
Vera pulang kerumah nya namun ibu nya tak menerima nya dengan baik, Vera bisa memahami perasaan ibu nya namun ia tetap membenarkan tindakan nya yg kata nya karena cinta.
"Lalu kenapa kamu selalu menolak Bima dulu? dan saat dia sudah menjadi suami saudari Mu sendiri, kamu malah merebut nya" hardik ibu nya kesal.
"Aku baru menyadari kalau Mas Bima bisa jadi suami yg baik, Bu. Aku tahu aku salah" ujar Vera lirih.
"Lagian kenapa mau mau nya jadi istri kedua sih, huh? kamu dan Alesha itu sama sama perempuan, kenapa kamu tidak memikirkan perasaan nya?"
"Mas Bima tidak mencintai Alesha, Bu. Mas Bima cinta nya cuma sama aku, dan aku ikhlas kok kalau aku harus berbagi Cinta sama Alesha, asal kan aku tetep memiliki Mas Bima"
"Hati Perempuan mana yg rela berbagi, Ver? itu naffsu, naffsu sesaat mu yg iri sama kehidupan Alesha, ya kan?"
"Bu..."
"Ibu kecewa sama kamu, Ver. Selama ini kita hanya hidup berdua, kita bergantung pada keluarga Alesha, tapi ini balasan kamu"
...
Sepulang nya bekerja, Bima mampir di beberapa toko buah untuk mencari mangga muda, di saat tak musim mangga seperti ini memang sangat sulit menemukan mangga muda sementara Alesha mengatakan ia mengidam mangga muda.
"Coba cari di orang yg jualan rujak buah, Mas. Biasa nya ada" ujar penjaga toko buah yg kesekian.
Bima melirik arloji nya, ini sudah petang dan Bima tidak yakin bisa menemukan mangga muda yg di idamkan oleh istri nya itu.
Bima merogoh ponsel nya dan menghubungi istri pertama nya itu. Tak lama kemudian terdengar suara lembut Alesha
"Kenapa, Mas?"
"Sayang, mangga muda nya tidak ada, aku sudah cari ke semua toko buah" ujar Bima
"Ya sudah, Mas. Tidak apa apa" terdengar jawaban Alesha yg membuat Bima merasa kasihan.
"Ya udah, besok aku carikan lagi ya..." ucap Bima lagi sambil tersenyum, terdengar kekehan Alesha yg membuat hati Bima mengangkat.
"Padahal aku baru mendengar nya tertawa, belum melihat na, tapi hati ku sudah menghangat" batin nya
Setelah memutuskan panggilan istri nya, Bima berfikir sejenak dan ia memutuskan untuk mencari buah mangga muda itu sampai dapat. Bima berkeliling mencari tukang rujak, hingga akhir nya ia menemukan seorang yg menjual rujak buah dan ada mangga nya.
"Beli rujak buah, Mas?" tanya orang itu.
"Beli mangga nya saja boleh tidak? istri saya lagi hamil" tukas Bima penuh harap, namun pria itu menggeleng sambil tersenyum sungkan.
__ADS_1
"Maaf, Mas. Tapi mangga saya sisa dua saja, sekarang susah cari mangga" ujar nya.
"Iya, Pak. Saya tahu, tadi saya juga sudah keliling cari buah, istri saya lagi hamil muda anak pertama kami, tolong ya, Pak..." Bima me lipat tangan nya di dada, membuat orang itu merasa kasihan sebenar nya.
"50 ribu deh satu ini, yg kecil saja... ' bujuk Bima lagi.
"Beneran, Mas? 50 ribu?" tanya nya antusias dan Bima langsung mengeluarkan satu lembar uang 50 ribuan dari dompet nya, pria itu langsung membungkus mangga itu dengan plastik kecil dan menerima uang Bima.
"Terima kasih banyak ya, Pak. Istri saya pasti senang" kata Bima.
...
Sementara itu, Bima sedang duduk santai bersama mertua nya, mereka melihat Vera yg baru pulang entah dari mana. Sungguh ketiga nya tak perduli.
Tapi ya, Alesha tidak pernah sekalipun mempengaruhi mertua nya untuk membenci Vera, justru sebalik nya, mertua nya lah yg terus saja menggunjingkan Vera dan sampai detik ini tak mengaggap Vera ada di rumah nya. Ini salah satu alasan Vera lebih suka berada di kamar nya.
"Pelakor datang ke rumah istri sah....." desis ibu mertua nya tajam. Vera hanya mendelik dan berjalan masuk melewati mereka.
Sementara Alesha hanya memasang wajah dingin nya setiap kali berapapasan dengan Vera, Alesha masih tidak percaya rasa nya saudara nya sendiri tega menghancurkan hidup nya.
Tak lama kemudian Bima datang dengan membawa satu mangga muda dan ia langsung memamerkan nya pada Alesha, membuat Alesha senang karena ia sungguh mengidam kan mangga muda ini.
"kata nya tidak dapat, Mas?" tanya Alesha mencium mangga itu.
"Sekarang anak Papa senang tidak? Mangga nya sudah dapat..." ujar nya pada perut Alesha. Mertua nya yg melihat itu juga tampak senang. Setidak nya kehamilan Alesha membuat Bima perhatian pada Alesha, meskipun bagi Alesha itu sungguh tidak cukup.
Di tengah kebahagiaan nya dengan kehamilan anak pertama nya ini, Alesha merasa sedih karena Bima tetep tidak bisa mencintai nya.
Sementara Vera yg mendengar suara Bima langsung bergegas keluar dari kamar nya, ia bahkan langsung menggandeng tangan Bima dan mengecup pipi nya di depan semua orang.
Lagi lagi membuat hati Alesha seperti terhujam dengan ribuan anak panah, dan Bima malah tersenyum menerima perlakuan Vera.
"Mas, ayo..." Vera menarik Bima ke kamar nya dan Bima menurut saja, tanpa sedikit pun memikirkan perasaan Alesha yg semakin hari semakin hancur melihat kemesraan kedua insan itu.
"Sabar, Nak..." ibu mertua nya mengusap pundak Alesha dengan lembut.
"Rasa nya sakit sekali, Bu" lirih Alesha dengan suara yg tercekat di tenggorokan nya, setetes air mata kembali mengalir besar dari pelupuk mata nya.
"Akan ada pelangi setelah hujan..." Sambung ayah mertua nya "Dan percayalah, kamu memenangkan segala nya dari Vera. Kamu istri Bima yg sempurna, menantu kami yg sempurna. Dia bukan apa apa di banding kamu" lanjut ayah nya menguatkan Alesha. Namun Alesha menggelengkan kepala nya, dada nya masih terasa begitu sesak.
"Jika saja aku tidak hamil, aku ingin bercerai rasa nya..." lirih nya dan isak tangis nya pecah, ibu mertua nya langsung merengkuh Alesha dalam dekapan nya.
__ADS_1
"Ibu faham perasaan mu, Nak. Tidak ada hati perempuan yg tidak sakit jika ada perempuan di hati suami nya. Tapi ibu mohon, jangan bercerai dari Bima. Kasihan calon anak kalian..." pinta nya setengah memohon pada Alesha.
Alesha hanya terus menangis dalam dekapan ibu nya.
" Sebaik nya kamu makan mangga mu ya, sini, biar ibu potongin" ujar ibu nya lagi mengambil buah mangga itu dari tangan Alesha. Alesha tersenyum dan mengangguk.
"Tapi aku mau sholat maghrib dulu, Bu" ujar nya saat terdengar suara adzan berkumandang.
Ibu nya mengangguk dan mempersilahkan Alesha ke kamar nya, semenjak ada Vera, Bima sangat jarang sholat bersama Alesha, tentu saja karena Vera yg melakukan segala cara untuk menjauhkan Alesha dari Bima.
Ibu nya Bima mengupas buah itu kemudian memotong nya kecil kecil dan menyimpan nya di kulkas, karena ia sendiri harus sholat bersama suami nya.
...
Alesha yg sudah selesai sholat, bergegas turun ke dapur karena ia sungguh ingin memakan mangga itu. Namun Sesampai nya di dapur, ia malah menemukan Vera yg memakan mangga itu.
"Itu kan punya ku..." tegas Alesha.
"Aku juga mau, kan Mas Bima yg beli, bukan kamu" jawab Vera.
"Tapi Mas Bima itu beli nya buat aku" tegas Alesha lagi.
"Aku kan juga istri nya..."
Alesha menggeram marah mendengar jawaban Vera dan mata nya sudah terasa panas dan berkaca kaca, namun Alesha menahan diri agar air mata nya tidak tumpah di depan Vera.
"Ada apa?" tanya Bima yg datang ke dapur.
"Mas, mangga nya aku makan, tidak apa apa kan?" tanya Vera sambil menyunggingkan senyum manis nya pada Bima. Bima tercengang dan ia menatap Alesha yg tampak kesal dan bahkan seperti ingin menangis.
"Kamu tahu aku hamil dan aku mengidam mangga itu..." tegas Alesha kemudian pada Vera, yg membuat Vera mendelik dan kemudian menyimpan piring bekas mangga itu di wastafel.
"Al, sudah tidak apa apa. Mungkin Vera juga ingin makan mangga..." ujar Bima dengan santai nya yg membuat emosi Alesha naik ke ubun ubun nya.
Ini lah yg membuat Alesha sedih dan marah, kejadian seperti ini bukan hanya terjadi sekali. Tapi berkali kali dalam segala hal, dan tak pernah sekalipun Bima membela Alesha di depan Vera. Bima selalu membela Vera dan membenarkan tindakan Vera.
Alesha menarik nafas dalam dalam dan mencoba menenangkan diri nya sendiri, ini demi janin nya.
"Terserah kau lah" ujar Alesha pada akhir nya.
Dan semenjak kejadian itu, Alesha berusaha lebih fokus pada diri nya sendiri.
__ADS_1
Ia masih menjalankan tugas nya sebagaimana seorang istri, walaupun ia sakit hati pada Bima, namun sebagai istri, Alesha masih memiliki kewajiban pada Bima. Ia tak ingin lagi terlibat dalam masalah apapun dengan Vera, dan jika Alesha punya sesuatu, Alesha membawa nya ke kamar nya. Ia tak sudi milik nya di ambil lagi oleh Vera dengan seenak nya dan Bima yg tak sedikitpun membela nya di depan Vera