
Seperti biasa, Vera tak di sambut baik oleh mertua nya bahkan mertua nya itu terlihat heran karena Vera tiba tiba datang ke rumah nya malam malam, sendirian pula.
"Ada apa?" tanya Ibu mertua nya ketus tanpa mempersilahkan menantu dan besan nya masuk.
"Ibu sudah baikan?" tanya Vera sambil tersenyum, membuat Ibu mertua nya itu heran karena tak biasa nya Vera bersikap manis pada nya.
"Memang kapan aku sakit?" Vera tentu langsung tercengang saat mendapatkan pertanyaan itu.
"Kata Mas Bima ibu sakit" jawab Vera yang membuat Ibu mertua nya semakin bingung.
"Jangan mengada-ngada kamu, aku masih sehat wal-afiat begini" jawab nya lagi.
"Tapi bukan nya Mas Bima tidak pulang karena mengurus Ibu yang sakit?" tanya Vera kemudian.
"Kamu itu bicara apa sebenarnya? Bima saja tidak pernah telfon apa lagi pulang mengurus ku"
Vera langsung terdiam begitu juga dengan Ibu nya, perasaan kedua nya mulai resah dan berbagai hal berkecamuk dalam otak mereka.
__ADS_1
"Maaf, tapi Bima tidak pulang selama seminggu ini kata nya mengurus Ibu nya" sambung Ibu nya Vera dan sekarang Ibu nya Bima pun juga merasa cemas, ia takut terjadi sesuatu dengan putra nya itu.
"Serius kalian? Sudah telfon?"
"Serius, Bu. Kemarin juga Mas Bima chat aku, kata nya Ibu masih sakit..." lirih Vera dengan mata yang berkaca kaca.
"Ya sudah, kalian masuk dulu. Aku mau telfon dulu anak itu" ujar nya dan menantu juga besan nya pun masuk.
"Ya Allah, Ma. Mas Bima kemana ya? Masak engga ada di sini?" tanya Vera pada Mama nya itu.
"Jangan berfikir uang macam macam d dulu" Ibu nya memperingatkan sembari menguap pundak putri nya itu.
"Itu mungkin Bima..."
Ketiga nya pun langsung bergegas dan Vera bernafas lega saat melihat itu memang mobil suami nya, ia langsung tersenyum dan berlari menghampiri Bima namun langkah nya terhenti saat ia melihat ada wanita lain yang turun dari mobil.
Bima begitu terkejut melihat Vera ada di sana namun Bima bersusah bersikap tenang, sementara Raya justru bersikap biasa saja dan ia menggandeng tangan Bima dengan santai.
__ADS_1
"Jadi ini rumah kamu, Mas?" tanya Raya tanpa memperdulikan ada tiga wanita yang menatap nya dengan heran.
"Iya" jawab Bima namun tatapan nya lurus pada Vera yang terdiam mematung.
"Bima, siapa wanita itu?" tanya Ibu nya Bima dengan perasaan yang sudah berkecamuk, insting nya mengatakan ini bukan kabar baik.
"Assalamualaikum, Bu..." Raya maju dan bahkan menarik tangan Ibu nya kemudian mencium tangan Ibu nya.
"Waalaikum salam..." jawab nya lirih.
"Mas...." desis Vera yang kini sudah sadar dari keterkejutan nya "Kamu dari mana saja, huh? Kenapa kamu bohong sama aku? Dan siapa wanita ini, Mas?"
"Vera, dia itu... Emm dia Raya" jawab Bima.
"Raya? Kenapa kamu membawa nya ke sini? Kamu selingkuh huh?" teriak Vera dengan emosi yang berapi-api.
"Dengerin dulu penjelasan aku, Ver. Aku tidak selingkuh" jawab Bima "Aku... Aku menikahi nya"
__ADS_1
"APA?" pekik ketiga wanita itu bersamaan, kepala meraka seperti di sambar petir mendengar pengakuan Bima itu. Sementara Raya, ia masih bersikap tenang dan bahkan menyunggingkan senyum manis nya