
"Cari Bima?" tanya Toni pada Alesha dan Alesha hanya mengangguk sembari tersenyum tipis, perhatian Toni seketika teralih pada Rianti dan hal itu membuat Rianti salah tingkah.
"Sebenarnya Bima sedang sibuk, karena..."
"Karena apa?" tanya Alesha dan nampak sekali kecemasan di mata nya.
"Sepertinya dia akan di angkat jadi manager Bank..." seru Toni yang membuat Alesha terkejut namun kemudian tersenyum senang.
"Apa itu benar?" tanya Alesha antusias.
"Iya dong, kamu pasti kenal suami mu kan? Sudah lama kerja di sini dan selalu kerja dengan sangat rajin" tukas Toni.
"Alhamdulillah kalau gitu..." lirih Alesha "Sebenar nya aku ke sini cuma mau memastikan kalau Mas Bima baik baik saja, karena sudah tiga hari dia tidak pulang" tutur Alesha setengah berbisik.
"Dia tinggal di rumah ku, Al. Untuk menenangkan diri mungkin..." ujar Toni sementara ekor mata nya masih melirik Rianti.
"Ya sudah kalau begitu, asalkan dia baik baik saja itu sudah membuat aku lega" kata Alesha "Ayo, Ri. Kita pulang..." ajak Alesha dan ia menarik tangan Rianti.
"Tunggu, Al..." Toni mengejar Alesha dan Rianti, bahkan ia menghalangi langkah mereka.
"Ada apa, Ton?" tanya Alesha.
"Kamu tidak mau menemui Bima? Atau mungkin mengucapkan selamat pada nya atas jabatan baru nya?" tanya Toni.
"Aku senang dan bersyukur atas jabatan baru nya itu, aku pulang dulu..."
Alesha dan Rianti pun pergi dari sana, meninggalkan Toni yang menahan senyum apa lagi saat Rianti menoleh pada nya dan menunjukan wajah risih nya.
"Kak, teman nya Mas Bima itu liatin aku terus dari tadi..." adu Rianti saat sudah berada di atas motor nya.
"Masak sih, Dek? Mungkin naksir, Dek..." goda Alesha sambil terkekeh.
"Ih, tidak mau. Lagian aku sudah punya pacar..." tukas Rianti dan ia pun menyalakan motor nya setelah Alesha sudah duduk nyaman di belakang nya.
"Hati hati pacaran ya, Dek. Kakak tidak mau kamu sampai melampaui batas, kalau memang kalian cocok, halalkan saja"
"Nanti, Kak. Kalau dia sudah mapan kata nya, aku tidak mau menikah sama pria yang belum mapan, nanti yang ada hidup ku susah kayak hidup keluarga kita" tukas Rianti namun Alesha hanya menanggapi nya dengan senyum tipis, karena memang benar apa yang di katakan Rianti kalau keluarga nya itu memang hidup pas pasan.
"Kak, sekarang Mas Bima sudah naik jabatan, gaji nya pasti juga lebih tinggi..." ujar Rianti kemudian "Dia pasti bisa menghidupi dua istri nya, apa Kak Alesha..."
__ADS_1
"Rianti..." Alesha segera memotong omongan Rianti yang sudah bisa ia tebak kemana arah nya "Kamu tidak mengerti apa yang Kakak rasakan, ini bukan hanya tentang keadilan yang berupa materi. Ini lebih dari itu..." tukas Alesha, Rianti hanya terdiam. Dan tak lama kemudian ponsel yang ada dalam ransel nya itu bergetar.
"Kak, kayak nya itu teman ku. Bisa tolong di jawab?" kata Rianti yang saat ini masih fokus menyetir.
Alesha pun merogoh ponsel Rianti dari ransel nya "Miley yang telfon..." ujar Alesha.
"Oh, si Miley. Jawab aja, Kak. Bilangin aku sudah di jalan..."
"Mau kemana?"
"Aku sudah janji mau makan siang sama dia, sekalian mau membicarakan tugas dia kata nya" kata Rianti.
Alesha pun menjawab nya dan mengatakan apa yang Rianti bilang, Rianti terus melaju menuju tempat dimana ia dan Miley janjian.
"Dek, anterin Kakak pulang dulu...." tukas Alesha karena Rianti sudah melewati jalan kerumah nya.
"Sesekali keluar rumah lah, Kak. Lagian di rumah cuma bisa menangis kan?" tanya Rianti dan Alesha hanya terdiam "Hari ini Kak Alesha jangan mikirin Mas Bima lagi, jangan menangis lagi..." Alesha hanya tersenyum mendengar apa yang di katakan adik nya itu.
Setelah menempuh perjalanan sekitar 15 menit, kini mereka sampai di sebuah restaurant jepang. Rianti menarik Alesha masuk ke Restaurant itu dan ia melambaikan tangan nya pada Miley yang sudah menunggu nya di meja pojok sana.
"Maaf ya lama, tadi masih nganterin kakak aku..." ujar Rianti dan Miley tampak sangat terkejut saat melihat Alesha, begitu juga dengan Alesha.
"Ini kan istri orang yang di taksir Kak Adam..." Miley juga menggumam dalam hati.
"Kenapa kalian saling pandang? Kalian sudah saling kenal?" tanya Rianti.
"Iya, kami pernah bertemu, Ri" Jawab Alesha dan Miley hanya menganggukan kepala nya saja.
"Kita pesan makanan dulu ya..." ujar Miley kemudian dan Rianti mengangguk. Mereka bertiga membaca menu di buku menu.
"Kamu mau pesan apa?" tanya Miley pada Alesha.
"Aku..."
"Kak Alesha aku pesanan ramen saja ya, sama kayak punya ku.." kata Rianti dan Alesha mengangguk saja.
"Oke deh, aku sama kalau gitu..." sambung Miley sembari melirik Alesha "Minum nya mau apa?"
"Aku orange juice, Kak Alesha Mau apa?" tanya Rianti.
__ADS_1
"Sama in saja" kata Alesha.
Miley menahan senyum melihat tingkah Alesha yang tampak sedikit berbeda dari pada saat menjadi pelayan Cafe, Alesha seperti menunjukan sikap asli nya yang pendiam dan sulit bergaul dengan orang baru.
Sambil menunggu pesanan datang, Miley mengeluarkan laptop nya dan membahas tugas nya dengan Rianti yang senior nya. Mereka membicarakan tugas kuliah yang sama sekali tak Alesha mengerti, jadi ia hanya diam saja.
Saat makanan datang, mereka pun menikmati hidangan nya, Rianti dan Miley masih membicarakan tentang kuliah nya sesekali.
....
"Alesha datang mencari ku?" tanya Bima dengan girang nya dan Toni mengangguk.
"Kenapa kamu tidak menyuruh dia menunggu ku, Ton?" pekik Bima kesal.
"Dia buru buru pulang, Bim. Aku bahkan sudah memberi tahu nya kalau kamu akan di angkat menjadi manager"
"Terus reaksi nya gimana? dia senang tidak?"
"Dia cuma bilang Alhamdulillah"
Bima langsung bernafas lesu mendengar jawaban Toni "Seperti nya dia sudah tidak mengharapkan apapun deh dari kamu..." ujar Toni.
"Aku juga tidak menyangka Alesha sudah sesiap itu bercerai dari aku, padahal dengan jabatan baru ku ini, aku akan jauh lebih mampu dari sebelum nya"
"Seperti nya bukan hidup bergelimang materi yang Alesha mau, tapi hidup yang nyaman dan damai" ujar Toni "Em kalau adik ipar mu itu, sudah punya calon belum?" tanya Toni malu malu.
"Rianti?" tanya Bima dan Toni mengangguk "Setahu ku sih dia sudah punya pacar, soal nya dia itu beda banget sama Alesha. Dia punya banyak teman dan mudah bergaul sama orang..."
"Hem begitu..." Toni mengangguk anggukan kepala nya.
"Jangan bilang kamu suka sama dia?" tuduh Bima.
"Suka sih, penampilan nya attractive.."
"Jangan nilai orang dari penampilan nya, kalau sudah jadi istri, mau penampilan nya attractive kayak apapun kalau tidak bisa jadi istri yang baik, tetap bikin kesel" tukas Bima.
"Pengalaman ya, Bang?" sindir Toni "Tapi beda sih, kamu kan bukan cuma suka tapi cinta, jadi tidak akan kesal kan?"
"Aku bukan cuma suka sama Vera karena penampilan nya, aku juga cinta sama dia dan memang siapa yang bisa mengendalikan cinta?" sanggah Bima.
__ADS_1
"Ya sudah, makan saja cinta mu sama Vera itu..." seru Toni dan melongos pergi dari hadapan Bima.