
Hari ini Miley bangun lebih pagi dari biasa nya, meskipun tak cukup pagi sehingga subuh nya masih di qodho, namun Adam dan Alesha sudah bersyukur setidak nya Miley tak harus di cipratkan air ke wajah nya seperti pagi pagi sebelum nya. Sejak ada Alesha, Miley perlahan mulai berubah. Meskipun terkadang ia cemberut dan tampak kesal, namun entah mengapa justru Miley merasa betah ada di rumah. Apa lagi sekarang ia punya teman bermain, ada Dameer yang bisa ia gangguin dan sebagai nya.
Miley turun dari kamar nya sambil sesekali menguap, ia menuju dapur dimana terdengar suara keributan di sana.
"Astaga, Dameer..." pekik Miley saat ia melihat Dameer duduk di lantai, memegang sendok dan memukul-mukulkan nya pada nampan di depan nya.
"Kak Adam kemana, Kak? Jadi Ayah kok tidak bertanggung jawab banget" gerutu Miley pada Alesha yang sedang sibuk memasak.
"Mas Adam ke bengkel, lagi pula memang nya apa yang Adam lakukan sampai kamu bilang dia tidak bertanggung jawab?"
"Ya ini, anak nya bukan nya di urus, sudah tahu Ibu nya sibuk" Alesha hanya tertawa mendengar omelan Miley yang tak berfaedah itu, kemudian Miley duduk bersila di depan Dameer namun ia sibuk dengan ponsel nya.
"Kak...." panggil Miley kemudian.
"Hmm" jawab Alesha.
"Kalau nanti Kak Alesha hamil, nama bayi nya kasih nama Adinda Putri Cantika Anggraeni Emmanuela Jianna Alfahri ya, Kak" Alesha yang sedang menumis capcay langsung menghentikan aktivitas nya hanya untuk menatap adik ipar nya itu yang menyarankan nama sekampung.
"Siapa, Mil?" tanya Alesha dengan dahi berkerut.
"Adinda Putri Cantika Anggraeni Emmanuela Jianna Alfahri" jawab Miley penuh penekanan yang membuat Alesha semakin mengernyit.
"Coba ulangi lagi, Mil"
__ADS_1
"Ya Allah, Kak. Nanti aku catat deh" kata Miley.
"Ya Allah, Mil. Itu nama sekampung kamu ambil semua?" tanya Alesha dan ia kembali fokus pada masakan nya.
"Tapi kan bagus nama nya, Kak"
"Itu berapa kata, Mil?"
"Sebentar, aku hitung dulu" kata Miley, kemudian ia menggumamkan nama itu dan menghitung nya dengan jari nya "Tujuh, Kak" dan seketika gelak tawa Alesha pecah.
"Tujuh? Kebanyakan, Mil. 2 atau 3 kata saja, biar gampang ingat nya"
"Tapi aku suka nama itu, Kak"
"Ya juga ya..."
"Iya, terus kalau misal nya kami di karunia anak cowok, apa kamu juga sudah menyiapkan nama untuk keponakan mu?"
"Sudah dong, kalau cowok nama nya Putra William Roberto Francisco Georgino Axcel Alfahri"
"Lidah mu engga keseleo, Mil?"
"Engga, dong. Kak Alesha suka kan?" tanya Miley dengan antusias sementara Alesha hanya meringis.
__ADS_1
"Aku yakin Kak Alesha dan Kak Adam pasti suka"
"Dari pada kamu sibuk menyiapkan nama yang sepanjang rel kereta api, lebih baik kamu memikirkan mau kemana setelah ini, ya?"
...... ...
Berbeda hal nya dengan Alesha yang pusing karena Miley menyiapkan nama yang membuat lidah nya keseleo, Vera justru pusing karena Bima tak bisa di hubungi. Padahal Bima mengatakan akan pulang pagi ini dan menjemput Vera untuk mengantar nya ke kantor.
"Mungkin dia akan berangkat kerja dari sana, Ver. Kamu naik taksi saja" kata Ibu nya Vera.
"Seharus nya dia kan kasih tahu" ketus Vera dan ia pun segera memanggil taksi.
"Sudah lah, mungkin dia kesiangan atau apa lah. Jangan emosi terus" Ibu nya memperingatkan.
"Hm" jawab Vera kemudian ia menyambar tas nya. Sang Ibu hanya bisa geleng geleng kepala, karena Vera mudah sekali terpancing emosi nya.
...... ...
Bima tentu tak bisa pulang karena baru semalam ia menikahi Raya, bahkan hari ini ia tidak di izinkan pergi kemana pun oleh Pak Agus, termasuk pergi bekerja.
"Kalian itu baru menikah, apa kata tetangga kalau kamu sudah pergi bekerja hari ini sementara tadi malam akad kalian" kata Pak Agus yang membuat Bima benar benar geram namun ia tak bisa apa apa.
"Jadi, sebaik nya kamu tetap di rumah. Temani Raya, apa lagi dia mual mual sejak pagi"
__ADS_1