Berbagi Cinta - Hati Perempuan

Berbagi Cinta - Hati Perempuan
Episode 75


__ADS_3

Adam pulang ke rumah nya setelah mengantar Alesha pulang, wajah Adam berseri seri seperti remaja yang baru merasakan jatuh cinta.


"Dam, kamu sudah pulang?" seru Om Hermawan yang masih tinggal di rumah Adam sampai Adam mendapatkan jawaban dari Alesha, dan juga ia memiliki beberapa pekerjaan di kota ini.


"He'em, bawa kabar gembira, Om" kata Adam sambil tersenyum sumringah.


"Apa Kakak janda sudah menerima pinangan kakak duda?" tanya Vitha sambil terkekeh.


"Pasti Miley yang ngajarin kamu manggil Kakak janda dan Kakak duda" tukas Adam karena ia tahu adik sepupu nya ini bukan tipe orang yang asal celetuk mengatakan sesuatu.


"Hehe, iya, Kak" kata Vitha.


"Terus Bagaiamana, Dam? Apa Alesha belum memberikan jawaban nya?" tanya Om Hermawan lagi.


"Di terima, Om. Dengan syarat dia tak mau di poligami" kata Adam antusias.


"Terus kamu sanggup engga memenuhi syarat itu?" tanya Om Hermawan lagi.


"Sanggup lah, Om. Aku tidak mau poligami juga, itu hal berat, Om. Bisa menjadi dunia akhirat kalau tidak bisa adil" kata Adam


"Terus rencana kalian selanjutnya apa?" tanya Om Hermawan lagi.


"Aku ingin cepat cepat menghalalkan nya, Om. Biar tidak terjadi fitnah, apa lagi status kita duda janda, Om"


"Ya sudah, nanti kita bicarakan lagi dengan keluarga mereka"


"Besok ya, Om"


"Ya Allah, nngebet banget ini duda satu..." celetuk Miley yang baru turun dari kamar nya dan ia sempat mendengar obrolan Kakak dan Paman nya itu.


"Biar cepat halal, Mel. Hal baik harus di segerakan" kata Adam.


"Tapi kalau besok tidak bisa, Dam. Aku mau bertemu Pak Tubagus, kamu juga ikut ya. Kata nya ada yang mau di bicarakan tentang investasi kita di sana, aku dengar perusahaan nya sedang merosot dan dia butuh dana lebih banyak" kata Pak Hermawan.


"Ya sudah, aku ajak Alesha juga ya, Om. Dia kan sudah resmi jadi calon istri ku, biar dia tahu siapa saja relasi ku" kata Adam yang membuat Miley mendelik.


"Bilang saja mau pamer calon istri..." cibir nya namun tak di indahkan oleh Adam.


"Boleh, Dam. Asal Alesha dan Dameer nya mau" jawab Om Hermawan yang tentu membuat Adam langsung memekik girang.


"Okey, Om. Aku kabarin Alesha dulu..." kata Adam dan ia langsung bergegas ke kamar nya dengan wajah yang berbinar bahagai.


"Padahal sudah tua juga, masih kayak remaja yang baru jatuh cinta" cibir Miley yang membuat Vitha dan ayah nya tertawa kecil.


...


Sementara di rumah nya, Alesha memberi tahu keluarga nya kalau ia menerima pinangan Adam. Dan tentu keluarga nya merasa bahagia dan mendoakan yang terbaik untuk Alesha.


Saat sedang mengobrol bersama keluarga nya, Alesha mendapatkan telpon dari Adam dan Alesha pun langsung menjawab nya.

__ADS_1


"Assalamualaikum, Mas"


"Waalaikum salam, Al. Kamu sibuk?"


"Engga, ini aku lagi kumpul sama Ibu, Ayah dan adik adik. Aku sudah kasih tahu meraka kalau aku menerima pinangan mu"


"Mereka senang engga?"


"Hehe, iya, senang"


"Bagus dong, aku juga senang sekali. Oh ya, aku mau ajak kamu menemui Pak Tubagus di kantor nya besok. Dia yang waktu itu sama aku pas di taman itu lho, Al. Sama Om Hermawan juga..."


"Oh ita iya iya, tapi kenapa ngajak aku, Mas? Maksud ku, kan aku tidak tahu harus apa"


"Kamu cuma perlu nemenin aku, kan sekarang kamu sudah jadi calon istri ku. Jadi aku ingin ngajak kamu kemana mana, biar kamu tahu relasi ku itu siapa saja dan apa saja yang aku lakukan"


Alesha terkekeh mendengar penuturan Adam yang menurut nya konyol itu.


"Tapi kan, Mas.."


"Ayo lah, Al. Sekalian jalan jalan, Dameer juga pasti senang"


"Apa?" tanya Dion tanpa bersuara dan Alesha menjauhkan ponsel nya dari sedikit


"Mas Adam, dia ngajak aku ke kantor teman nya" kata Alesha.


"Ya sudah, ikut saja. Jadi kalian semakin dekat" sambung Rianti.


"Halo, Mas..."


"Iya, Al. Bagaiamana? Mau ya?"


"Iya, Mas"


....


Keesokan hari nya, Adam menjemput Alesha di rumah nya dan ia di sambut dengan Dameer yang sudah cekikikan sambil memegang sekeping biskuit. Dameer di jaga oleh Rianti sementara Alesha masih bersiap siap di karenakan sejak tadi ia masih mempersiapkan Dameer.


"Hai, anak Papa..." seru Adam dan ia mengulurkan tangan nya pada Dameer, Dameer pun langsung mengulurkan tangan nya juga pada Adam.


"Wah, sudah anak Papa ya..." goda Rianti pada calon Kakak ipar nya itu.


"Iya dong, kan sudah di terima Mama nya, tinggal halalin saja" kata Adam yang kini sudah menggendong Dameer.


"Mas..." seru Alesha yang kini sudah siap "Maaf ya lama, tadi Dameer masih rewel" ujar nya.


"Tidak apa apa" jawab Adam sambil tersenyum "Kita berangkat sekarang?" tanya Adam sembari memberikan Dameer pada Alesha.


"Iya. Oh ya, Om Hermawan bareng kita juga?" tanya Alesha kemudian.

__ADS_1


"Dia pakai mobil sendiri, kan nanti habis dari kantor kita jalan jalan" kata Adam sembari membawakan tas Alesha yang berisi beberapa barang yang mungkin akan di butuhkan Dameer.


"Kamu pergi dulu, Ri..." Alesha pamitan dengan adik bungsu nya itu.


"Hati hati" kata Ranti yang mengantar mereka sampai depan runah.


"Oh ya, Al. Ayah sama Ibu kamu dimana?" tanya Adam sembari membuka kan pintu untuk Alesha dan Alesha pun masuk ke mobil Adam


"Mereka ke pasar, tapi mereka tahu kok kalau aku pergi sama kamu" kata Alesha yang sudah duduk manis di dalam mobil dan Adam pun menyusul nya.


"Hem okey, kita jalan sekarang. Dameer siap?" kata Adam pada Dameer yang tentu tak mengerti apa yang di katakan Adam namun Dameer tetap cekikikan.


"Gemesin banget sih anak satu ini hmmm" Adam mencubit pipi Dameer dengan gemas sebelum menancap gas.


.........


Sementara di perusahaan Pak Tubagus, Om Hermawan sudah sampai dan ia menunggu Pak Tubagus di ruangan nya. Menurut informasi dari sekretaris Pak Tubagus, Pak Tubagus sekarang sedang berada di jalan.


Om Hermawan pun menunggu dengan sabar dan tak lama kemudian yang di tunggu pun datang


"Maaf ya, Pak. Saya telat..." seru Pak Tubagus.


"Tidak masalah, Pak. Justru saya yang dateng nya kecepatan" kata Om Hermawan terkekeh


"Bukan nya Adam juga mau datang??" tanya Pak Tubagus lagi.


"Iya, tadi dia pergi menjemput calon istri nya dulu. Katanya nanti sekalian mereka mau jalan jalan.."


"Adam sudah punya calon istri?" pekik Pak Tubagus terkejut.


"Iya, Alhamdulillah. Setelah bertahun tahun men duda dan hanya fokus pada pekerjaan nya, akhir nya Adam menemukan belahan jiwa nya juga" kata Om Hermawan sambil terkekeh.


Sementara di luar, Adam memarkirkan mobil nya dan kemudian ia turun dari mobil.


"Mas, apa aku tunggu di mobil saja?" tanya Alesha.


"Jangan lah, nanti lama. Kasihan Dameer" kata Adam dan ia membuka kan pintu untuk Alesha.


Kedua nya pun naik lift menuju ruangan Pak Tubagus dan Adam yang menggendong Dameer, dan saat memasuki ruang kerja pak Tubagus, Pak Tubagus terkejut karena calon istri Adam adalah wanita yang pernah kehilangan bayi nya di taman.


"Dunia sempit sekali..." kata Pak Tubagus sambil tertawa mengingat kejadian itu.


"Iya, untung saja waktu itu Bapak mengajak ku ketemuan di taman. Jadi ketemu deh sama malaikat kecil ini..." kata Adam yang menggendong Dameer.


Mereka pun tertawa begitu juga dengan Alesha, ia tak menyangka Adam akan membawa nya berbaur dengan orang orang penting seperti ini.


Pak Tubagus menyuruh sekretaris nya untuk membuatkan minuman untuk tamu mereka yang lebih dari seorang investor.


Tak lama kemudian sekretaris Pak Tubagus masuk ke ruang kerja Pak Tubagus untuk menyajikan minuman dan saat sang sekretaris menyajikan minuman , ia sangat terkejut saat melihat Alesha bahkan sampai tak sengaja ia menumpahkan minuman ke celana Pak Hermawan yang tentu saja langsung mendapatkan bentakan dari Pak Tubagus

__ADS_1


"Vera, hati hati..."


__ADS_2