Berbagi Cinta - Hati Perempuan

Berbagi Cinta - Hati Perempuan
Episode 41


__ADS_3

Setelah makan di restaurant, Alesha dan Rianti pun pulang begitu juga dengan Miley.


Namun saat di parkiran, tiba tiba Miley menawarkan tumpangan pada Alesha padahal Alesha sudah bersiap naik motor Rianti. Miley sendiri membawa mobil, dan ia memang merasa kasihan pada Alesha karena matahari begitu terik.


"Biar tidak kepanasan, Kak..." kata Miley yang ikut ikutan Rianti memanggil nya Kakak.


"Tidak apa apa, aku sama Rianti saja" kata Alesha menolak dengan halus.


"Tapi hari nya panas sekali, sebaik nya naik mobil saja. Apa lagi sedang hamil kan? Lebih aman naik mobil..." bujuk Miley. Alesha menatap Rianti, ia tidak tahu kenapa wanita yang ia anggap pacar Adam itu berlaku sangat baik pada nya.


"Sudah, Kak. Ikut Miley saja, bener kata Miley, ini sangat panas dan Kak Alesha sedang hamil..." ujar Rianti. Alesha pun mengangguk, ia masuk ke dalam mobil Miley dan itu membuat Miley senang.


Selama dalam perjalanan ke rumah Alesha, kedua nya hanya diam, Alesha menatap keluar jendela sementara Miley fokus menyetir. Alesha tidak tahu harus berbicara apa, apa lagi Alesha memang punya masalah dalam hal berkomonikasi dengan orang baru. Sementara Miley sebenarnya orang yang pecicilan, ia juga mudah bergaul dengan siapa pun tapi karena Alesha diam saja, ia jadi bingung sendiri.


"Emm... Usia kandungan nya sudah berapa bulan, Kak??" tanya Miley akhirnya yang sudah bosan karena terus diam.


"Sudah memasuki 4 bulan..." jawab Alesha sambil tersenyum, Miley hanya mengangguk anggukan kepala nya. Sementara Rianti ada di depan mobil Miley dan Miley mengernyit saat Rianti justru menuntun nya ke arah rumah nya sendiri.


Dan sesampainya mereka di depan kontrakan Alesha, Miley sedikit terkejut karena ternyata rumah Alesha sangat dekat dengan rumah nya.


"Ini rumah mu?" tanya Miley.

__ADS_1


"Iya, mau mampir?" Alesha menawarkan dan Miley langsung mengangguk.


Kedua nya turun dari mobil, begitu juga Rianti yang turun dari motor nya.


Alesha mengajak kedua gadis itu masuk ke rumah nya.


"Aku akan ambilkan minum dulu..." kata Alesha.


"Tidak usah repot repot, Kak" ujar Miley.


Ia dan Rianti duduk di sofa, sementara Alesha pergi ke dapur. Meskipun Miley tak ingin di repotkan, namun Alesha tahu ia harus memperlakukan tamu seperti apa.


Alesha membawa tiga gelas es teh dan juga pisang.


"Aku rasa sebaik nya kalian fokus pada kuliah, jangan memikirkan hal tidak ada hubungan nya dengan kuliah" kata Alesha berharap kedua gadis ini tidak lagi membicarakan nasib pernikahan nya yang sangat memprihatinkan.


"Tapi aku sama Rianti memang penasaran. Memang nya Kak Alesha tidak takut hidup tanpa suami?" kata Miley dengan wajah yang meringis.


'Itu juga yang aku tanyakan, Mil. Bagaiamana wanita yang punya anak bisa hidup tanpa suami?" sambung Rianti. Alesha terdiam dan menatap kedua gadis di depan nya ini yang seperti nya belum punya pengalaman apapun dalam hidup. Alesha menatap Rianti, adik perempuan yang sangat ia sayangi, dan bagaimana jika apa yang terjadi pada nya terjadi juga pada adik nya nanti?


"Kenapa Kak Alesha tidak mencoba mempertahankan pernakahan mu dan merebut kembali suami mu, Kak?" tanya Miley lagi.

__ADS_1


"Iya, Kak. Apa lagi Kak Alesha itu kan sangat mencintai Mas Bima" Rianti menimpali.


"Begini..." Alesha duduk tegak dan menatap kedua gadis muda ini "Aku tidak mempertahankan pernikahan kami bukan karena aku tidak cinta pada suami ku, tapi karena bagiku perniakahan itu bukan ajang kompetisi dan seorang suami itu bukan sebuah terompi yang harus di perebutkan. Mungkin wanita yang di duakan tidak akan berfikiran sama dengan ku tapi ini lah yang aku rasakan. Di luar sana, ada wanita yang tidak kuat melepaskan sehingga ia rela bertahan dalam luka meskipun tiada berkesudahan. Namun ada sebagian wanita yang seperti ku, tidak kuat bertahan dan rela melepaskan, belajar menutup luka dan menata hidup yang baru"


"Dan suami itu bukan sebuah terompi yang harus di perebutkan oleh wanita apa lagi wanita itu bersatus Sebagai istri nya. Karena bagi ku, suami itu punya hati, punya akal dan punya pilihan nya sendiri. Ketika di hati dia sudah ada wanita lain, ketika dalam kepala dia sudah memikirkan wanita lain, dan ketika dia sudah memilih untuk membawa wanita lain ke ranjang nya, maka aku sudah tidak mau lagi memperjuangkan nya apa lagi sampai berebut dengan wanita lain. Aku akan memilih mundur, mungkin dengan berjuang mati matian akan ada kemungkinan dia akan memilih ku, bahkan mungkin juga aku bisa menendang keluar wanita lain dari area kompetisi, tapi setelah semua rasa sakit yang dia torehkan, aku tidak lagi menginginkan dia di samping ku. Untuk apa? Hanya untuk ingat bahwa dia pernah membagi hati dan ranjang nya pada wanita lain setelah semua cinta tulus yang aku berikan?"


Baik Miley maupun Rianti hanya bisa menelan saliva nya mendengarkan ucapan Alesha yang bahkan jujur saja, membuat kedua nya merinding. Mata Alesha menyiratkan kekecewaan dan luka yang begitu dalam, namun mata yang sama menyorotkan ketegaran.


"Aku tahu, di luar sana ada banyak sekali wanita hebat yang sabar dan ikhlas dalam berbagi suami. Tapi aku juga tahu, aku bukan bagian dari wanita hebat itu. Dan sebagai wanita, Tuhan meng anugerahkan perasaan yang jauh lebih peka dari pada lelaki. Wanita bisa dengan mudah tahu apa yang membuat nya sedih dan bahagia, apa yang membuat nya utuh dan terluka. Dan mungkin ada sebagian wanita yang takut melepaskan, takut pergi, takut hidup tanpa suami. Tapi ada juga sebagian wanita yang jauh lebih takut hidup memiliki suami tapi tak bisa bahagia, seperti aku contoh nya. Aku tidak takut kehilangan suami, aku justru takut terus di sakiti oleh suami ku. Aku tidak takut menjadi janda yang memiliki anak, aku justru takut anak ku tidak bahagia karena Ibu nya tak bahagia. Inti nya, wanita akan hidup seperti apa, tergantung dari kekuatan hati nya dan pemikiran nya. Lagi pula, ketika ada kisah yang berakhir, maka kisah yang lain akan di mulai"


"Jika kita sudah mencintai dengan tulus, mengungkapkan cinta itu dengan cara terbaik dalam segala hal, apa lagi sebagai istri, menjadi istri yang baik, patuh, tulus. Tapi ternyata masih ada wanita lain di hati dan fikiran nya, maka keberadaan kita harus di pertanyakan. Pantas tidak dia menerima keberadaan kita dengan semua cinta tulus kita? Pantas tidak, balasan yang dia berikan atas ungkapan terbaik cinta kita? Jika kita tidak, mundur adalah cara terbaik, karena kisah hidup kita masih panjang dan kita lah yang punya hak untuk menulis kisah kita sendiri"


Miley tersenyum mendengar apa yang di katakan Alesha, wanita tegar yang punya prinsip. Miley bahkan tak habis fikir kenapa suami Alesha bisa mencintai wanita lain, ah, apa beda nya dengan kakak nya sendiri.


Sementara Rianti, ia merenungkan apa yang di katakan Kakak nya. Rianti bahkan baru menyadari nya, ternyata Alesha wanita yang sangat kuat dan mandiri. Sekarang ia tahu kenapa Alesha tidak takut bercerai, tentu karena Alesha tahu kekuatan Alesha, karena Alesha tahu keberanian nya dan seperti kata Alesha, Alesha tahu apa yang membuat nya sedih dan bahagia, apa yang membuat nya utuh dan sakit.


"Tapi benar apa yang kamu katakan, Kak..." kata Miley "Saat satu kisah berakhir, maka kisah yang lain akan di mulai. Sama seperti kalau kita putus dari pacar kita, pasti kita nanti akan punya pacar yang baru, ya kan..." tukas nya.


"Iya sih..." sambung Rianti "Dari pada bertahan tapi sakit..." imbuh nya.


"Jadi, apa Setelah cerai dari suami, nanti Kak Alesha akan cari suami yang baru?" tanya Miley yang membuat Alesha terkejut namun kemudian tertawa.

__ADS_1


"Ada ada saja, bukan begitu maksud ku..." ujar Alesha masih tertawa "Setelah cerai, aku akan fokus pada diri ku dan anak ku, dan itu juga sebuah kisah kan? Antara Ibu dan anak. Jika pun Allah akan mengirimkan pria lain sebagai suami nanti, siapa yang tahu, ya kan?"


__ADS_2