Berbagi Cinta - Hati Perempuan

Berbagi Cinta - Hati Perempuan
Episode 33


__ADS_3

Ibu Alesha dan Dion datang kerumah sakit untuk menjaga Alesha. Sementara Bima hendak membayar administrasi untuk perawatan Alesha namun ternyata semua nya sudah bayar di lunas oleh Adam dan itu membuat Bima sedikit terkejut dan tentu juga kesal, apa lagi ketika Suster itu mengatakan suami Alesha sudah membayar nya.


Walaupun Alesha tidak ingin di jaga oleh Bima, namun Bima tak berarti pulang, ia masih menunggu Alesha di depan kamar rawat nya tanpa sepengetahuan Alesha dan keluarga nya


"Kamu baik baik aja kan, Kak?" tanya Dion cemas dan Alesha mengangguk lemah.


"Dokter bilang apa, Al?" tanya Ibu nya.


"Tidak apa apa, Bu. Cuma kelelahan saja, besok pagi sudah bisa pulang kok" jawab Alesha.


"Pantas saja kamu kelelahan, Al. Hamil muda sudah harus bekerja..." ujar ibu nya.


"Kalau cuma fisik tidak seberapa, Bu. Tapi psikis nya itu yg luar biasa" sambung Dion "Maka nya lebih baik Kak Alesha cerai saja sama Bima, buat apa pernikahan kalau cuma bisa menyakiti" tukas nya emosi.


"Jangan gampang bicara perceraian, Dion. Itu tidak mudah, kamu mau kakak mu jadi janda?" tanya ibu nya tak setuju.


"Kalau aku lebih memilih menjadi janda dari pada di madu, Bu" jawab Alesha yg membuat ibu nya terkejut begitu juga dengan Bima yg diam diam mendengarkan obrolan mereka.


Sesiap itu Alesha untuk perceraian nya?

__ADS_1


"Al, kamu seharus nya mempertahankan pernikahan kamu, memperjuangkan suami kamu, jangan mau kalah sama Vera yg cuma istri sirri" tukas Ibu nya lagi.


"Bu, aku cuma mau menjadi wanita yg realistis. Buat apa bertahan kalau sakit? dan seandai nya ada sedikit saja rasa cinta Mas Bima buat aku, aku akan mempertahankan nya sampai mati sekalipun karena aku juga sangat mencintai dia, aku akan memperjuangkan dia seandai nya apa yg dia lakukan karena khilaf. Tapi masalah nya Mas Bima mengkhianati aku dengan kesadaran penuh, tidak ada cinta di hati nya buat aku, selama ini Mas Bima selalu membela Vera, selalu meminta aku mengalah pada Vera. Kalau Ibu ada di posisi aku, Ibu pilih bertahan atau mundur?"


Ibu nya hanya terdiam seribu kata, ia bisa melihat rasa sakit yg di derita putri nya dan ia tahu memang tidak mudah berada di posisi Alesha.


Bima yg mendengar apa yg di katakan Alesha begitu terperangah, ia tak menyangka Alesha akan berkata demikian. Wanita yg biasa nya kalem, pendiam, sekarang terlihat begitu berbeda.


"Lagi pula aku juga mundur bukan karena aku mau kalah sama Vera, tapi karena aku mau menang dari dia. Bisa bebas dari sakit yg dia sebabkan adalah kemenangan buat aku, terkadang menang bukan berarti yg berhasil bertahan, tapi yg berhasil keluar dan terbebas dari semua penderitaan"


"Setelah aku bercerai nanti, aku hanya akan fokus pada diri aku dan anak ku. Aku tidak perlu menunggu Mas Bima setiap malam ketika dia menghabiskan malam nya dengan wanita lain, aku tidak perlu lagi bersedih di pagi hari saat aku teringat bahwa tadi malam suami ku bersama wanita nya yg lain. Aku tidak perlu lagi menahan amarah ketika suami ku membela istri nya yg lain, aku tidak perlu lagi cemburu ketika melihat suami ku menikmati secangkir kopi di sebuah cafe bersama istri nya yg lain dan bermesraan di depan umum bahkan di depan mata ku. Aku hanya ingin bebas, bebas dari sakit yg takkan pernah berkesudahan"


Bima kembali terperangah mendengar apa yg di ucapkan istri nya yg penuh tekad itu. Bima sungguh tak menyangka Alesha memiliki jalan fikiran yg seperti itu, rasional, tegas dan harus Bima akui bahwa Alesha cerdas sekalipun pendidikan nya tidak setinggi pendidikan Vera maupun Bima.


Tentu saja, ini masalah hati perempuan yg tidak akan ada hubungan nya dengan pendidikan setinggi apapun.


"Kak Alesha benar, Bu" sambung Dion "Laki laki yg khilaf bisa di maafkan, tapi tidak dengan laki laki yg brengsek, yg menyakiti dengan kesadaran penuh" tegas nya


....

__ADS_1


Adam duduk termenung di tepi ranjang nya, kedua bola mata nya menyorot foto mendiang istri nya yg ia pajang di dinding kamar nya dengan ukuran yg cukup besar.


"Kak Adam..." terdengar suara Miley bersamaan dengan pintu kamar nya yg terbuka.


Adam tak menanggapi panggilan adik nya itu, ia masih menatap foto mendiang istri nya yg begitu mencintai nya namun ia tak sempat memberikan cinta nya.


"Kak Adam kenapa?" tanya Miley sembari menjatuhkan bokong nya di samping sang Kakak.


"Alesha..." lirih Adam.


"Kenapa? Sudah bercerai? Tunggu masa iddah dul.... Auuugh" Miley meringis saat Adam menjewer telinga nya karena apa yg sudah di ucapkan nya itu.


"Dia mengalami apa yg di alami Pamela" ucap nya lirih "Kenapa wanita baik selalu tersakiti oleh pria brengsek seperti aku dan Bima?" seru nya yg membuat Miley mengernyit.


"Maksud nya?" tanya Miley sambil memegang telinga nya yg sakit karena di jewer.


"Apa yg di alami Pamela juga di alami Alesha, beda nya Alesha sampai di madu. Suami bodoh nya itu menikah lagi, aku tidak bisa membayangkan bagaimana rasa nya menjadi Alesha..."


"Pasti sama sakit nya dengan yg di alami mendiang Kakak ipar" sambung Miley "Hati Perempuan itu seperti kaca, Kak. Mudah sekali rapuh, mudah sekali retak, mudah sekali pecah. Dan sekali nya pecah, sekali pun kamu bisa menyusun nya kembali tapi pantulan bayangan nya tidak akan sempurna. Akan selalu memantulkan bayangan yg retak sekuat apapun kamu berusaha menyusun nya kembali..."

__ADS_1


Adam tersenyum kecut, dulu ia memang menikah tanpa cinta. Karena Adam memang mencintai wanita lain dan walaupun ia tidak sampai berpoligami, namun itu sudah cukup membuat istri nya hancur berkeping keping. Dan sayang nya, Adam terlambat menyadari cinta pada istri nya saat istri nya sudah pergi untuk selama nya, meninggalkan penyesalan yg teramat dalam di hati Adam. Bahkan setiap malam ia berandai andai, seandai nya ia bisa memutar waktu, ia akan membuka mata dan mata hati nya lebar lebar untuk bisa melihat cinta istri nya dan membalas cinta nya. Namun semua nya sudah terlambat, dan Adam menyadari satu hal, yg terasa seperti cinta bukan berarti cinta. Karena cinta sesungguhnya yg membuat nya merasa nyaman, hangat, dan yg pasti yg memberikan perasaan damai.


__ADS_2