Berbagi Cinta - Hati Perempuan

Berbagi Cinta - Hati Perempuan
Episode 92


__ADS_3

Saat seorang wanita membicarakan sesuatu, maka tidak akan ada yang tahu dimana ujung nya. Manusia juga suka saling membicarakan satu sama lain, tapi khusus wanita, saat memiliki topik pembicaraan maka akan merambat ke kanan ke kiri. Jika ada informasi yang ingin terus di bicarakan, bicarakan saja pada wanita apa lagi jika itu tentang kehidupan wanita lain tak perduli apakah itu sebuah privasi atau rahasia.


Seperti hal nya istri Pak Tubagus yang dengan sigap memperingatkan menantu nya untuk hati hati karena di lingkungan mereka ada wanita lain yang mereka anggap sangat buruk. Menantu nya yang bernama Rara itu pun menceritakan hal yang sama pada teman nya, dan teman nya menceritakan pada teman nya dan begitulah seterus nya. Cerita yang awal nya hanya A sampai B, kini merambat ke C dan seterus nya. Berbagai asumsi bermunculan tentang sosok Vera, apa lagi Istri pak Tubagus menggambarkan Alesha sebagai gadis yang kalem dan anggun.


"Memang ya, kebanyakan wanita kalem dan baik itu di selingkuhi"


"Cuma laki-laki yang tidak pandai bersyukur yang selingkuh dari wanita yang baik dan kalem"


"Pria yang baik justru ingin dapat istri yang kalem dan anggun, biar damai rumah nya"


"Mungkin dia selingkuh karena istri nya terlalu baik dan kalem, sampai dia merasa bisa menginjak nginjak perasaan istri nya. Biasa nya orang jahat kan gitu, memanfaatkan kebaikan orang"


"Ada ya wanita yang setega itu, kalau aku sih lebih baik cari cowok yang masih single. Buat apa ngambil bekas orang lain"


"Kata nya sih suami nya sebenarnya baik"


"Orang yang selingkuh itu bukan selalu orang jahat, tapi orang yang selalu kalah sama nafsu nya"

__ADS_1


Dari yang sudah menikah, janda bahkan sampai yang gadis sekali pun pasti akan memandang sebelah mata seorang Vera yang kini telah menyandang status paling fenomena di seluruh alam, status yang akan membuat nya menerima berbagai cibiran, hinaan bahkan juga kutukan dari sesama kaum nya.


Berita negatif itu seperti wabah, akan menyebar dari mulut ke mulut tanpa bisa di cegah.


...


"Karena semua nya sudah beres, besok Om dan Vitha akan pulang" kata Om Hermawan memberi tahu Adam dan Alesha.


"Iya, Om. Nanti aku akan bawa Alesha dan Dameer ke rumah Om" jawab Adam.


"Harus dong, menantu itu harus mendatangi rumah mertua nya" kata Om Hermawan dan kini tatapan nya beralih pada Alesha yang duduk di samping Adam.


"Aku bukan nya mau menghambur-hamburkan uang, Om. Cuma kalau bukan aku yang menghabiskan uang Kak Adam terus siapa lagi, tapi karena sekarang sudah ada Kak Alesha dan Dameer, aku akan bagi uang ku buat mereka" kata Miley yang membuat Alesha terkekeh.


"Tapi kalau di fikir fikir, tugas Kak Adam kan memang memberikan uang buat kita ya, Kak Al. Uang ku ya uang ku, Kak Adam harus kasih jatah lain buat Kak Alesha"


"Miley..." tegur Adam karena ia takut istri nya itu tersinggung, namun Alesha justru tersenyum geli karena ia sudah mengenal seperti apa Miley.

__ADS_1


"Memang nya kamu hamburkan uang mu kemana, Mil?" tanya Alesha kemudian.


"Paling bawa traktir teman, atau bawa belanja ke mall" Jawab Miley dengan santai.


"Traktir sih baik, tapi jangan di hamburkan juga. Lebih baik uang nya kamu tabung, siapa tahu nanti kamu mau buka usaha sendiri, atau mau pergi jalan jalan ke luar negeri. Kita kan juga tidak tahu ke depan nya kehidupan kita itu apakah akan sama seperti sekarang atau tidak" kata Alesha lagi yang membuat pupil mata Miley membesar.


"Ya juga ya..." gumam nya "Tapi aku sebenarnya tidak bermaksud begitu, Kak Al. Aku cuma kesal sama Kak Adam karena selalu saja bekerja cari uang, kadang dia sampai lupa sama aku" lirih Miley.


"Kapan kakak lupa sama kamu?" pekik Adam.


"Ya ingat sih, tapi apa Kak Adam pernah perhatian sama aku? waktu SMA, Kak Adam bahkan tidak tahu kapan nilai ku jelek, kapan nilai ku bagus. Pas kuliah, Kak Adam juga engga tahu kan kalau kadang aku itu bolos..."


"Miley, jadi kamu sering bolos?" pekik Adam.


"Tuh kan, kaget. Engga di urus sih adek nya" gerutu Miley dan Alesha yang mendengar apa yang di katakan Miley itu seketika merasa sedih. Padahal dari luar kehidupan Miley terlihat sangat sempurna apa lagi Adam bisa memberikan uang sebanyak apapun yang Miley mau. Tapi ternyata itu tidak cukup untuk Miley.


Alesha pun beralih duduk di samping Miley dan ia mengusap pucuk kepala adik ipar nya itu "Sekarang Kakak mu nambah satu, Mil. Insya Allah kamu akan ke urus kok" kata Alesha yang tentu saja membuat Miley senang dan langsung memeluk Alesha.

__ADS_1


"Janji ya?"


"Janji"


__ADS_2