Berbagi Cinta - Hati Perempuan

Berbagi Cinta - Hati Perempuan
Episode 44


__ADS_3

"Hai..."


"Astagfirullah..." Dion terperanjat saat tiba tiba seorang gadis yang sangat tidak asing bagi nya menipu telinga nya.


Saat ini Dion sedang sedang berbelanja di supermarket bersama Rianti.


"Miley..." lirih Dion, Miley hanya cengengesan sambil berkedip kedip lucu.


"Cari Rianti? Rianti nya di sana..." Dion menunjuk ke arah kiri nya, Rianti pun mengikuti kemana arah Dion menunjuk namun kemudian ia kembali menatap Dion.


"Oh, sama Rianti... Kirain sendiri" gumam nya.


"Mil..." Miley menoleh saat ia mendengar suara kakak nya, hal itu membuat Miley senang karena akhir nya ia dapat mempertemukan Kakak nya dan calon pacar nya.


"Dion..." Adam menyapa Dion, sementara Dion tampak terkejut saat melihat Adam "Kamu belanja sama Alesha?" tanya Adam sekena nya, namun kemudian ia merutuki diri nya sendiri karena bertanya hal yang tak seharusnya di pertanyakan.


"Aku sama Rianti..." jawab Dion "Em kamu..." Dion menatap Miley dan Adam bergantian.


"Miley ini adik ku" kata Adam sambil tersenyum lebar, Dion pun membalas nya dengan senyum juga.


"Aku baru tahu kalau ternyata teman nya Rianti ini adik nya kamu, Dam..." ujar Dion kemudian ir melangkah ke arah kiri, dan mengambil tiga kotak susu hamil.


"Buat Alesha?" tanya Adam yang mengikuti Dion.


"Iya, aku tidak mau dia sampai kekurangan susu" kata Dion.


"Bagaiamana keadaan Alesha sekarang?" tanya Adam lagi, karena terkahir kali ia bertemu dengan Alesha hanya saat di rumah sakit.


"Alhamdulillah dia sudah jauh lebih baik" kata Dion.


"Kalau kalian butuh sesuatu, jangan sungkan bicara sama aku ya" ujar Adam tiba tiba yang membuat Dion langsung berhenti melangkah.


"Iya in aja, Mas Dion..." ujar Miley tiba tiba. Dion mengulum senyum dan mengangguk.


"Ri, sudah belum?" tanya Dion pada Rianti yang sedang memilih sabun mandi.


"Iya, sebentar..." jawab Rianti.


"Oh ya, habis ini aku mau ke rumah Kak Alesha, kamu mau ikut, Dam?" tanya Dion kemudian yang membuat Adam terdiam. Ingin rasa nya ia menjawab iya, tapi mengingat Alesha sudah punya suami dan sedang dalam masalah dengan suami nya, membuat Adam takut, takut di kira mengambil kesempatan dalam kesempitan.


"Kalau kamu sibuk, tidak apa apa..." kata Dion karena Adam hanya diam saja.


"Kami tidak sibuk kok..." Miley menginterupsi sambil cengengesan.


"Iya, aku tidak sibuk" kata Adam sambil tersenyum.

__ADS_1


"Sepertinya ini memang kesempatan, mumpung rame rame..."


...


Sementara itu, Vera sudah melakukan interview di salah satu perusahaan yang cukup besar, ia melamar menjadi sekretaris sekarang. Dan Vera sangat berharap diri nya bisa di terima, dengan begitu Vera bisa membantu Bima membeli rumah impian mereka. Karena Vera sudah tidak tahan tinggal bersama mertua nya yang sangat cerewet dan selalu menyudutkan Vera.


Vera tahu, mungkin ia di pandang buruk oleh orang lain. Namun selama ia dan Bima merasa bahagia, Vera tak mau perduli. Vera akan mempertahankan Bima sampai kapan pun.


Sementara Bima, sejak mendengar apa yang Alesha katakan tadi pagi, membuat Bima juga menguatkan hati nya untuk bercerai dengan Alesha. Memang tidak ada lagi yang bisa di pertahankan dalam pernikahan nya, ya begitulah menurut nya.


"Jadi kamu pasrah nih?" tanya Toni setelah Bima bercerita tentang Alesha.


"Kenapa kamu tidak mau memperjuangkan Alesha sih, Bim? Dia istri yang sangat sangat ideal..." tukas Toni kemudian.


"Apa lagi yang harus aku pertahankan?" tanya Bima menghela nafas berat.


"Memang nya kamu tidak mencintai Alesha sedikitpun?" tanya Toni.


"Tentu saja aku mencintai nya, tapi aku juga sangat mencintai Vera. Sedangkan Alesha tidak mau menerima Vera"


"Huf..." Toni menyugar rambut nya dengan kasar "Bebel juga ya bicara sama kamu ini..." seru Toni kemudian.


"Coba kamu fikir matang matang, kamu yakin mau kehilangan istri yang selalu setia sama kamu, patuh sama kamu, mengerti kamu dan yang pasti sangat menghormati orang tua kamu?"


..........


Sementara Alesha, ia pergi berbelanja bahan bahan untuk merajut. Semenjak tak lagi bekerja, Alesha selalu merasa bosan, tinggal sendirian, jauh dari keluarga, dan tidak memiliki pekerjaan apapun.


Setelah berbelanja, Alesha pulang ke rumah nya naik ojek.


Dan saat sampai di rumah nya, Alesha di kagetkan dengan Rianti, Dion, Adam dan Miley yang sudah menunggu nya di depan rumah Alesha.


"Kak Alesha dari mana?" rengek Rianti "Panas ini, dari tadi kami tungguin"


"Maaf, Dek. Kakak habis belanja" Jawab Alesha dengan raut wajah yang tampak merasa bersalah.


Dengan cepat ia membuka pintu, sedangkan Dion mengambil kresek yang di tenteng Kakak nya itu.


Sementara Adam, ia memperhatikan Alesha diam diam, lama tak bertemu dan sekarang Alesha memiliki perubahan. Ia tampak semakin berisi dan perut nya semakin buncit, Adam melihat aura keibuan Alesha semakin memancar indah.


"Kedip, kedip... Masih istri orang" bisik Miley pada Adam, membuat Adam menjadi salah tingkah.


Alesha masuk ke dalam rumah nya, dan ke empat manusia lain nya pun ikut masuk.


"Kok tumben datang nya rame rame?" tanya Alesha sembari membuka jaket nya.

__ADS_1


"Tadi kebetulan ketemu di supermarket" jawab Adam sembari menjatuhkan bokong nya ke sofa.


"Oh, begitu..." Alesha mangut mangut saja "Eh, Mas. Suda lama ya kita tidak ketemu" ujar Alesha kemudian.


"Iya, soalnya kamu sudah berhenti bekerja. Sedangkan biasa nya kita ketemu di Cafe" kata Adam.


"Iya sih, em tapi sekarang aku mau mulai bekerja lagi" kata Alesha..


"Jangan, Kak..." sambung Dion cepat "Kalau si Bima tidak memenuhi kebutuhan Kakak, biar aku yang tanggung semua kebutuhan Kakak. Kak Alesha tidak boleh bekerja lagi..." tegas nya yang membuat Alesha tersenyum samar. Sementara Miley yang melihat betapa gantle nya Dion pada Kakak nya membuat hati Miley semakin meleleh saja.


"Di, kerjaan Kakak tidak berat kok" ujar Alesha.


"Ini juga masih rencana, karena bagaimana pun Kakak harus mandiri dan Kakak tidak mau tergantung pada siapa pun" ujar nya penuh tekad.


"Memang nya Kak Alesha mau kerja apa? Dimana?" tanya Rianti.


"Rencana Kakak sih mau jual gorengan di kompleks sini, soal nya belum ada yang jualan. Terus seperti nya Kakak juga mau merajut, dan bisa di pesan. Jadi bisa request nama atau simbol" kata Alesha penuh semangat.


"Jual gorengan hasil nya tidak seberapa, Kak" ujar Dion.


"Awal nya mungkin yang tidak seberapa..." Adam menginterupsi, ia menatap Alesha dengan senyum di bibir nya "Yang nama nya usaha, memang harus di mulai dari nol. Siapa tahu nanti bisa buka warung sendiri, ya kan, Al? Siapa tahu juga nanti bisa membuat usaha yang lebih besar dari hasil gorengan. Kalau nama nya usaha, jangan takut memulai dari nol" kata Adam panjang lebar, yang tentu saja membuat Alesha semakin semangat.


"Terus kamu juga mau bikin baju rajut, Al?" tanya Adam lagi.


"Iya, Mas" jawab Alesha antusias "Ini sih terinspirasi dari tetangga ku yang pojok sana itu lho, Mas. Jadi dia itu kan punya bayi, terus aku sering liat bayi nya itu pakek topi ada nama nya, baju nya juga, kaos kaki nya juga. Kata nya pesan" kata Alesha.


"Memang nya kamu bisa merajut?" tanya Adam.


"Bisa dong, Mas" jawab Alesha.


"Baju orang dewasa?"


"Bisa..."


"Kalau begitu, aku pesan satu. Kasih nama Adam Hawa" kata Adam yang membuat Alesha tertawa karena mengira Adam hanya bercanda.


"Eh, aku serius lho. Nanti aku bayar, kalau aku puas sama hasil nya, aku akan bantu promosikan sama orang" kata Adam.


"Beneran, Mas?" tanya Alesha yang semakin antusias.


"Iya, kalau soal gorengan. Kamu bisa jualan di depan tempat bengkel ku. Banyak orang yang lewat di sana kok" ucap nya lagi.


"Okey deh, terima kasih banyak, Mas Adam"


Alesha terlihat sangat bahagia dengan dukungan Adam ini, dan raut kebahagiaan itu tak luput dari pantauan Dion. Dion hanya bisa tersenyum samar, dalam hati ia berandai andai, seandainya Alesha bisa memiliki pasangan seperti Adam.

__ADS_1


__ADS_2