
Adam memikirkan Alesha sampai membuat nya sulit tidur dan tak selera makan, ah berlebihan sekali. Ya, semua itu terjadi karena Adam sempat mendengar Alesha dan Dion yg membicarakan tentang perceraian.
"Ehem ehem..." Miley berdeham sangat keras karena ia melihat kakak nya itu uring uringan sepanjang hari. Adam bahkan tidak pergi ke bengkel nya.
"Apa sih, Mel?" tanya kakak nya malas.
"Uring uringan saja, Kak. Kerja dong, sudah waktu nya bayar uang kuliah nih. Mau belanja juga, baju baju pada kekecilan.." seru adik nya itu.
Dengan malas Adam mengambil ponsel nya, ia membuka mbanking nya kemudian berkata "Sudah" kata nya datar.
Miley mencebikan bibir nya, Kakak nya itu mudah sekali di poroti uang nya, tak pernah bertanya uang nya untuk apa, kenapa minta uang terus dan sebagainya.
"Sok kaya banget sih, cuma tukang bengkel juga..." cibir nya karena Adam dengan mudah nya men transfer uang pada nya setiap kali Miley meminta uang.
Namun Adam hanya menggumam tak jelas, membuat Miley bingung. Karena setiap kali Miley berkata demikian, biasa nya Adam akan menjawab begini. "Yg di bengkel hasil nya ratusan juta"
"Aroma nya lagi jatuh cinta nih..." goda Miley kemudian yg membuat Adam langsung melotot.
"Tidak mungkin Kakak jatuh cinta sama istri orang" ucap nya secara spontan yg membuat Miley juga melotot sempurna.
__ADS_1
"Astagfirullah, jadi istri orang..." Miley mengelus dada nya "Jangan, Kak. Jangan dekati istri orang, ingat, Kak. Karma masih berlaku..." ucap adik nya dramatis yg membuat Adam langsung mencibir nya.
....... ...
"Alesha minta cerai..."
Bima mengadu pada Vera dengan frustasi. Ya, Bima merasa frustasi setelah mendengar permintaan cerai itu. Bima merasa seperti ada ribuan batu yg menghantam hati nya. Sementara Vera juga tercengang, ia tak menyangka Alesha bisa mengambil keputusan seberat itu.
"Te..terus kamu gimana, Mas?" tanya Vera.
"Tentu saja aku tidak mungkin menceraikan nya, Ver. Dia hamil anak aku" tegas Bima.
"Tapi kan masih ada aku, Mas. Aku juga bisa hamil anak kamu" ujar Vera, yg tak secara langsung meminta Bima memenuhi permintaan Alesha untuk bercerai.
Karena merasa pusing dengan semua yg terjadi, Bima mengambil tas nya dan bergegas keluar dari kamar nya.
"Mas, mau kemana?" teriak Vera namun Bima tak mengindahkan panggilan Vera. Ia tetap pergi menaiki motor nya.
Vera yg kesal segera memanggil taksi, dan Vera sangat yakin kalau Bima pasti akan pergi kerumah Alesha. Vera pun menyusul nya kesana.
__ADS_1
Sesampainya di rumah Alesha, Vera langsung menggedor pintu nya. Bahkan hal itu sampai mengundang perhatian para tetangga Alesha.
Alesha yg mendengar suara gedoran pintu pun bergegas membuka pintu dan ia di suguhkan dengan Vera yg tampak nya sangat marah pada nya.
"Kamu kalau mau cerai sama Mas Bima ya cerai saja..." teriak Vera secara tiba tiba. Membuat Alesha bingung, ia menoleh ke kanan ke kiri, dan beberapa tetangga nya memperhatikan nya.
"Kita bicara di dalam..." ajak Alesha baik baik, karena ia malu pada tetangga nya namun Vera menolak.
"Untuk apa bicara di dalam, huh? Kita bisa bicara di sini..." Vera kembali berteriak "Kamu itu cuma orang ketiga dalam hubungan aku sama Mas Bima..."
PLAK....
Vera langsung melotot sempurna saat mendapatkan Tamparan yg tak pernah ia duga dari Alesha. Vera langsung menatap tajam Alesha namun Alesha juga menatap nya dengan sangat tajam.
"Jaga bicara mu, Vera!" seru Alesha tak perduli jika ia menjadi tontonan tetangga nya "Kamu lupa siapa yg menikah dengan Mas Bima lebih dulu? Itu aku...." ia menunjuk diri nya sendiri "Kamu lupa siapa yg sekarang mangandung anak Mas Bima? Itu juga aku. Kamu lupa siapa yg di terima sebagai menantu di rumah Mas Bima? Itu cuma aku, kamu tahu kenapa?" Alesha berkata dengan emosi yg menggebu, bahkan nafas nya sampai memburu.
"Karena kamu cuma orang ketiga dalam pernikahan kami, selama ini kamu menolak Mas Bima, tapi setelah kamu melihat aku dan Mas Bima bahagia kamu jadi iri, ya kan?" hardik nya yg membuat Vera juga emosi.
"Kamu fikir kamu bisa bahagia? Tidak akan..." tukas Alesha lagi.
__ADS_1
"Kamu mau Mas Bima? Silahkan ambil saja, aku tidak butuh dia" desis nya dan kemudian Ia menutup pintu nya dengan kasar hingga menimbulkan suara gebrakan. Membuat Vera tersentak, dan Vera menjadi sangat malu saat ia menyadari tetangga Alesha memperhatikan nya saat ini.
Vera segera pergi dari rumah Alesha dengan emosi yg memuncak, ia malu dan juga marah. Vera tak menyangka, Alesha yg selama ini terlihat pendiam ternyata dengan sangat mudah selalu bisa mempermalukan nya.