Berbagi Cinta - Hati Perempuan

Berbagi Cinta - Hati Perempuan
Episode 35


__ADS_3

"Ngafe, Kak. Ngafe..." ujar Miley sembari memoleskan sesuatu yg membuat pipi nya tampak merona padahal dia tidak sedang tersipu malu. Sedangkan Adam saat ini duduk di tengah ranjany Miley, memeluk boneka Hello Kitty berwarna pink yang besar milik Miley.


"Ngafe apa?" tanya Adam malas sembari menyenderkan kepala nya di boneka besar itu.


"Ke Cafe, kali saja istri orang sudah ada di sana..." gurau nya yang membuat Adam menghela nafas lesu. Bukan karena apa, tapi karena apa yang di katakan Miley memang keinginan nya. Adam ingin melihat Alesha, ingin melihat senyum nya, ingin melihat mata nya yang selalu berusaha memancarkan kebahagiaan namun nyata nya ia hancur di dalam.


"Sudah lah, Mil. Jangan jadi provokator!" tukas Adam.


Sekarang Miley mengoleskan bedak tabur ke wajah nya, kemudian ia membuka laci yang ada di meja rias nya dan memilih beberapa bulu mata.


"Lagian Kak Adam itu aneh sekali, suka sama istri orang. Ingat ya, Kak. Karma itu masih berlaku, kalau karma tidak..." wajah Miley tampak lucu ketika ia memasang bulu mata itu "Kalau karma tidak membalas nya ke kak Adam langsung, pasti aku yang kena. Atau keluarga kita yang lain, atau nanti malah anak anak Kak Adam. Inti nya, karma akan membalas dua kali lipat tahu..." ujar nya kemudian setelah ia selesai memasang bulu mata nya.


"Sok bijak..." gerutu Adam padahal hati nya membenarkan apa yang di katakan Miley, apa lagi setelah apa yang Adam lakukan pada Pamela, mendiang istri nya. Setiap malam Adam akan selalu teringat dengan Pamela, namun semua itu percuma sekarang.


.........


Pagi menyapa dengan mentari yang begitu cerah, hari baru telah datang, dimana kemarin telah menjadi masa lalu, penderitaan dan kebahagiaan telah terlewati di hari itu. Sekarang saat nya kembali menata hati untuk menjalani hari ini, ada banyak rencana yang terurai, namun hanya takdir yang tahu akan seperti apa hari ini berlangsung.


Alesha saat ini sedang bersiap menyikat kamar mandi nya namun Bima langsung mencegah nya. Sementara Ibu dan Dion sudah pulang karena sudah ada Bima di rumah yang menjaga Alesha.


"Apa sih, Mas?" tanya Alesha saat Bima mengambil sikat yang di pegang Alesha.


"Jangan bekerja dulu, Al. Nanti bayi kita kenapa kenapa..." tegur Bima "Ayo cuci tangan dan kembali ke ranjang..." titah nya tanpa bisa di bantah. Bima bahkan membantu Alesha mencuci tangan di wastafel, ia menyabuni tangan istri nya itu dan menyiram nya. Hal itu tentu membuat hati Alesha berdebar debar, sudah lama sekali ia tak sedekat ini dengan Bima, sudah lama sekali kedua nya tidak bermesraan.

__ADS_1


"Kamu istirahat saja, nanti aku yg bersihkan kamar mandi nya..." kata Bima yg memapah Alesha dan membawa nya ke ranjang.


"Aku baik baik saja, Mas" lirih Alesha berusaha menahan debaran di dada nya.


"Tidak boleh, aku tidak boleh merasakan cinta yang lebih besar lagi untuk suami ku. Aku tidak boleh takut kehilangan dia, tidak boleh!!!" untuk yg kesekian kali nya Alesha menanamkan hal itu pada fikiran nya, agar di serap oleh perasaan nya dan agar ia bisa menepis semua rasa yang ada atau yang akan ada untuk Bima. Karena Alesha tahu, semua itu hanya akan memberi nya rasa sakit yang tiada tara.


"Aku akan siapkan sarapan..." ujar Bima yang membuat Alesha menghela nafas berat, sungguh ia tidak tahu apa yang ada dalam fikiran suami nya itu. Apakah untuk menebus kesalahan nya atau kah memanfaatkan sisa sisa waktu yang ada untuk membuktikan bahwa dia suami yang baik?


Bima bergegas ke dapur, tak lama kemudian ia kembali dengan sarapan berupa roti gandum dan susu.


"Hari ini Ibu mau kesini, mau jagain kamu selama aku bekerja" kata Bima yang membuat Alesha mengerutkan kening nya sambil menggigit roti itu.


"Buat apa? Aku terbiasa sendiri selama ini, aku bisa mengurus diri aku sendiri" ujar Alesha. Bukan nya ia tak menghargai perhatian Bima, hanya saja Alesha benar benar ingin terbiasa sendiri. Apa lagi setiap kali memikirkan akan bercerai nanti dengan Bima, Alesha ingin menyiapkan hati nya sejak sekarang.


"Tapi, Mas..." belum sempat Alesha berbicara lagi, sudah terdengar suara ketukan pintu dari depan. Bima bergegas membuka pintu dan ia sedikit terkejut karena melihat Ibu nya datang bersama Vera.


"Dia maksa mau ikut..." kata Ibu nya setengah berbisik, tak ingin Alesha mendengar nya "Tapi Ibu sarankan bawa dia pergi sebelum membuat Alesha semakin sakit hati" imbuh nya yang membuat Vera mendengus.


"Aku kesini cuma mau menjenguk Alesha, bagaimana pun juga dia masih sepupu ku, Bu" tukas Vera.


"Sadar ya sepupu, masih juga di embat suami nya..." sindir Ibu mertua nya yang membuat emosi Vera kembali terpancing, namun Vera hanya bisa menggeram tertahan dan menatap nanar Bima yang tak lagi membela nya


"Benar benar tidak habis fikir dengan isi otak perebut suami orang..." desis Ibu mertua nya lagi yang seolah tidak pernah puas menyudutkan Vera, dan itu membuat Vera semakin kesal. Vera hendak berbicara dan sudah membuka mulut nya namun Bima malah mengusir nya dengan halus.

__ADS_1


"Pulang saja, Vera..." seru nya yang membuat Vera menganga lebar.


"Kamu mengusir ku, Mas?" tanya nya mendesis kesal.


"Ini bukan tempat kamu, Vera. Alesha butuh istirahat dan dia tidak boleh terganggu sedikit pun" tegas nya yang membuat Vera kembali menggeram.


"Lagi pula, seharusnya kamu melamar pekerjaan kan? Sudah dapat?" tanya Bima lagi yang membuat Vera benar benar kesal.


"Aku dengar kamu meminta Alesha berhenti bekerja, jadi sekarang kamu mau menyuruh aku bekerja begitu?" tanya nya.


"Alesha sakit, Ver. Sedangkan dia sedang mengandung anak ku..." tukas Bima penuh penekanan.


Vera pun bergegas pergi dari rumah Alesha, ia memanggil taksi dan menunggu nya di sana.


Sementara Alesha, ia menonton perdebatan antara suami dan madu nya itu dari jendela. Alesha mendengar semua nya dan ia tidak menyangka sekarang Bima sangat membela nya bahkan ia mengusir Vera. Tentu saja hal itu membuat Alesha senang tapi tak cukup membuat Alesha tenang.


Mungkin sekarang Bima hanya kasihan pada nya, sementara nanti? Siapa yang tahu...


.........


Vera terus menggerutu selama dalam perjalanan nya ke rumah nya.


"Hamil, jadi karena itu sekarang kamu belain istri pertama kamu itu, Mas" geram nya "Aku juga bisa hamil, aku akan segera hamil, Mas. Dan kamu Alesha, aku akan merebut Mas Bima kembali dari kamu. Lihat saja nanti..."

__ADS_1


__ADS_2