pun menantu kami hanya Alesha dan tidak akan ada yg lain"


Kedua orang tua Bima langsung bergegas ke kamar nya dengan marah, membuat Bima merasa pernikahan nya dengan Vera sangatlah salah.


Bima memang tidak bermaksud menikahi Vera hari ini juga, ia berniat memberi tahu hal itu pada keluarga nya dulu, namun Vera terus merayu nya agar mau menikahi Vera hari ini juga, karena Vera takut hubungan mereka di tentang oleh keluarga mereka. Bima yg menjadi budak cinta Vera pun menuruti kemauan Vera dan menikahi Vera secara sirri, Bima memiliki seorang teman yg mengenal seorang penghulu. Kedua nya menikah di salah satu masjid, dengan di saksikan dua teman Bima saja. Kini kedua nya telah menikah sirri


Kemarahan orang tua nya, kesedihan Alesha, sungguh menjadi sayatan luka di hati Bima sekarang tanpa ia sadari, namun bayang bayang cinta pada Vera membuat nya merasa pernikahan nya dengan Vera adalah sebagian dari perjuangan cinta mereka.


"Jangan tinggalkan aku, Mas. Kita saling mencintai kan? Cinta kita pasti kuat menghadapi badai apapun" ucap Vera sembari memeluk Bima dengan erat.


...

__ADS_1


Alesha hanya bisa menangis meringkuk sendirian di kamar nya, ia tidak menyangka semudah ini Bima akan menduakan nya. Hati Alesha sakit, hancur, jiwa nya terguncang. Ia terus menangis hingga ia merasa air mata nya seolah akan mengering.


__ADS_2