
Wajah Alesha berseri seri saat ia terbangun dalam pelukan Bima pagi ini, kini ia dan Bima telah resmi menjadi suami istri yg seutuh nya. Alesha tak bisa menyembunyikan senyum yg mengembang di bibir nya setiap kali ia mengingat bagaimana Bima mencium nya, mencumbu nya, dan pada akhir nya apa yg Alesha harapkan terwujud. Ketika Bima mengambil mahkota nya yg selama ini ia jaga dengan begitu lembut, hati hati, dan memuja Alesha dengan sentuhan nya.
"Hem, tumben keramas pagi pagi, Al..." seru Ibu mertua nya sambil mengulum senyum, Alesha yg mendapatkan teguran itu seketika menunduk malu dengan pipi yg merona.
"Hehe, iya, Bu.." hanya itu yg mampu ia katakan. Ibu nya pun hanya terkekeh dan meninggalkan Alesha berkutat di dapur sendirian seperti biasa nya.
Alesha sudah membuat kan kopi untuk ayah mertua nya, sudah membuat kan teh panas untuk ibu mertua nya dan sekarang saat nya ia membuat sarapan.
....... ...
Bima tersenyum saat melihat pakaian nya sudah siap di atas ranjang, ia mengambil nya dan kemudian memakai nya. Bima melempar handuk nya yg basah ke ranjang yg kini sudah di ganti seprei yg baru, Alesha memang sudah mengganti seprei nya saat mereka bangun tadi karena seprei yg tadi malam terkena noda merah tanda kesucian Alesha.
Bima seperti ABG yg baru merasakan kasmaran saat ia senyum senyum sendiri mengingat malam panjang dan panas yg telah ia lewati bersama Alesha, gadis itu... Ah bukan, wanita. Wanita itu begitu polos, begitu murni, dan menggemaskan.
Bima hampir tidak percaya bahwa Alesha sudah berusia 25 tahun saat ia bahkan tidak tahu cara nya berciuman, tak hanya itu, Alesha begitu gugup saat Bima mencumbu nya, gugup yg bercampur dengan gairah, membuat Bima merasa gemas. Bima tahu Alesha tidak banyak bergaul, selain itu dunia nya hanya berpusat pada diri nya sendiri, pekerjaan dan blog pribadi nya. Dan malam pertama yg Alesha berikan membuat Bima benar benar merasa terkesima.
"Kenapa aku malah memikirkan itu lagi..." Bima memukul kepala nya sendiri sambil terkekeh.
Ia segera berpakaian dengan lengkap, kemudian untuk pertama kali nya ia turun ke meja makan tanpa harus di panggil oleh Alesha.
__ADS_1
"Selamat pagi..." bahkan untuk pertama kali nya setelah menikah, Bima menyapa Alesha dan kedua orang tua nya dengan senyum sumringah. Ayah dan Ibu Bima saling melirik dengan menahan senyum geli nya, mereka fikir rupa nya malam pertama membuat mereka menyatu. Ah, semoga saja.
"Eh, Mas... Tumben sudah turun, buru buru ya?" tanya Alesha dengan polos nya.
"Bukan, biar kamu tidak perlu memanggil aku terus" ujar Bima yg membuat Alesha tersenyum hangat, senyum yg selalu membuat hati Bima ikutan menghangat.
Bima menarik kursi dan duduk di sisi kiri ayah nya, sementara Alesha hendak menarik kursi di sisi kanan ayah nya namun Bima mencegah nya.
"Duduk di sini saja..." ia meminta nya duduk di sisi nya, Alesha kembali merona saat Bima menatap nya dengan tatapan yg berbeda dari sebelumnya.
Mereka pun sarapan seperti biasa, namun kali ini sesekali Bima ikut menimbrung ketika orang tua nya dan Alesha membicarakan sesuatu. Membuat suasana di meja makan lebih hidup dan membuat pagi mereka lebih cerah.
Setelah selesai sarapan, seperti biasa Alesha membereskan meja makan, sementara Bima kembali naik ke kamar untuk mengambil ransel nya.
"Ada apa, Mas?" tanya nya dengan suara nya yg lembut.
"Emmm, aku mau kasih ini...." Bima mengeluarkan amplop dari ransel nya yg berisi beberapa lembar uang dan meletakkan nya di meja "Buat kebutuhan kamu, kamu boleh beli apa saja kebutuhan kamu" tukas nya.
Alesha mencuci tangan nya sebelum akhirnya menghampiri Bima, ia mengambil amplop itu dan memasukan nya ke dalam saku daster nya.
__ADS_1
"Terima kasih" ucap Alesha tulus sambil tersenyum, ini memang pertama kali nya Bima memberi nya uang. Sebelum nya? Tidak sama sekali, namun Alesha tidak keberatan karena semua kebutuhan dapur sudah sangat lengkap.
"Aku kerja dulu kalau begitu..." ucap Bima kemudian, Alesha pun mengantar Bima sampai ke depan. Dan sebelum Bima naik ke motor nya, Alesha salim dan mencium punggung tangan suami nya itu.
"Hati hat...." ucapan Alesha terhenti saat tiba tiba Bima mengecup pelipis nya tanpa izin, Alesha bahkan menahan nafas nya dan jantung nya berdegup kencang.
"Aku pergi dulu..." ujar Bima kemudian ia menaiki motor nya, menyalakan nya dan pergi meninggalkan Alesha yg masih mematung dengan hati yg berbunga bunga dan jantung yg berdebar.
....... ...
Semenjak malam pertama mereka lalui, kini Alesha dan Bima benar benar seperti pasangan suami istri pada umum nya. Rutinitas harian yg di lakukan Alesha dalam melayani Bima membuat Bima sungguh merasa nyaman.
Ketika Alesha mengantar nya bekerja, ketiak Alesha menyambut nya pulang. Ketika Alesha dengan sabar mengurus semua pekerjaan rumah, membuat Bima dan kedua orang tua nya begitu menghargai Alesha.
Dan yg membuat Bima semakin takjub pada Alesha, adalah ia yg mampu menjaga keuangan nya dengan baik, Alesha tidak pernah meminta uang tambahan sekalipun. Alesha akan mendahulukan keperluan Bima dan dapur nya sebelum keperluan nya sendiri.
Seiring berjalan nya waktu, dengan semua perhatian dan keperdulian yg Alesha tunjukkan pada Bima,. Membuat Bima merasa ia telah menyukai Alesha. Apa lagi setiap kali ada Alesha di dekat nya, Bima selalu merasa nyaman.
Karena Bima dan Alesha tidak mengadakan bulan madu, Bima berinisiatif membawa Alesha untuk liburan. Agar hubungan kedua nya semakin baik dan semakin kuat.
__ADS_1
Kedua nya liburan selama tiga hari, karena Bima tidak punya banyak waktu cuti. Namun hal itu tidak masalah bagi Alesha, yg membuat nya senang adalah asal ada Bima di sisi nya.
Hari berganti minggu, minggu berganti bulan, dan tak terasa waktu yg berjalan begitu cepat, hampir satu tahun pernikahan Alesha dan Bima berjalan. Semua nya baik baik saja selama ini, dan jika pun ada masalah yg datang, Alesha selalu memiliki solusi yg bijak, meskipun ia yg harus mengalah, asalkan rumah tangga nya baik baik saja, ia tak masalah.