Berbagi Cinta - Hati Perempuan

Berbagi Cinta - Hati Perempuan
Episode 50


__ADS_3

Dion dengan cepat mengurus gugatan cerai Alesha ke pengadilan. Seperti nya, ia jauh lebih tidak sabar untuk perceraian Alesha dari pada Alesha sendiri. Dan hal itu tentu membuat Bima dan kedua orang tua nya begitu terkejut, karena mereka fikir Alesha akan mengurus perceraian nya setelah Alesha me lahirkan.


Orang tua Bima yang tak mau kehilangan menantu kesayangan Mereka pun langsung mendatangi Alesha ke rumah kontrakan nya namun ternyata Alesha sudah beberapa hari ini tinggal di rumah orang tua nya.


Dan Alesha memang tinggal di rumah orang tua nya bahkan mungkin akan pindah ke rumah orang tua nya lagi atas desakan dari Dion. Orang tua Bima pun tak segan mendatangi kediaman orang tua Alesha, dan di sana, mereka juga bertemu dengan besan mereka yang lain yaitu Ibu nya Vera, namun orang tua Bima mengabaikan besan yang tak pernah di harapkan nya itu.


"Ayah, Ibu..." sapa Alesha masih begitu sopan pada mertua nya.


"Al, Bagaiamana keadaan mu, Nak?" tanya Ibu mertua nya.


"Alhamdulillah aku baik, Bu" Jawab Alesha "Ayo masuk..." ia mempersilahkan dengan begitu ramah. Kedua orang tua nya pun masuk ke dalam dan mereka di sambut oleh besan mereka meskipun dengan wajah yang masam, tentu sebagai orang tua, orang tua Alesha tak bisa menerima perlakuan Bima pada putri mereka.


"Aku ambilkan minum dulu" kata Alesha namun Ibu mertua nya melarang nya, ia menarik tangan Alesha dan membawa nya duduk di samping mereka.


"Ada yang ingin kami bicarakan dengan mu, Al" ujar ayah nya.


"Soal apa, Yah?" tanya Alesha.


"Soal perceraian mu dan Bima" sambung Ibu mertua nya. Yang membuat Alesha dan Ibu nya saling pandang.

__ADS_1


"Al, kami mohon, jangan ambil keputusan ini dengan tergesa gesa, Nak. Coba kamu fikirkan lagi, fikirkan anak kamu" Alesha tersenyum menanggapi permohonan mertua nya itu, ia memegang tangan ayah mertua nya dan Ibu mertua nya, ia menatap mata mereka dengan tegas meskipun terlihat sekali luka di mata itu.


"Yah, Bu..." lirih nya "Aku sudah memikirkan ini sejak lama, keputusan ini tidak tergesa gesa sama sekali. Aku mengambil keputusan ini juga demi anak ku" tukas nya "Aku tahu, perceraian bukan hal yang mudah, tapi hidup dengan berbagi hati dan cinta juga sangat tidak mudah, aku tidak bisa hidup dalam dunia seperti itu. Dan jika aku tidak bahagia, lalu Bagaiamana aku bisa membahagiakan anak ku?" jelas Alesha.


"Tapi, Al. Siapa tahu nanti Bima berubah, siapa tahu nanti dia mencintai kamu"


"Mas Bima mungkin pernah mencintai ku, Bu" kata Alesha, ia teringat dengan pernikahan nya yang begitu hangat sebelum kedatangan Vera "Aku bisa merasakan nya walaupun sedikit, mas Bima mencintai ku. Tapi cinta itu sudah terbagi dan sejak awal, memang ada Vera di hati nya, lalu aku bisa apa? Kalau memang Mas Bima sangat mencintai ku, maka dia seharus nya dia tidak menghancurkan cinta dan kesetiaan ku"


"Tapi, Al..."


"Ayah, Ibu..." Alesha semakin mengeratkan genggaman tangan nya pada mertua nya itu "Aku yang menjalani pernikahan ini, ini hidup ku dan aku harus mengambil langkah yang tepat untuk kebaikan hidup ku. Kalian tidak tahu Bagaiamana rasa nya menjadi aku, karena itulah kalian bisa memohon agar aku bertahan, tapi jika kalian tahu Bagaiamana rasa nya menjadi aku..." Alesha tak mampu lagi membendung air mata nya. Ia melepaskan tangan nya dari tangan mertua nya dan beranjak berdiri.


"Aku mohon, jangan bicarakan masalah ini lagi. Keputusan ku sudah bulat" tegas Alesha dan ia pergi ke kamar nya dengan langkah yang gontai sembari memegang perut bunting nya. Sementara mertua Alesha hanya diam seribu kata, mereka tidak tahu harus berbicara apa lagi.


...


Sementara itu, Ibu nya Vera memberi tahu Vera dan Bima kalau orang tua Bima berkunjung ke rumah Alesha. Tak ayal hal itu membuat Vera kesal sementara Bima merasa biasa saja karena orang tua nya memang sangat sayang pada Alesha.


"Kenapa kamu diam aja, Mas? dengarkan tadi apa kata Mama?" tanya Vera.

__ADS_1


"Ya terus aku harus apa, ver? lagian orang tua aku memang sayang sama Alesha sejak dulu, apa lagi sekarang Alesha hamil cucu pertama mereka, paling mereka cuma mau melihat keadaan Alesha" jawab Bima panjang lebar yang tak mau memperpanjang masalah ini.


"Ya kalau misal nya orang tua kamu datang untuk membujuk Alesha supaya tidak cerai sama kamu, Bagaiamana?" tanya Vera lagi yang membuat Bima terdiam, karena hati kecil nya memang masih tidak ingin bercerai dengan Alesha.


"Sudah lah, jangan bahas itu" jawan Bima dan ia beranjak dari tempat nya kemudian keluar kamar, meninggalkan Vera yang terbakar api cemburu karena ia pun merasakan cinta yang ada di hati Bima untuk Alesha namun Bima sendiri memang tidak menyadari nya. Karena bagi Bima, sejak dulu ia memang mencintai Vera dan sampai kapan pun ia masih akan mencintai Vera.


...


Saat malam hari, setelah makan malam, Alesha masuk ke kamar nya dan ia duduk merenung di tengah ranjang nya. Hingga suara pintu yang terbuka membuyarkan lamunan nya, Alesha menoleh dan ia melihat Dion yang masuk ke kamar nya dengan membawa satu paper bag besar.


"Apa itu, Di??" tanya Alesha, Dion memberikan paper bag Itu Pada kakak nya dan ia sendiri duduk di tepi ranjang. Alesha membuka isi paper bag yang isi nya bantal bayi, Alesha langsung tersenyum senang.


"Kak Alesha suka?" tanya Dion dan Alesha mengangguk senang.


"Lucu" ujar nya, senyum di bibir nya perlahan hilang saat mengingat kedatangan mertua nya, dan Dion yang menyadari itu langsung bersuara.


"Ibu sudah cerita, tadi mertua Kak Alesha datang kan" Alesha hanya mengangguk lemah.


"Kak Alesha jangan takut dan jangan ragu untuk melangkah, kalau Kak Alesha sudah yakin ini memang yang terbaik untuk hidup Kakak, kakak tidak perlu memikirkan orang lain"

__ADS_1


"Iya sih, keputusan Kakak memang sudah bulat" jawab Alesha "oh, terus gimana dengan Rianti? kita harus segera beri tahu dia, Di..."


"Ya aku juga mau nya gitu, Kak. Cuma kan Rianti lagi fokus sama sidang skripsi nya, takut nya nanti dia tidak fokus" kata Dion. Salah satu alasan Alesha mau kembali tinggal di rumah nya karena memang Alesha ingin lebih dekat dengan Rianti, supaya bisa mengawasi Rianti dan membicarakan tentang kebenaran nya Antonio.


__ADS_2