Berbagi Cinta - Hati Perempuan

Berbagi Cinta - Hati Perempuan
Episode 13


__ADS_3

Mengetahui kabar pernikahan Vera dan Bima benar benar menjadi kabar yg menggegerkan buat keluarga Alesha, apa lagi ibu nya Vera yg tidak tahu menahu soal itu juga terkena imbas nya. Tak ada yg menyambut pernikahan itu dengan hangat, semua orang menganggap itu kesalahan Bima dan Vera yg sangat besar. Mereka tak menyangka, Bima dan Vera bisa setega itu pada Alesha yg masih sepupu Vera sendiri.


Rianti yg bersahabat dengan Vera juga tak kalah terkejut nya, ia kecewa pada Vera yg telah menghancurkan kehidupan kakak nya.


Ibu Alesha saat ini sedang membeli sayur di tukang sayur keliling, dan tak lama kemudian ibu nya Vera juga datang untuk membeli sayur.


"Hati hati lho, Bu..." tiba tiba ibu nya Alesha berbicara pada ibu ibu yg ada di sana "Suami anak anak kalian harus di jaga, apa lagi kalau kalian punya keponakan yg cantik tapi tidak punya hati. Bisa di rebut suami anak kalian..." kata nya penuh emosi, para tetangga nya yg juga sudah mendengar kabar itu juga terkejut, dan jika dulu mereka mengelu elukan kecantikan Vera, sekarang mereka justru mengutuk nya.


" Percuma lah cantik wajah nya, kalau tidak laku sama lelaki bujang, eh ngejar suami saudara nya sendiri" sambung yg lain yg tentu saja membuat hati ibu Vera seperti di remas. Ia langsung berbalik badan dan melangkah cepat meninggalkan kerumunan.


Ibu nya Vera pulang kerumah dengan hati yg terasa begitu sakit, selama ini keluarga Alesha selalu membantu Vera dan ibu nya, mereka tempat bersandar mereka berdua tapi Vera dengan jahat nya malah masuk dalam rumah tangga Alesha dan Bima.


"Seharusnya kamu menerima Bima sejak dulu, Ver. Kenapa kamu malah masuk dalam hidup nya yg sudah be rumah tangga"


.........


Semenjak mengetahui kehamilan Alesha, Bima memberikan perhatian lebih untuk istri nya itu. Bahkan di malam kedua pernikahan nya dengan Vera, Bima lebih memilih tidur di kamar Alesha meskipun Alesha masih bersikap dingin pada nya.


Dan pagi ini, Bima membuatkan air jahe untuk Alesha yg mulai mengalami mual mual.


Alesha turun dari kamar nya untuk membuatkan kopi untuk ayah mertua nya, sekalian untuk memasak. Dan Vera? jangan tanya, Vera hanya akan keluar saat semua makanan sudah siap.


"Hey, Sayang. Kamu mau apa?" tanya Bima dengan lembut.

__ADS_1


"Masak" jawab Alesha tanpa menatap Bima, ia membuka kulkas dan mengeluarkan ayam.


"Tidak usah, kamu kan lagi hamil muda, sebaik nya jangan kerja dulu, nanti kamu kecapean" tukas Bima. Alesha enggan mendengarkan Bima, ia mencuci ayam yg masih beku itu, kemudian meletakkan nya di baskom.


Alesha mengambil panci untuk memasak air dan membuatkan kopi untuk ayah mertua nya, namun baru saja ia hendak menyalakan kompor, tubuh nya langsung melayang karena di gendong oleh Bima.


"Apa sih, Mas?" pekik Alesha.


"Aku bilang jangan kerja dulu, ya" ucap Bima kemudian mendudukan Alesha di kursi "Ini, aku buatin air jahe hangat, kata nya ini bisa mengurangi mual kamu"


Alesha menahan senyum karena semenjak Bima mengetahui diri nya hamil, Bima terus memperhatikan nya jauh dari biasa nya. Bima juga memanggil nya dengan sebutan sayang terus., tak hanya itu, Bima juga lebih posesif dan protektif pada nya. Bima bahkan selalu menyikat kamar mandi mandi sebelum Alesha mandi, karena kata nya takut kamar mandi nya licin dan Alesha jatuh.


"Terima kasih" Alesha menerima nya dengan senang hati. Alesha meminum air itu dan Bima masih memegang gelas nya sambil memperhatikan Alesha lekat lekat. Tatapan Bima begitu penuh cinta dan kebahagiaan.


"Tidak apa apa, Mas bantuin" ucap nya sambil tersenyum. Setelah di rasa cukup, Bima meletakkan kembali gelas nya di meja. Kemudian ia berlutut di depan Alesha dan mengusap perut istri nya yg masih rata itu.


"Sayang, tumbuh yg kuat di sana ya. Mama sama Papa tidak sabar ketemu kamu" bisik nya kemudian mengecup perut Alesha dengan lembut.


Bohong, jika hati perempuan tidak tersentuh dengan keperdulian dan kelembutan itu.


Bohong, jika hati perempuan tidak suka di perhatikan dan di manjakan.


Namun benar, jika semua itu juga tidak sebanding dengan sakit nya hati perempuan yg di duakan oleh suami tercinta dengan mudah nya. Menghancurkan nya hingga berkeping keping, sayatan luka yg begitu dalam dan perih.

__ADS_1


Sementara itu, Vera yg di liputi iri dan cemburu sungguh tidak bisa menerima Bima yg jauh perhatian pada Alesha.


"Mas..." panggil Vera dari kamar nya.


"tunggu sebentar" seru Bima karena ia masih ingin bersama Alesha.


"cepetan kesini, Mas. Tolong in aku nih" terdengar suara Vera yg memaksa, membuat Bima menghela nafas berat.


Alesha mendelik mendengar suara madu nya itu, seperti itulah selalu ketika Bima sedang bersama Alesha. Vera akan selalu mencari acara untuk memisah kan nya, untuk membuat Bima menjauh dari nya.


"Tunggu sebentar ya, Sayang" ucap Bima pada Alesha. Namun Alesha tak menanggapi nya dan kembali meminum air jahe nya.


Bima menghampiri Vera di kamar nya "Ada apa sih, Ver?" tanya Bima.


"mas, aku ingin beli tas nih, pilihin dong, yg bagus yg mana?" tanya Vera dengan manja.


"Pagi pagi kamu lakuin beginian? Mending kamu bantuin ibu di dapur, Ver" ujar Bima yg membuat Vera langsung memberengut, ia bergelanyut manja di lengan sang suami.


"Kita kan masih pengantin baru, Mas. Seharus nya kita banyak menghabiskan waktu berdua" ujar nya.


"Iya, tapi kan sekarang Alesha lagi hamil muda, dia harus banyak istirahat. Kasian kan ibu kalau melakukan pekerjaan rumah sendirian" tukas Bima.


"Tapi, Mas..."

__ADS_1


"Sudah, aku mau siap siap kerja" kata Bima dan kemudian ia bergegas kembali ke dapur, namun ia tak mendapati Alesha di dapur. Membuat Bima menghela nafas berat.


__ADS_2