
Sesuai keinginan Adam, ia mengundang Alesha dan seluruh keluarga nya untuk makan malam di rumah Adam. Dan makanan yang tersaji tentu saja Adam membeli nya karena baik dia maupun Miley tak bisa membuat makanan yang lezat. Kedua nya sudah terbiasa hidup dengan makanan siap saji.
Adam menjemput Alesha dan keluarga nya menggunakan mobil Adam, dan saat sampai di depan rumah Adam. Alesha dan keluarga nya tentu sangat terkejut karena meraka baru tahu kalau rumah Adam cukup besar.
"Selamat datang di rumah kita, Nak" kata Adam yang menggendong Dameer.
"Rumah mu besar sekali, Mas" kata Alesha yang melangkah berdampingan dengan Adam.
"Rumah peninggalan orang tua ku, Al. Dan ini akan jadi rumah kita setelah akad nanti" kata Adam yang tentu saja membuat pipi Alesha langsung merona membayangkan ia akan segera jadi istri sah Adam.
"Selamat datang, besan..." Om Hermawan menyambut calon besan nya itu dengan sangat ramah, begitu juga dengan Vitha. Sementara Dion tak sedikit pun mengalihkan tatapan nya dari Vitha yang sedang menyambut kedua orang tua Dion dengan ramah, senyum bahkan mengembang dari bibir nya dan terlihat begitu manis. Vitha yang merasa diri nya di perhatikan hanya bisa berpura pura tak tahu.
"Wow, aku baru tahu rumah mu, Mil" kata Rianti yang di sambut langsung oleh Miley.
"Rumah mendiang orang tua ku, Ri. Maka nya kami tidak menjual nya meskipun kami pernah meninggalkan nya selama satu tahun" kata Miley.
Adam membawa keluarga calon istri nya itu duduk di ruang tamu dan sudah ada beberapa cemilan dan minuman siap saji juga di sana.
"Maaf ya, cuma ini yang bisa kami siapkan" kata Om Hermawan "Meskipun ada dua wanita di rumah ini, tapi tak ada satu pun dari mereka yang mau menyalakan kompor apa lagi sampai mencuci ikan" kata Om Hermawan yang membuat kedua gadis nya itu cengengesan sementara Alesha dan keluarga nya hanya bisa tertawa kecil.
"Tidak apa apa, Pak. Ini sudah lebih dari cukup" kata Ibu nya Alesha.
"Jadi, maksud kami mengundang kalian kesini untuk membicarakan pernikahan Alesha dan Adam" kata Om Hermawan mewakili Adam.
Dan baru saja Adam mendaratkan bokong nya di sofa, Dameer sudah menggeliat mau turun.
"Mau kemana, Nak? Mau lihat lihat rumah kita, hm?" tanya Adam dan ia sama sekali tidak keberatan dengan hal itu.
Adam pun menemani Dameer yang jalan jalan di sekitar ruang tamu itu dan Alesha pun menemani nya.
__ADS_1
"Mereka terlihat sangat bahagia ya" kata Om Hermawan yang memperhatikan Alesha dan Adam terlihat sangat bahagia dengan ada nya Dameer di tengah tengah mereka
"Jadi, Om, Tante..." seru Adam kemudian "Aku ingin melakukan akad secepat nya dengan Alesha, aku ingin segera menghalalkan nya supaya aku bisa segera bersama nya dan melindungi nya juga Dameer" kata Adam yang tentu saja membuat hati Alesha begitu tersentuh, bahkan keluarga nya pun begitu tersentuh dengan kedewasaan Adam.
"Aku menyerahkan semua nya pada Alesha, Dam" kata ayah Alesha, apa lagi sebagai janda, Alesha punya hak untuk memutuskan apapun dalam hidup nya sendiri tanpa melibatkan kedua orang tua nya layak nya anak gadis.
"Bagaiamana, Al?" tanya Adam sembari menatap Alesha yang masih berdiri mengawasi Dameer yang masih berjalan sambil cekikikan.
"Aku setuju, Mas" kata Alesha yakin "Memang lebih baik kalau akad nya di percepat, apa lagi kamu sering main ke rumah, takut nya terjadi fitnah" kata Alesha yang membuat semua orang terkekeh.
"Ya aku main ke rumah kamu kan untuk menarik perhatian kamu, Al" kata Adam membela diri.
"Misi berhasil, aku lho yang sering jadi jembatan. Dengan alasan pertemanan ku dan Rianti" sambung Miley yang kembali membuat semua orang terkekeh.
"Padahal misi nya sudah tercium sebenarnya" sambung Ayah Alesha, sementara Adam hanya bisa cengengesan.
"Jadi, kapan hari baik nya kita bisa akad?" tanya Adam tak sabar.
"Boleh, Om" kata Adam antusias.
"Apa? Apa tidak kecepatan, Mas?" pekik Alesha dengan mata yang membulat sempurna.
"Masalahnya aku harus segera pulang, Al" kata Om Hermawan "Tapi kalau kamu keberatan akad nya minggu depan, kalian berdua bisa membicarakan nya lagi" kata Om Hermawan karena ia tak ingin memaksakan calon menantu nya itu.
Alesha dan Adam saling pandang, Adam menatap Alesha dengan tatapan memohon karena ia sudah tak sabar ingin menghalalkan janda beranak satu ini.
"Biarkan calon pengantin ini berfikir sejenak, ayo kita makan" ajak Miley
"Menurut mu, apa ini tidak kecepatan, Mas?" tanya Alesha lirih.
__ADS_1
"Tidak, Al. Malah kalau bisa, aku mau nya besok. Hehe..." kata Adam "Memang nya kamu tidak mau, Al?"
"Ya bukan nya tidak mau, Mas. Tapi kan minggu depan itu cepat, kita tidak punya persiapan apapun" jawab Alesha.
"Yang di perlukan akad kan cuma penghulu, saksi, cincin kawin, mahar. Paling nanti kita beli baju yang mau di pakai pas akad, itu satu minggu cukup kan?" tanya Adam yang membuat Alesha terkekeh.
"Ya sudah, bagaimana baik nya saja" kata Alesha mengalah.
"Tapi kalau kamu tidak setuju, aku tidak mau memaksa mu, Al..." kata Adam lagi.
"Tidak, Mas. Aku tidak terpaksa, aku juga sudah sangat yakin sama kamu, Mas. Aku yakin ini keputusan yang tepat, lagi pula aku tidak punya alasan untuk memikirkan nya lebih lama lagi" tutur Alesha yang tentu saja membuat Adam merasa sangat senang bahkan ia hampir saja memekik girang
"Nanti setelah akad, kamu tinggal di sini ya, sama aku. Sama. Dameer, sama Miley" kata Adam antusias.
"Aku akan tinggal dimana suami ku tinggal, Mas" lagi lagi jawaban Alesha membuat Adam merasa melayang.
"Sekarang kita makan ya, sekalian kasih tahu sama keluarga kita keputusan kita ini" kata Adam dan Alesha pun mengangguk.
"Ayo, Nak. Kita makan..." Adam langsung mengangkat Dameer ke gendongan nya dan kedua nya pun berjalan menuju dapur. Dan di dapur, semua nya sudah mulai menikmati makan malam mereka. Rianti, Vitha , dan Miley tampak asyik dengan obrolan ala para gadis. Sementara para tertua membicarakan hal hal yang tentu lebih berfaedah.
"Bagaiamana? Sudah memutuskan?" tanya Miley sembari menggigit ayam goreng nya.
"Sudah, kami akan setuju akad nya minggu depan" kata Adam senang.
"Terus bagaimana dengan resepsi nya?" tanya Vitha.
"Nanti kita bicarakan lagi setelah akad" kata Adam.
"Mau mengadakan resepsi juga, Mas?" tanya Alesha sembari menarikan kursi untuk Adam, Adam pun duduk dengan kursi nya dengan Dameer di pangkuan nya.
__ADS_1
"Harus dong, Al. Pernikahan itu moment yang sangat bersejarah, harus sangat spesial" kata Adam.
"Ya sudah, nanti kita bicarakan lagi setelah akad" kata Alesha sembari duduk di samping Adam. Kemudian dua keluarga itu pun hanyut dalam obrolan ringan ala keluarga yang harmonis.