Berbagi Cinta - Hati Perempuan

Berbagi Cinta - Hati Perempuan
Episode 19


__ADS_3

Keasyikan mengobrol dengan Adam membuat Alesha sampai lupa waktu dan bahkan ia terlambat masuk jam bekerja.


"Aduh, bisa di potong gaji ku nanti..." gurau Alesha yg membuat Adam terkekeh.


"Tidak apa apa, biar nanti aku yg ganti dua kali lipat" seru Adam yg membuat Alesha langsung tertawa.


"Aku pergi dulu..." ujar Alesha dan ia melangkah cepat meninggal Adam di bengkel nya.


Alesha merasa ada yg aneh dengan diri nya, karena biasa nya Alesha sangat sulit mengenal orang baru dan tidak mudah akrab dengan siapa pun.


Namun dengan Adam? Alesha merasa nyaman, Adam berbicara dengan begitu lugas dan ramah pada nya, membuat Alesha merasa mereka seperti memang teman lama. Adam juga pria yang baik dan sopan, setidak nya itu kesan pertama Alesha tentang pria bernama Adam ini.


Alesha memulai pekerjaan nya dan untung lah tidak ada yg marah pada nya, dia hanya mendapatkan teguran dari senior nya dan memperingatkan nya agar besok tidak terlambat lagi.


"Iya, saya janjii tidak akan terlambat lagi..." kata Alesha sungguh sungguh.


Saat Alesha sibuk melayani para pelanggan di Cafe, tiba tiba ia melihat Bima dan Vera yg datang ke Cafe itu. Vera menggandeng lengan Bima dengan manja, dan saat tatapan nya bertemu dengan tatapan Alesha, Vera menyunggingkan senyum puas nya. Alesha berpura pura tidak melihat mereka berdua, namun tentu saja terasa sulit.


Dada nya begitu sesak, hati nya begitu sakit. Pandangan Alesha mulai buram karena air mata yg menggenang dan memaksa keluar, namun Alesha menahan nya sekuat tenaga dan mencoba tegar. Alesha menarik nafas dalam dalam, menghembuskan nya perlahan, hal itu ia lakukan berulang kali untuk menekan emosi nya, mengontrol perasaan nya yg begitu tersiksa. Hati nya seperti di remas remas karena kelakuan suami dan madu nya itu.


Sementara Bima, pria itu menatap sendu Alesha, namun Alesha membuang muka dan kembali sibuk melayani pelanggan.


"Jadi Alesha bekerja di sini, Mas..." ujar Vera.


"Hem..." jawab Bima masih memperhatikan Alesha yg bergerak kesana kemari.


Hati Bima sungguh tidak tega sebenarnya melihat Alesha yg sibuk bekerja untuk memenuhi kebutuhan nya, apa lagi sekarang Alesha sedang hamil muda. Sementara Bima, ia bermesraan dengan istri kedua nya di tempat umum, di depan mata istri pertama nya.


Hati perempuan mana yg tidak sakit?


Hati perempuan mana yg tidak hancur?


Seorang pelayan datang dan menanyakan pesanan Bima dan Vera, Bima hanya memesan kopi latte, begitu juga dengan Vera.


"Hanya itu?" tanya pelayan itu dengan sopan.


"Iya..." jawab Bima.


"Baik, tunggu sebentar ya, Pak, Bu..." ucap pelayan itu. Kemudian ia bergegas untuk memberi tahu pesanan nya pada barista.

__ADS_1


Setelah selesai, barista itu malah memanggil Alesha.


"Al, antarkan ini ke meja nomor 9 ya..." pinta nya.


Alesha melirik siapa yg ada di meja nomor 9 itu, Alesha tidak akan sanggup jika harus berhadapan mereka.


"Mas Lukman, bisa suruh yg lain tidak?" tanya Alesha dengan wajah memelas. Barista yg bernama Lukman itu memperhatikan Alesha dengan alis yg bertaut, tampak ada kecemasan dan bahkan Alesha seperti menahan sakit.


"Okey, Tini.." Lukman meminta pelayan yg lain.


"Kamu sakit, Al?" tanya Lukman kemudian setelah pesanan meja nomor 9 di antarkan oleh Tini.


"Iya, aku tidak enak badan. Kalau aku ingin izin pulang, boleh tidak ya?" tanya Alesha pada Lukman.


"Pasti boleh kok kalau memang kamu lagi sakit" ujar nya yg membuat Alesha tersenyum samar.


Lukman menyarankan Alesha agar menemui manager Cafe dan meminta izin, dan benar saja, Alesha di izinkan untuk pulang.


Alesha pun mengambil barang barang nya dan bergegas akan pulang, sementara pandangan Bima mengikuti langkah Alesha yg hendak keluar dari Cafe.


Dan saat di pintu masuk, Alesha berapapasan dengan Adam yg hendak masuk ke Cafe itu


"Sayang nya, aku ingin pulang, aku tidak enak badan" ujar Alesha dengan raut menyesal.


"Kau sakit? Padahal tadi kau baik baik saja" ujar Adam dan Alesha hanya mengedikan bahu nya sembari tersenyum tipis.


"Apa kau tidak mau mengantarkan kopi untuk ku? Sebentar saja..." bujuk Adam. Alesha berfikir sejenak dan kemudian ia mengangguk.


Sebenarnya Adam ingin minum kopi bersama Alesha, tapi karena ini tempat kerja Alesha, seperti nya itu tidak akan di izinkan oleh manager Cafe. Karena itu lah Adam setidak nya ingin Alesha melayani nya.


Alesha pun mengarahkan Adam agar duduk di meja dekat bar, kemudian Alesha menanyakan pesanan Adam dan meminta Lukman membuat kan nya.


Bima masih memperhatikan Alesha dengan alis yg bertaut, ia tidak tahu siapa pria yg tampak akrab dengan Alesha, sementara selama ini Alesha tidak pernah punya teman dekat apa lagi teman lelaki. Ada perasaan tidak suka saat Bima melihat Alesha yg tersenyum pada Adam, apa lagi Adam juga tampak nya sangat senang saat berbicara dengan Alesha.


Alesha mengantarkan kopi Adam ke meja Adam, kemudian dengan sangat menyesal ia pamit pulang.


"Hanya sampai di sini saja aku melayani mu, Mas Adam" ujar Alesha pada Adam "Aku benar benar ingin pulang, selamat menikmati kopi mu" tukas nya dengan senyum lebar di bibir.


"Tapi, Al..."

__ADS_1


Alesha melangkah tergesa gesa keluar dari cafe dan tidak mendengar Adam yg memanggil nya.


ia berjalan kaki menuju rumah nya dan ia di kejutkan dengan Adam yg ternyata mengikuti nya.


"Ada apa?" tanya Alesha bingung.


"Secangkir kopi maksud ku itu, dengan di temani kamu. Anggap saja ucapan terima kasih karena sudah mengobati luka ku" ujar Adam basa basi yg membuat Alesha tertawa kecil.


"Ada ada saja..." gumam Alesha sembari melanjutkan langkah nya, Adam mensejajarkan langkah nya dengan langkah Alesha yg mungil dan pelan. Kedua terus melangkah dalam diam, hingga akhirnya Adam yg bersuara lebih dulu.


"Dimana rumah mu? Kenapa kamu jalan kaki?" tanya Adam.


"Di sini..." jawab Alesha saat ia sudah sampai di depan rumah nya.


"Oh, ternyata sangat dekat. Pantas saja kau jalan kaki" kata Adam sambil memperhatikan rumah di depan nya itu, Alesha hanya mengangguk anggukan kepala nya sambil tersenyum.


"Suami mu tidak di rumah?" tanya Adam tiba tiba yg tampak nya membuat Alesha terkejut.


"Kau tahu aku sudah menikah?" tanya Alesha heran, Adam tersenyum sembari menunjuk jari Alesha dengan dagu nya. Alesha mengangkat tangan nya dan menyentuh cincin pernikahan yg melingkar manis di jari manis nya, yah, walaupun pernikahan nya sangat jauh dari kata manis.


"Aku bahkan tahu kau sedang hamil..." kata Adam lagi yg membuat pupil mata Alesha melebar, ia seperti mendapatkan kejutan dari peramal saat ini.


"Bagaiamana kau tahu?" tanya Alesha lagi dan ia semakin tampak terkejut, pupil mata nya yg melebar membuat Adam terkekeh, Alesha tampak lucu dengan ekspresi terkejut nya itu.


"Cara berjalan orang hamil itu berbeda. Yah, Aku tahu itu, mungkin itu sebuah kelebihan yg ada pada ku" kata Adam bercanda yg membuat Alesha langsung tertawa renyah dan Adam pun ikutan tertawa.


Alesha tak menyangka, pria dengan mata besar dan tatapan tajam ini ternyata tipe orang yg humoris. Membuat Alesha merasa nyaman meskipun baru mengenal nya.


Mereka masih mengobrol selama beberapa saat, mengobrol tentang hal hal tak penting, basa basi, canda gurau, yg memberikan sedikit hiburan untuk hati Alesha yg selalu terluka.


sebelum akhirnya Alesha memutuskan untuk masuk ke dalam rumah nya dan berpisah dengan Adam. Apa lagi mereka tidak enak dengan para orang orang yg memperhatikan Alesha dan Adam.


Alesha masuk ke rumah nya dan melambaikan tangan nya pada Adam, begitu pun dengan Adam. Ia melambaikan tangan nya sambil tersenyum pada Alesha, Adam baru pergi setelah ia memastikan Alesha masuk rumah dan menutup pintu nya.


Adam melangkahkan kaki nya kembali ke bengkel dengan perasaan yg berbunga, ia juga merasa nyaman saat berbicara dengan Alesha tadi.


Apakah akan ada lain kali?


Lain kali ia bisa mengobrol dengan wanita sederhana itu?

__ADS_1


Wanita yg di mata lelaki sedikit kurang menarik seperti nya.


__ADS_2