
Adam mengangkat tangan nya hendak mengetuk pintu yg sedikit terbuka itu, namun kemudian ia mengurungkan niat nya dan berfikir seperti nya ini bukan waktu yg tepat untuk bertamu ke rumah Alesha.
Namun saat Adam hendak pergi, tiba tiba Dion memanggil nya.
"Maaf, cari siapa ya?" tanya Dion saat Adam menoleh.
"Aku mau ketemu Alesha, mau ngasih mangga" jawab Adam jujur. Dion keluar untuk mengambil kontak motor nya yg ia lupa cabut, dan ternyata diluar ia menemukan seorang tamu.
Sementara Alesha yg mendengar suara Adam langsung keluar.
"Mas Adam..." ujar Alesha.
"Siapa, Kak?" tanya Dion.
"Teman nya Alesha, maksud ku tetangga jauh nya Alesha..." jawab Adam kemudian.
"Ada perlu sesuatu, Mas?" tanya Alesha sambil menyunggingkan senyum.
"Emm ya, ini... Apa nama nya itu..." Alesha dan Dion saling melempar tatapan karena melihat Adam yg seperti orang salah tingkah saja.
"Mau ngasih mangga?" Dion bertanya lagi. Dan Adam langsung mengangguk sambil tertawa renyah.
"Mangga?" Alesha tentu langsung memekik senang dan hal itu membuat Adam juga merasa senang, tak sia sia diri nya meminta mangga itu pada Miley, dan bahkan Adam harus membayar nya karena ia sudah terlanjur bilang sama Miley kalau teman nya mau membayar mangga nya.
"Iya, aku fikir orang hamil muda biasa nya mengidam mangga, ya kan?"
"Iya, betul. Ya Allah, aku mengidam nya dari dulu..." ujar Alesha dan secara spontan ia mengambil kantong plastik yg berisi mangga itu dari tangan Adam, tanpa malu, tanpa sungkan. Benar benar bukan Alesha.
"Kak..." tegur Dion yg melihat Kakak nya seperti nya sudah melewati batas ramah karena terlalu mengidam. Alesha yg menyadari sikap nya langsung cengengesan.
"Hehe, maaf ya, Mas Adam. Habis nya aku mengidam mangga sudah dari sebulan yg lalu" tukas Alesha
"Sebulan yg lalu?" tanya Adam seperti tak percaya. Tentu saja Karena itu terlalu lama.
"Iya, suami nya membelikan dia mangga tapi istri kedua nya yg makan" ujar Dion dingin yg membuat Alesha langsung mencubit punggung adik nya itu, sementara Adam tercengang.
"Istri kedua? Jadi Alesha di madu?" seketika Adam mengerti apa permasalahan rumah tangga Alesha dan ia sungguh bersimpati pada nya.
"Mas Adam silahkan masuk dulu, aku bikinin teh ya. Mumpung ada Dion di rumah, jadi tidak timbul fitnah dari tetangga" kata Alesha mengalihkan pembicaraan dan mencairkan suasana apa lagi saat menyadari keterkejutan Adam.
Dion dan Adam mengikuti Alesha yg masuk ke rumah.
__ADS_1
.........
"Kamu habis satu juta cuma buat beginian?" pekik Bima saat menyadari Vera yg berbelanja hal tak karuan.
"Nama nya juga perempuan, Mas. Maklum lah" jawab Vera dengan santai nya.
"Alesha juga perempuan, tapi dia tidak pernah menghambur hamburkan uang seperti ini" ujar Bima dengan enteng nya tanpa memperdulikan perasaan Vera yg di bandingkan dengan madu nya.
"Aku sama dia itu beda, Mas. Dan jangan pernah membandingkan aku sama dia..." seru Vera kesal.
"Aku bukan nya mau membandingkan kamu sama dia, Sayang" Bima berkata dengan lembut saat melihat kemarahan istri nya itu.
"Jangan jangan kamu cinta ya sama dia..." tuduh Vera dan seketika Bima seperti terkesiap mendengar pertanyaan itu. Selama ini tidak pernah ada yg mempertanyakan perasaan nya pada Alesha, bahkan Alesha sendiri tidak pernah bertanya apakah Bima mencintai nya atau tidak.
"Kenapa diam? Kamu cinta kan sama dia??" tanya Vera dengan emosi yg mulai meningkat "Aku tidak mau ya Mas kalau kamu mencintai orang lain" imbuh nya kemudian.
Bima menarik Vera ke dalam pelukan nya dan memeluk nya.
"Aku cuma mencintai kamu" ucap nya Yg membuat Vera langsung tersenyum senang.
"Beneran?" tanya nya lagi.
...... ...
Keesokan harinya, Bima tidak fokus dengan pekerjaan nya karena entah mengapa ia terus terbayang akan Alesha sejak Vera mempertanyakan perasaan nya pada Alesha.
Bima tidak tahu, apakah ia mencintai Alesha? Selama ini Alesha menjadi istri yg baik dan menantu yg baik di rumah nya, tapi apakah itu sungguh membuat nya mencintai nya? Lalu bagaimana dengan Vera? Hati itu hanya bisa mencintai satu orang, tidak mungkin lebih.
Seharian Bima terus memikirkan Alesha, mengingat kembali masa masa bersama Alesha sebelum ada nya Vera. Rumah mereka terasa begitu hangat dan damai.
"Sebaik nya aku kerumah Alesha malam ini..." gumam Bima akhirnya.
....... ...
Dan setelah pulang bekerja, Bima pulang ke rumah Alesha. Bima masuk ke rumah istri nya itu, Bima mendengar suara dari dapur dan ia pun pergi ke dapur. Disana Bima mendapati Alesha yg sedang membuat kue.
"Al..."
"Ahh..." Alesha memekik terkejut saat tiba tiba Bima sudah ada di dapur nya.
"Ya Allah, Mas. Bikin kaget saja" gerutu Alesha sembari mengusap dada nya yg berdebar.
__ADS_1
"Kamu serius banget tadi, mau bikin apa?" tanya nya.
"Kue..." jawab Alesha singkat.
Bima mengedarkan pandangan nya di dapur itu dan ia mendapati bahan bahan dapur yg sudah sangat lengkap.
"Kamu belanja, Al?" tanya nya.
"Hem" jawab nya masih sibuk membuat adonan kue.
"Dapat duit dari mana?" tanya Bima lagi heran.
"Di kasih Dion"
"Dion? Kenapa dia kasih duit kamu, Al?"
"Karena dia tahu aku kekurangan di sini, dan dia perduli sama calon keponakan nya" jawab Alesha dingin yg membuat hati Bima langsung terkesiap. Ia merasa hati nya seperti di remas mendengar apa yg di katakan Alesha.
"Al... Aku..." Bima berkata dengan terbata bata "Aku bukan nya bermaksud membuat kamu kekurangan, Al. Aku hanya..."
"Hanya lebih memperdulikan istri kedua kamu" sela Alesha yg sekali lagi membuat hati Bima terkesiap.
Alesha menghentikan aktivitas nya itu, dia menatap Bima dengan begitu dalam dan berkata "Aku ingin kita bercerai, Mas..."
"Alesha..." pekik Bima.
"Mas, kamu sangat tidak adil sama aku dan janin aku. Kamu fikir aku tidak tahu kalau kamu selalu membelanjakan Vera bahkan ibu nya?" tanya Alesha sambil tersenyum kecut "Aku tidak perduli, Mas. Sebanyak apapun kamu belanjakan mereka, aku tidak perduli asal kamu butuhi kehidupan aku dan calon bayi aku. Tapi nyata nya? Kamu mengabaikan kami berdua, kami tidak dapat cinta kamu, tidak dapat perhatian kamu dan bahkan tidak dapat nafkah meteri yg cukup dari kamu. Jadi lebih baik aku hidup sendiri, setidak nya dengan begitu aku tidak mengharapkan cinta, perhatian, dan uang dari kamu yg pada akhirnya hanya akan memberi ku kecewa"
Alesha berkata dengan cepat dan tajam, membuat Bima hanya bisa tercengang dan terkejut mendengar apa yg di katakan oleh Alesha.
"Tapi, Al... Aku.. Aku akan berusaha memenuhi kebutuhan kalian" ujar Bima lagi.
"Bagaiamana cara nya?" tanya Alesha dengan mata yg berkaca kaca. Ia memegang perut nya dan seketika air mata sudah tak bisa ia bendung lagi.
"Ini saja aku harus bekerja, sementara kamu? Jadi lebih baik kita cerai" tegas Alesha dan ia berlari masuk ke kamar nya dengan air mata yg semakin deras.
Sakit rasa nya meminta cerai pada suami yg di cintai nya, tapi Alesha tidak mau bodoh di atas nama cinta. Alesha tidak mau terjebak dalam rasa sakit yg hanya akan menggerogoti kebahagiaan nya, masa depan nya, ketenangan nya.
Sementara Bima, ia terduduk lesu di kursi. Ia menatap adonan kue itu, Bima sadar, ia hanya menyakiti Alesha, tapi menceraikan Alesha?
Entah kenapa hati Bima sakit sekali mendengar Alesha mengucapkan kata perceraian.
__ADS_1