Berbagi Cinta - Hati Perempuan

Berbagi Cinta - Hati Perempuan
Episode 72


__ADS_3

Di mall, Adam dan Alesha tentu sangat bersenang senang begitu juga dengan Dameer. Mereka mencoba berbagai macam permainan anak anak bahkan tak terasa mereka menghabiskan waktu tiga jam hanya hanya di arena permainan.


"Kok aku lapar ya, Mas" kata Alesha kemudian dan itu membuat Adam terkekeh.


"Ya sudah, kita makan dulu. Habis itu kita belanja, dan setelah itu kita pulang" kata Adam.


"Memang nya kamu mau belanja apa, Mas?" tanya Alesha lagi.


"Ya apa saja, masak kita sudah ke mall tidak belanja apa apa" kata Adam lagi "Dameer kan juga pasti mau belanja ya..." kata Adam yang menggendong Dameer, sekarang mereka menuju restaurant dimana dulu Alesha bertemu dengan Adam.


Mereka pun makan di sana dan seperti biasa Alesha memesakan Dameer sup, dan ternyata Dameer sangat suka makan sup.


Setelah makan, Adam hendak membawa Alesha namun Alesha menolak. Ia sudah cukup di traktir Adam dan merepotkan Adam hari ini.


Karena Alesha tak mau belanja, Adam pun mengantar Alesha pulang dan di perjalanan pulang Dameer jatuh tertidur karena kelelahan.


"Dia sangat gembira tadi.." kata Alesha sembari melepas sepatu dan kaos kaki anak nya.


"Minggu depan kita ajak dia ke mall lagi, Bagaiamana?" tawar Adam namun Alesha tentu menolak nya.


"Jangan, aku tidak mau merepotkan mu lagi, Mas"


"Merepotkan apa sih, Al? Aku sudah terlanjur sayang sama Dameer jadi aku tidak masalah melakukan apapun yang Dameer mau..." tegas Adam yang entah mengapa membuat hati Alesha menghangat.


"Kamu juga jangan sungkan sama aku, Al" lirih Adam kemudian "Aku janji tidak akan menyakiti mu dan Dameer" ucap nya dengan makna yang begitu mendalam dan Alesha sudah menyadari hal itu namun ia memilih pura pura tak mengerti.


Sesampainya di rumah, Adam bergegas turun dari mobil dan ia membukakan pintu untuk Alesha.


"Terima kasih.." kata Alesha sambil tersenyum "Masuk dulu, Mas" ajak nya dan tentu saja Adam takkan menolak. Sudah beberapa kali ia memanfaatkan Miley untuk bisa bertamu ke rumah Alesha dan ketika Alesha sendiri yang mengundang nya, itu kesempatan emas.


"Biar aku yang bawakan, kamu bawa Dameer saja" kata Adam saat Alesha hendak menarik tas nya yang berisi barang barang Dameer.


"Maaf merepotkan" lirih Alesha dan Adam hanya menanggapi nya dengan senyum.

__ADS_1


Kedua nya pun beriringan masuk ke dalam rumah dan mereka di sambut orang tua Alesha begitu juga Dion yang baru pulang bekerja. Jika biasa nya Dion ramah pada Adam, namun sekarang tidak lagi semenjak Ibu nya mengatakan mungkin Adam menaruh hati pada Alesha.


"Maaf ya merepotkan, Nak Adam..." kata Ibu nya Alesha sembari mengambil tas Alesha dari tangan Adam, sementara Alesha bergegas ke kamar nya untuk menidurkan Dameer.


"Tidak sama sekali, Tante" jawab Adam dengan senyum.


"Duduk dulu, Dam..." kata Ayah Alesha.


"Mungkin lain kali, Tante. Soal nya Miley sendirian di rumah apa lagi ini sudah sore" kata Adam.


"Terima kasih banyak ya, sudah membawa Alesha dan Dameer bersenang senang hari ini" kata Ibu nya Alesha sambil tersenyum lebar.


"Sama sama, Tante. Aku permisi dulu..." kata Adam dan Dion pun mengantar Adam karena ada yang ingin Dion bicarakan dengan nya.


"Aku mau bicara sebentar kalau kamu ada waktu..." kata Dion dan ia memasang wajah yang sangat serius.


"Tentu, mau bicara di suatu tempat?" tanya Adam.


"Jadi, mau bicara apa, Di?" tanya Adam.


"Hubungan mu dan Kakak ku" jawab Dion tanpa basa basi 'Aku mau tahu, apa maksud mu selalu mendekati nya dan Dameer, bahkan kamu sering main kerumah bersama Miley. Dan hari ini kamu mengajak mereka ke mall, tentu itu tidak bisa di katakan hanya sebatas teman karena kamu dan Kakak ku sama sama dewasa" kata Dion panjang lebar yang tentu membuat Adam merasa tercengang sekaligus kagum, karena dari apa yang Dion katakan, Adam bisa menangkap bahwa Dion hanya ingin melindungi Kakak perempuan nya.


"Aku tahu mungkin kamu takut aku menyakiti Alesha, tapi aku juga ingin kamu tahu, kalau sebenar nya aku sudah menaruh hati pada Alesha sejak saat pertama kali kita bertemu. Awal nya itu hanya rasa kagum karena kebaikan nya dan dia punya sifat yang mirip dengan mendiang istri ku. Namun seiring berjalan nya waktu dan semakin aku mengenal nya, aku tahu dia sangat berbeda dan setelah berpisah, aku baru menyadari kalau aku sudah jatuh cinta pada nya. Tapi aku pendam cinta itu karena aku tahu dia milik pria lain... " jawab Adam tegas dan Dion tak melepaskan tatapan nya dari mata Adam saat Adam mengucapkan kata demi kata itu. Dion bisa melihat kejujuran di mata Adam.


"Kakak ku seorang janda, Adam. Dan kita sama sama tahu, terkadang orang memandang janda itu sebelah mata. Apa lagi kamu berasal dari keluarga kelas menengah, jadi kalau kamu memang ada niat serius. Bicarakan dengan kedua orang tua ku dan jika tidak, sebaik nya berhenti bermain ke rumah kami" tegas Dion


"Aku juga ingin hal yang sama, Dion. Tapi aku takut di tolak Alesha, aku takut dia trauma dengan pernikahan" tutur Adam


"Karena itulah aku bilang bicara dengan orang tua kami, supaya Kak Alesha bisa melihat keseriusan mu dan dia mau membuka hati untuk mu" tegas Dion lagi yang tentu membuat Adam senang karena akhir nya ia mendapatkan dukungan dari keluarga Alesha "Tapi ingat satu hal, Adam. Jika kamu menyakiti Kakak ku apa lagi sampai mengkhianati nya, aku pastikan kamu akan habis di tangan ku!" tegas Dion dan dari raut wajah nya, ia benar benar serius.


"Satu satu nya alasan yang membuat ku tidak menghabisi Bima karena aku tidak mau keponakan ku menjadi yatim piatu" kata Dion lagi.


Adam tersenyum penuh makna, dan tiba tiba ia menarik Dion dan memeluk nya dan berkata

__ADS_1


"Terima kasih, Dion. Kalau bukan karena kamu, mungkin aku hanya akan berusaha mendekati Alesha seperti ini. Tapi sekarang..." Adam melerai pelukan nya "Aku akan meminang Alesha, malam ini. Aku akan memanggil Paman ku sebagai wali ku"


Dion tentu tercengang mendengar apa yang di katakan Adam, ia merasa tak percaya


"Aku jujur, aku tulus dan aku serius, Dion. Aku pernah melakukan kesalahan di masa lalu dan hanya orang bodoh yang akan melakukan hal yang sama sebanyak dua kali..."


...


"Apa? Meminang?" pekik Alesha setelah Dion menceritakan tentang apa yang Adam bicarakan tadi.


"Malam ini?" Rianti juga memekik terkejut, bahkan kedua orang tua Alesha juga sangat terkejut sampai tidak bisa berkata apa apa lagi.


"Jangan gila deh, Di. Mana ada orang mau meminang tiba tiba begini, kamu paksa Mas Adam yaa" tuduh Alesha.


"Astagfirullah, Kak. Engga sama sekali" Jawab Dion tegas "Dia sudah lama suka sama Kak Alesha kata nya, cuma dia takut Kak Alesha trauma dengan pernikahan, maka nya dia cuma mendekati Kakak. Tapi setelah tadi aku memperingatkan dia untuk tidak menyakiti Kakak, dia bertekad ingin membuktikan kalau dia itu jujur, tulus dan serius" kata Dion.


"Malam ini mereka mau datang?" tanya Rianti lagi dan Dion hanya mengangguk lemah, padalah saat memperingatkan Adam ia sangat sangar.


"Kenapa kamu tidak bilang dari tadi, Di? Kita tidak punya apa apa lho" kata Ibu nya kemudian.


"Kok malah mikirin apa apa sih, Bu. Ini bagaimana cerita nya mau ada lamaran tiba tiba?" gerutu Alesha.


"Ini kan cuma meminang, Kak. Bukan lamaran apa lagi akad, Kak Alesha bisa menolak atau menerima..." kata Dion lagi.


"Lagian kamu juga, Di. Pakai acara memperingatkan segala" gerutu Alesha lagi.


"Ya aku kan cuma mau jaga Kak Alesha" jawab Dion.


"Jam berapa mereka mau datang?" tanya Rianti dan Dion mengedikan bahu, yang membuat Alesha semakin kesal dengan adik nya ini.


"Kamu sih, Di..."


"Assalamualaikum..." ucapan Alesha terhenti saat mendengar suara beberapa orang yang mengucapkan salam dari luar.

__ADS_1


__ADS_2