Berbagi Cinta - Hati Perempuan

Berbagi Cinta - Hati Perempuan
Episode 83


__ADS_3

Alesha dan Adam pergi ke sebuah butik yang cukup besar, dan sudah Alesha pastikan semua barang ini mahal mahal.


"Kenapa?" tanya Adam yang melihat Alesha tampak tak nyaman berada di butik itu.


"Kamu yakin kita mau belanja di sini, Mas?" tanya Alesha.


"Iya, barang di sini bagus bagus, Al. Kamu pasti suka" kata Adam semangat.


"Tapi kan di sini pasti mahal..."bisik Alesha yang membuat Adam tersenyum tertahan.


"Di sini lagi banyak diskon besar besaran" tukas Adam yang tentu saja ia berbohong.


"Beneran?" tanya Alesha dengan kedua bola yang membulat sempurna, Adam pun hanya menganggukkan kepala nya.


Sementara Dion dan Vitha masih setia menjadi dayang dayang calon pengantin itu, Dion juga selalu mencuri pandang pada Vitha yang manis dan pendiam.


"Vith, kalau kamu pengen apa. Ambil saja ya, kamu juga, Di" kata Adam.


"Mau cari apa, Pak? Bu?" tanya seorang karyawan butik yang menyambut kedatangan Adam.


"Kami mau cari pakaian untuk akad nikah kamu, Mbak" kata Adam.


"Oh, di sebelah sini, Pak. Mari ikut saya..." kata pelayan itu dan Adam juga yang lain nya pun mengikuti si karyawan yang membawa mereka ke ruang di sebelah nya.


Di ruang itu terpajang kebaya dan beberapa gaun pengantin yang tentu nya sangat cantik.


Adam dan Alesha pun melihat lihat kebaya yang di pajang di mannequin.


"Kamu mau yang mana, Al?" tanya Adam dan bukanya menjawab, Alesha justru menggeleng.


"Loh kenapa? Engga ada yang cocok? Mau cari di tempat lain?"


"Bukan, Mas. Tapi bagus bagus semua, bingung pilih nya" kata Alesha yang langsung membuat Adam terkekeh.


"Bagaiamana kalau kamu coba yang ini?" Adam menunjuk sebuah kebaya warna hijau muda.


"Aku tidak cocok dengan warna nya, Mas" cicit Alesha.


"Kamu suka warna apa?" tanya Adam kemudian.

__ADS_1


"Yang terlihat tidak mencolok, kulit aku kan gelap" kata Alesha dan secara otomatis Adam memperhatikan lengan Alesha dan memang benar, kulit Alesha tidak putih tapi tidak juga gelap. Alesha memiliki kulit warna sawo matang dan bagi Adam, justru Alesha terlihat manis dengan warna kulit nya ini.


"Aku sih suka putih..." kata Adam kemudian "Kalau putih tuh seperti suci, bercahaya terus masuk ke kulit warna apapun" lanjut nya karena ia tak ingin Alesha minder dengan warna kulit nya itu.


"Kamu coba ini ya..." Adam menunjuk sebuah kebaya warna berwarna putih dengan model yang terlihat anggun.


"Tapi kayaknya kebesaran deh, Mas. Aku kan tidak terlalu tinggi..." cicit Alesha lagi dan kembali ia merasa minder dengan tinggi tubuh nya tidak proporsional itu.


"Bisa di kecilin, Bu..." sambung si Karyawan yang sejak tadi menemani mereka.


"Benarkah?" cicit Alesha dan karyawan itu tersenyum sambil menganggukkan kepala nya.


"Mau coba? Saya bisa bantu..." tawar nya.


"Coba saja, Al. Nanti kalau tidak cocok kan bisa pilih yang lain" ujar Adam.


"Ya udah, aku titip Dameer ya" kata Alesha kemudian ia memberikan Dameer yang tertidur pada Adam. Adam pun mengambil Dameer dengan hati hati, apa lagi ketika bocah berusia satu tahun itu menggeliat.


Alesha dan karyawan butik nya pun langsung bergegas ke ruang ganti, sementara Adam duduk di sofa sembari menimang Dameer. Sementara Vitha berkeliling di ruangan itu dan melihat lihat gaun yang terpajang di sana.


Tatapan Vitha kemudian terpaku pada sebuah gaun berwarna putih polos full crystal, terlihat sangat cantik dan elegan meskipun gaun itu memiliki potongan yang simple. Dion yang sejak tadi memperhatikan Vitha pun juga memperhatikan gaun itu dan seketika Dion membayangkan gadis itu memakai gaun nya, pasti cantik. Fikir Dion.


"Tidak, itu tidak cocok. Potongan dada nya terlalu rendah" tukas Adam.


"Itu juga yang aku fikirin..." gumam Alesha.


"Coba yang lain, Mbak. Emm yang itu... " seru Adam sembari menunjuk salah satu kebaya namun warna nya tidak putih seperti kebaya sebelum nya, warna kebaya itu putih susu.


Alesha kembali mencoba kebaya itu dan saat menunujukan nya pada Adam, lagi lagi Adam tak suka dengan alasan yang sama.


"Carikan yang dada nya tertutup, Mbak" kata Adam.


"Rata rata kebaya memang potongan dada nya seperti ini, Pak" jawab Karyawan itu.


"Itu masih terlalu rendah, aku tidak mau ada yang melihat dada calon istri ku" kata Adam setengah kesal.


"Bisa di pakaikan kemben nanti, Mas" kata Alesha kemudian "Aku suka yang ini, Mas. Tidak terlalu besar dan tidak perlu di kecilin" tukas Alesha dan kini ia seperti gadis yang merajuk pada pacar nya.


"Tapi, Al. Dada nya..."

__ADS_1


"Pakai kemben..." Alesha kembali merengek, Adam yang tak pernah melihat Alesha merengek pun akhirnya mengangguk setuju.


"Jadi mau ambil itu?" tanya Adam dan Alesha mengangguk semangat.


"Jangan cuma ambil satu, takut nya butuh nanti. Rianti sama Miley belikan juga, buat Mama juga, Al" tukas Adam dan Alesha pun hanya mengiyakan.


Tanpa sepengetahuan Alesha, Adam membeli kebaya berwarna merah maroon untuk Alesha. Adam ingin Alesha tampil percaya diri dengan warna apapun pakaian nya sekalipun kulit nya tidak putih bening seperti model model.


.........


Saat hari menjelang sore, Vera sudah berada di dapur dan ia membuat makan malam untuk suami nya. Vera tak ingin masalah mereka berlarut larut apa lagi kalau sampai di dengar oleh Ibu mertua nya. Bisa bisa Vera di tertawa kan oleh Ibu mertua nya yang sampai detik ini masih tak mau menerima Vera sebagai menantu nya dan masih selalu mengelu elukan Alesha.


Sementara Bima, ia justru merasa malas pulang ke rumah nya dan ia pun pulang ke rumah orang tua nya.


"Bim..." teriak Ibu nya Bima karena sejak pulang kantor, Bima tidak keluar kamar sedikit pun "Turun makan, Bim" teriak Ibu nya lagi.


Bima yang saat ini hanya duduk merenung di kamar nya pun segera turun. Ia melihat kedua orang tua nya sudah ada di meja makan, dan Bima melihat Ibu nya memakai koyo di kedua pelipis nya.


"Ibu sakit?" tanya Bima sembari menarik kursi di samping sang Ibu.


"Iya, sakit kepala sejak kemarin. Seperti di pukul dengan palu kepala Ibu, Bim" adu sang Ibu "Sampai Ibu tidak sempat bersih bersih, tidak nyuci. Masak juga seadanya, Ibu tidak bisa ke pasar" tutur nya yang justru hal itu membuat Bima teringat dengan Alesha.


Dimana saat Alesha masih tinggal di rumah itu sebagai istri nya, Alesha selalu mengurus rumah tanpa mengeluh. Alesha merawat orang tua Bima dengan tulus, tanpa di minta pun Alesha selalu memenuhi kebutuhan ayah dan Ibu Bima. Apa lagi jika Ibu Bima sakit, Alesha merawat nya dengan sangat baik, lebih baik dari Bima yang notabane nya anak kandung meraka.


"Kenapa kamu diam, Bim? Tumben juga kamu tiba tiba pulang?" tanya Ayah nya Bima.


"Tidak apa apa, Yah" jawab Bima lirih.


"Oh ya, bagaimana kabar Dameer?" tanya sang Ibu.


"Baik, Bu" jawab Bima.


"Besok kita ke rumah Alesha ya, kangen sekali Ibu sama cucu Ibu"


"Emm, Bu. Sebenarnya.. Alesha mau menikah lagi" cicit Bima yang tentu saja membuat kedua orang tua Bima terkejut.


"Kata siapa?" tanya nya.


"Aku sudah ketemu calon suami nya, dan mereka memang mau menikah"

__ADS_1


__ADS_2