Berbagi Cinta - Hati Perempuan

Berbagi Cinta - Hati Perempuan
Episode 81


__ADS_3

Bima pulang ke rumah saat hari sudah sangat malam, ia sengaja pulang terlambat karena entah kenapa Bima tak ingin bertemu dengan Vera.


Sementara Vera, ia sengaja tidak tidur demi menunggu sang suami. Namun saat sang suami datang, Vera justru di abaikan dan itu membuat Vera sedih sekaligus kesal.


"Mas, kamu masih marah?" tanya Vera sembari menghampiri Bima yang saat ini melepas kaos kaki nya beserta sepatu nya, Bima tak menanggapi nya.


"Mas, aku minta maaf" kata Vera memelas dan bukan nya Bima merasa kasihan, Bima justru merasa semakin kesal pada Vera.


"Sudah lah, Ver. Tidak usah di bahas lagi..." ketus Bima dan ia pun bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Sementara Vera termenung di tempat nya, hati nya seperti di remas remas mendapatkan perlakuan yang begitu dingin dari Bima.


Sementara Bima, kini ia sudah berdiri di bawah guyuran air shower dengan fikiran yang kembali berkelana.


Bima merasa hidup nya sudah sempurna, pekerjaan tetap dengan gaji yang tinggi. Rumah pribadi sudah ia miliki, bahkan ia sudah berhasil mendapatkan wanita yang ia rasa sangat di cintai nya namun Bima merasa itu tak cukup membuat nya bahagia. Seperti ada bagian yang hilang dari diri nya.


"Agh..." pekik Bima dan ia meninju tembok dengan emosi yang bergemuruh di dada nya.


.........


Keesokan hari nya, Adam mengajak Alesha untuk mencari cincin pernikahan mereka.


"Dia benar benar bergerak cepat" cibir Dion yang membuat Alesha terkekeh.


"Gara gara kamu juga, Di. Coba saja waktu itu kamu tidak pakai acara memperingati Mas Adam..." kata Alesha masih terkekeh.


"Ya itu ada dampak positif nya juga kan, Kak? Berkat aku, 6 hari lagi kalian sudah akad" kata Dion.


Dan bersamaan dengan itu, terdengar suara klakson mobil dari luar dan itu adalah Adam yang akan menjemput Alesha untuk mencari cincin pernikahan mereka.


"Tuh, Calon papa mu sudah datang, Dam" kata Dion pada Dameer yang sudah siap untuk pergi bersama Alesha.

__ADS_1


"Mau ikut, Di? Mumpung libur kerja" tawar Alesha.


"Engga ah, Kak. Malas, mau di rumah saja. Main game" kata Dion.


"Oh ya sudah..." kata Alesha.


"Assalamualaikum..." terdengar suara seorang wanita dari luar dan Dion sangat kenal dengan suara wanita ini.


"Waalaikum salam, tunggu, Vith..." kata Alesha sembari menarik Dameer ke gendongan nya.


Alesha pun segera membuka pintu dan ia melihat Vitha yang tampak tersenyum kaku seperti menahan sesuatu "Kenapa, Vith?" tanya Alesha.


"Mau numpang buang air kecil, Kak. Hehe..." kata Vitha yang membuat Alesha ikut terkekeh juga.


"Ya Allah, itu saja kamu sudah terlihat sungkan begitu. Masuk..." kata Alesha dan Dion yang sejak tadi duduk di sofa, pura pura tidak melihat Vitha yang kini berjalan di depan nya menuju toilet.


"Kak..." panggil Dion setelah Vitha masuk ke toilet yang ada di samping dapur "Vitha ikut?" tanya nya setengah berbisik.


"Okey..." kata Dion kemudian bergegas ke kamar nya, membuat Alesha mengernyit bingung. Dan tak lama kemudian Dion keluar dan kini ia sudah memakai celana jeans panjang, sandal jepit dan kaos oblong warna hitam polos.


"Mau ikut, Di?" tanya Alesha yang semakin bingung dengan kelakuan adik nya itu.


"Iya, Kak" jawab Dion dan bersamaan dengan itu, Vitha juga sudah keluar toilet.


"Kata nya tadi tidak mau ikut, Di?" tanya Alesha.


"Nanti yang jagain Dameer siapa?" tanya Dion yang membuat Alesha langsung menaikan sebelah alis nya.


"Ya aku lah, ada Mas Adam juga, ada Vitha juga" jawab Alesha dengan polos nya.

__ADS_1


"Tapi kan nanti kalian sibuk berbelanja, nanti Dameer ngerecokin. Ya kan, Dam?" tanya Dion pada Dameer namun ekor mata nya melirik Vitha yang kini sudah berdiri di samping Alesha.


....... ...


"Kamu selingkuh, huh?" seorang pria membentak seorang wanita yang saat ini sedang menunduk takut di depan nya "Ini, kenapa bisa ada bekas merah di leher kamu?" tanya pria itu lagi namun wanita di depan nya masih menundukan kepala dan tak berani mendongak, tak berani menatap mata sang kekasih yang tampak sangat marah pada nya.


"Jawab aku, Raya!!!" bentak nya yang membuat Raya terkesiap dan sontak ia pun langsung mendongak, seketika tatapan nya langsung bertemu dengan tatapan berapi api pria nya.


"Kamu itu super posesif sama aku, temanan sama cewek tidak boleh, chat sama cewek tidak boleh. Tapi kamu sendiri apa?" bentak pria itu lagi yang membuat Raya langsung meneteskan air mata nya.


"Kamu itu sudah tidur dengan pria lain kan? Munafik kamu, Ray!!! Selama ini kamu selalu curiga aku selingkuh, kamu takut aku dekat dekat cewek lain. Tapi kamu sendiri?"


"Aku... Itu.. Itu cuma kecelakaan, Raf. Aku tidak sengaja" kata Raya.


"Kecelakaan kamu bilang?" tanya Rafli dan ia mencengkram pipi Raya dengan kasar, seolah ingin mematahkan rahang raya dan itu membuat air mata Raya mengalir semakin deras sambil meringis sakit.


"Kecelakaan tidak akan sampai meninggalkan banyak bekas seperti ini" seru nya sembari menghempaskan wajah Raya.


"Cukup ya, Rafli!!!" kini Raya justru ikut membentak, emosi nya sudah berada di ubun ubun karena perlakuan Rafli yang selalu kasar pada nya "Iya, aku memang selingkuh!!!" teriak Raya kemudian dengan berderai air mata.


"Dan kamu tahu kenapa aku sampai selingkuh? Karena kamu itu jahat, kasar, toxic" teriak nya lagi yang justru membuat Rafli tertawa sinis.


"Aku begini karena kamu, Raya. Kamu memenjarakan aku dalam hubungan kita, kamu over posesif, over protective. Apa apa aku harus laporan ke kamu, harus minta izin sama kamu, kamu fikri aku engga muak, huh?" ia berteriak tepat di depan wajah Raya yang sudah sembab karena air mata.


"Aku posesif karena aku sayang sama kamu, Raf. Aku tidak mau kehilangan kamu" lirih Raya.


"Itu bukan cinta, tapi obsesi" desis Rafli "Dan karena sekarang kamu sudah selingkuh, maka lebih baik kita putus. Aku tidak sudi memiliki wanita yang sudah di cicipi pria lain" geram Rafli yang membuat hati Raya terasa begitu di remas dan air mata semakin deras mengalir di pipi nya.


"Kenapa? Bukan nya ini kan yang mau mau? Putus dari pacar toxic kamu ini?" tanya Rafli dan Raya menggeleng pelan.

__ADS_1


Cerita sebenar nya...


Rafli, yang tak lain adalah pacar Raya memang toxic dan itu di karenakan Raya sendiri yang over posesif. Membuat Rafli tidak sanggup menjalani hubungan dengan Raya, namun setiap kali Rafli ingin putus, Raya akan mengancam bunuh diri. Dan itu membuat Rafli semakin marah pada Raya, ia tak bisa apa apa karena ayah Raya adalah seorang polisi dan selalu mendukung apapun yang Raya mau, bahkan Ayah Raya mengancam Rafli akan mejebloskan nya ke dalam penjara jika Rafli meninggalkan Raya. Rafli pun melampiaskan kemarahan nya pada Raya, ia akan sangat kasar pada Raya dan saat Raya merasa tak tahan dan ingin putus, Rafli mengancam akan menyebarkan video meraka ke Internet.


__ADS_2