Berbagi Cinta - Hati Perempuan

Berbagi Cinta - Hati Perempuan
Episode 46


__ADS_3

Alesha memberi tahu Adam kalau dia tidak jadi jualan karena Bima melarang nya, namun Alesha akan tetap membuatkan baju rajut untuk Adam dan itu bukan untuk di jual, anggap saja ucapan terima kasih Alesha karena Adam pernah membawakan Alesha mangga muda yang sangat Alesha inginkan.


Hal itu tentu membuat Adam senang dan ia tetap mendukung Alesha jika ingin memulai usaha kapan pun nanti nya.


Sementara itu, Alesha kembali menjalani hari hari nya seperti biasa. Ia merawat diri nya dan kandungan nya dengan baik, dan Bima pun kini kembali lagi seperti dulu. Mulai membagi waktu nya antara Vera dan Alesha, karena Bima tak mau Alesha sampai berfikiran untuk bekerja lagi. Walaupun sudah tak ada kehangatan antara diri nya dan Alesha seperti dulu.


Alesha masih melayani nya sebagaimana layak nya seorang istri, namun raut wajah nya selalu terlihat dingin dan tak pernah sekalipun senyum sumringah tercetak di bibir nya.


Hari berganti minggu, dan minggu berganti bulan. Dan satu satu nya yang Alesha tunggu dan yang membuat nya bahagia adalah kelahiran sang buah hati. Bima juga terkadang meluangkan waktu nya untuk menemani Alesha cek kehamilan nya walaupun tak selalu. Tentu karena terkadang Vera menyita waktu Bima lebih banyak.


Ah, kedua manusia itu...


Kini semakin merasa bahagia, apa lagi Vera di terima bekerja dan kini sudah menjadi sekretaris Pak Tubagus, seorang CEO yang masih muda dan juga tampan.


Empat bulan sudah berlalu, kini usia kandungan Alesha sudah 8 bulan, perut nya besar, berat badan nya juga naik walaupun tidak ada perubahan yang signifikan pada tubuh nya yang memang kecil itu.


Dion, Rianti, Ayah dan Ibu Alesha juga rutin mengunjungi Alesan dan memeriksa Alesha. Dan dengan rutin juga sang Ibu mempertanyakan kesiapan Alesha saat bercerai nanti dengan Bima. Tak perduli meskipun Alesha menunjukkan tekad yang kuat untuk bercerai, Ibu nya tetap saja selalu mempertanyakan hal itu berulang kali.


Seperti saat ini, orang tua nya kembali berkunjung ke rumah Alesha.


"Kalau kamu bercerai, bagaimana kamu akan menjalani hidup tanpa suami? Wanita yang menuntut cerai di luar sana karena mereka itu orang berada, punya uang, wanita karir, tidak butuh sandaran pada suami..." kata Ibu nya "Lah kalau kita, Nak? Cuma wanita biasa, tak berpendidikan, cuma ibu rumah tangga. Kita butuh pasangan hidup untuk menjadi sandaran" Alesha menghela nafas panjang mendengar ucapan Ibu nya yang selalu berputar pada topik yang sama. Ketakutan seorang wanita biasa, ke khawatiran seorang wanita biasa, dan kelemahan seorang wanita biasa.


"Bu..." kata Alesha dan ia menatap kedua iris mata cokelat sang Ibu "Kita hidup seperti apa, tergantung dari pemikiran kita. Kalau Ibu terus berfikir kita tidak bisa apa apa, ya sampai kapan pun kita tidak akan bisa apa apa. Kita harus berani mengambil keputusan dalam hidup, atau suatu hari nanti kita akan menyesal dan berandai andai, seandainya waktu aku melakukan ini, seandainya waktu itu aku bersikap begini dan sebagainya... " tutur Alesha.

__ADS_1


"Dan kita, sebagai wanita, memang selalu butuh sandaran, tapi jangan asal sandaran. Kita bisa memutuskan, siapa yang berhak menjadi sandaran kita. Dan jika yang menjadi sandaran kita itu hanya bisa menyakiti, ya kita harus berdiri tegak di atas kaki kita sendiri, Bu. Ibu faham kan? "


"Pernikahan itu juga ibadah kata Ustadz, pengabdian istri pada suami nya itu pahala besar. Tapi ketika aku mengabdi dengan menyimpan rasa sakit, yang jika terus di pelihara bisa tumbuh menjadi dendam yang tersimpan. Itu juga dosa, aku akan menjalani hidup ku dimana aku bisa sabar ikhlas. Dan yang aku butuh dari Ibu, Ayah dan adik adik ku itu cuma doa dan dukungan" tegas nya.


"Ya, ibu faham..." kata sang Ibu "Tapi kalau kamu cerai, si Vera akan merasa memang dari kamu, Al. Dia akan merasa menang karena sudah berhasil merebut Bima dari kamu" kata Ibu nya lagi yang membuat Alesha tersenyum kemudian terkekeh.


"Bu, pelakor itu tidak pernah menang dari ku, istri sah Mas Bima dalam negara dan agama di mana pernikahan kami di restui oleh dua pihak keluarga..." Kata Alesha "Tapi aku sudah tidak butuh suami yang tidak setia, jadi aku berikan saja pada yang membutuhkan" tukas nya dengan enteng nya. Sementara Ibu nya hanya terdiam.


Setelah seharian di rumah Alesha, Ibu nya pulang naik angkot.


Dan ia melihat Vera dan Bima di rumah Vera karena rumah mereka memang berdampingan. Hati Ibu Alesha sakit dan kesal sebenarnya, apa lagi Alesha dan Bima tak pernah lagi datang kerumah nya sebagai suami istri. Tapi Bima selalu menemani Vera datang ke rumah Vera.


Saat ini, Bima, Vera dan Ibu nya Vera sedang berada di halaman rumah, mereka tampak membicarakan hal yang menyenangkan, bahkan mereka sesekali tertawa. Membuat hati Ibu Alesha semakin sakit, ia merasa di khianati.


...


Keesokan hari nya, Dan Alesha pergi ke salah satu mall untuk mencari pakaian bayi nya nanti, sekalian ia ingin jalan jalan karena sumpek di rumah terus , dan dia sendirian karena Bima pasti sibuk dengan istri kedua nya


Saat berbelanja, ia melihat Rianti bersama seorang pria dewasa yang sedang berjalan bergandengan tangan dan mereka tampak sangat mesra.


"Apa itu pacar nya Rianti?" gumam Alesha.


Ia pun segera membayar belanjaan nya yang memang tidak banyak, karena ia menyesuaikan dengan uang yang ia punya. setelah itu, Alesha segera mengejar Rianti yang memasuki sebuah restaurant.

__ADS_1


"Ri..." panggil Alesha dan adik nya menoleh.


Rianti tampak terkejut melihat Alesha, begitu juga dengan Anton.


"Kak Al..." sapa Rianti tersenyum kaku. Alesha melangkah pelan mendekati adik nya itu, sementara Anton hanya menyunggingkan senyum ramah nya pada Alesha. Anton sudah mengenali Alesha, karena Rianti pernah memperlihatkan foto nya dan juga menceritakan kehidupan keluarga mereka.


"Kalian sama siapa?" tanya Alesha.


"Kami hanya berdua..." kata Anton.


"Iya, kami.. Mau makan" sambung Rianti "Kak Alesha mau gabung?" tawar nya dan Alesha langsung mengangguk.


Sudah sejak lama, Alesha dan keluarga nya sangat penasaran dengan pacar Rianti. Mereka juga mendesak Rianti untuk memperkenalkan pacar nya itu namun Rianti selalu banyak alasan dan menolak.


"Aku yang akan traktir..." seru Anton.


"Terima kasih..." ucap Alesha "Kami sudah lama ingin bertemu dengan mu, kami sangat penasaran dengan siapa yang sudah berhasil membuat adik cantik ku ini jatuh cinta..." kata Alesha sambil tersenyum.


"Maafkan aku, Al. Aku bukan nya tak ingin menemui keluarga kalian, hanya saja aku belum siap. Tapi aku janjii, nanti aku akan menemui keluarga kalian dan melamar Rianti. Aku sangat mencintai nya dan tak bisa hidup tanpa nya" ujar Anton sembari menggerling nakal pada Rianti, membuat Rianti tersipu. Sementara Alesha ikut bahagia jika adik nya bahagia.


"Apa keluarga mu tahu soal Rianti?" tanya Alesha kemudian yang seperti nya membuat Anton sedikit terkejut, namun di detik selanjut nya ia kembali menampilkan wajah tenang nya.


"Pernah cerita, mereka juga tak sabar ingin bertemu Rianti..." ucap nya, namun Alesha mendapati gelagat yang berbeda dari pria di depan nya ini.

__ADS_1


__ADS_2