Berbagi Cinta - Hati Perempuan

Berbagi Cinta - Hati Perempuan
Episode 39


__ADS_3

Semenjak kejadian di pagi itu, Bima dan Alesha tidak lagi berkomonikasi. Bima pergi dari rumah kontrakan Alesha dengan perasaan yang bimbang, sementara Alesha hanya bisa menangis sedih dan ada sedikit perasaan bersalah pada Bima sebenarnya apa lagi Bima yang memang sudah berubah sejak Alesha masuk rumah sakit.


Namun Alesha menguatkan tekad nya, bahwa apa yang di lakukan nya benar, karena jika Bima masih terus memperlakukan nya bak suami yang sangat cinta istri, maka itu hanya akan menorehkan luka yang semakin dalam di hati Alesha. Akan membuat Alesha sulit melepaskan Bima dan Alesha tidak mau ia menderita lebih banyak lagi, sudah cukup air mata dan rasa sakit yang karena keegoisan Bima.


Ya, keegoisan Bima...


Bima lah yang egois, ingin memiliki istri yang dia cintai sendiri dan yang mencintai dia. Bima lah yang egois, hanya karena merasa mencintai Vera, perasaan Alesha seolah tak berarti apa apa sehingga dengan tega nya Bima menikahi Vera begitu saja.


Bima lah yang egois, yang meminta Alesha menerima diri nya di poligami sedangkan Alesha seperti sekarat karena merasa di khianati oleh Bima.


Dan ya, mungkin Bisa adil dan itu syarat poligami. Tapi Alesha juga punya hak untuk menuntut cerai karena ia tak bisa menerima diri nya di poligami.


.........


Sementara itu, Bima tidak pulang kerumah nya melainkan ia pulang kerumah Toni. Bima sungguh bingung dengan apa yang harus ia lakukan.


Sementara Toni, ia sungguh kasihan pada Bima karena sebenarnya Bima pria yang baik dan tidak mungkin ia dengan sengaja ingin menyakiti Alesha. Namun terkadang cinta memang membuat orang bodoh dan buta.


Ini sudah tiga hari berlalu, Vera sudah marah marah karena Bima tidak pulang dan menuduh Bima berada di rumah Alesha.


"Aku sudah berusaha melakukan yang terbaik untuk mempertahankan Alesha, Ton..." lirih Bima frustasi "Aku tidak membiarkan dia bekerja, aku penuhi semua kebutuhan nya, aku memanjakan nya..." seru nya.


"Tapi bukan itu yang Alesha mau, Bim..." ujar Toni tegas "Alesha cuma mau satu dari kamu, yaitu menjadi satu satu nya istri kamu..."


"Terus apa aku harus menceraikan Vera, begitu? Tidak mungkin, Ton. Aku sangat mencintai Vera sejak 4 tahun yang lalu, aku berjuang untuk mendapatkan nya dan mana mungkin aku melepaskan dia saat aku mendapatkan nya" tutur Bima.


"Kalau begitu lepaskan Alesha..."


"Aku..." Bima sudah tidak tahu harus berkata apa lagi, ia sungguh bingung dengan perasaan nya saat ini.


"Kenapa, Bim? Kamu kan tidak mencintai Alesha, jadi ceraikan saja dia. Dari pada kamu stres begini, hidup kamu jadi berantakan karena memikirkan kedua istri mu..." seru Toni lagi.


"Entahlah, Ton. Aku bingung..." lirih Bima "Padahal aku cuma mau satu dari Alesha, menerima semua ini, aku akan membuat dia bahagia"

__ADS_1


"Tidak ada wanita yang bahagia di duakan, Bima..." tegas Toni.


"Tapi Vera bisa menerima nya kenapa Alesha tidak?" desis Bima.


"Tentu saja beda, Bim. Rasa nya lebih sakit di duakan dari pada menjadi yang kedua, kamu tahu kenapa? Karena wanita yang di duakan merasa hak nya di rampas, hidup nya di kacaukan, perasaan nya di hancurkan, hati nya di sakiti, pernikahan nya di khianati. Sementara wanita yang menjadi yang kedua justru merampas, menghancurkan, menyakiti. Jadi dia tidak akan merasa rugi, tidak akan sadar bahwa sebenarnya dia mengkhianati jadi dia tidak akan sesakit yang di duakan" jelas Toni, Bima hanya bisa mendengarkan dalam diam.


"Coba kamu fikir bagaimana rasa nya menjadi Alesha?" tanya Toni "Dan suruh istri kedua kamu membayangkan bagaimana rasa nya menjadi Alesha, apa dia sanggup?" hardik Toni lagi dan Bima masih hanya bisa bungkam.


.........


"Kak Al..."


Rianti mengetuk pintu kontrakan Alesha sembari memanggil nama Kakak nya itu, tak lama kemudian pintu terbuka dan Rianti melihat Alesha yang nampak pucat dan wajah nya sembab.


"Kak, kamu kenapa? Sakit? Mau kerumah sakit?" tanya Rianti panik.


"Tidak, cuma kurang tidur..." jawab Alesha, ia memaksakan bibir nya tersenyum walaupun hati nya masih sakit akan keadaan yang sedang di alami nya.


"Kamu sama siapa, Ri?" tanya Alesha sembari membuka pintu lebih lebar dan mempersilahkan adik bungsu nya itu masuk.


"Hem, bagaimana kuliah mu?" tanya Alesha.


"Sebentar lagi skripsi ku selesai, Kak. Doain ya, semoga sidang skripsi ku lancar dan aku bisa lulus dengan nilai yang terbaik dan dapat kerjaan yang baik juga" ujar Rianti dan ia pun duduk di sofa yang ada di ruang tamu.


"Mas Bima dimana, Kak?" tanya Alesha kemudian.


"Di rumah nya lah, Dek..." jawab Alesha dengan suara yang tercekat.


"Tapi kata Vera tidak ada, sudah tiga hari lebih tidak pulang, kata nya Mas Bima tinggal di sini..." jawab Rianti karena ia sempat mendengar obrolan Vera dan Tante nya.


"Masak sih?" tanya Alesha cemas dan Rianti mengangguk yakin.


Alesha langsung bergegas ke kamar nya dan mengambil ponsel nya, ia langsung mencari kontak suami nya dan langsung menekan dial.

__ADS_1


Berdering, Alesha menunggu dengan cemas. Meskipun ia marah dan mungkin benci atas apa yang Bima lakukan, namun saat ini Bima masih suami nya dan Alesha mencemaskan suami nya yang entah dimana sekarang.


"Ayo dong, Mas. Angkat..." gumam nya sambil mondar mandir di kamar nya.


"Kak Al, kenapa?" tanya Rianti yang menyusul Alesha ke kamar nya.


"Mas Bima tidak mau menjawab telpon nya, Ri.." ucap nya panik.


"Mungkin dia sibuk, Kak..." seru Rianti berharap Kakak nya itu tenang


"Masalah nya Mas Bima pergi dari rumah sejak 3 hari yang lalu, Ri. Aku fikir dia pulang ke rumah orang tua nya..." tukas Alesha.


"Kak Alesha jangan panik gitu, Mas Bima sudah dewasa dan bisa jaga diri" ucap Rianti lagi.


"Ri, anterin Kakak ke tempat kerja nya. Kakak mau pastiin dia baik baik saja apa tidak..." ucap Alesha cemas, ia menarik tangan Rianti bahkan sebelum Rianti menjawab.


Alesha mengunci rumah nya sementara Rianti menyalakan motor nya.


Mereka berdua langsung melaju menuju tempat kerja Bima, dalam perjalanan itu, Rianti merenungi tentang apa yang di alami Kakak nya. Ia juga heran kenapa Kakak nya mencemaskan pria yang sudah menyakiti nya.


Sesampainya di tempat kerja Bima, Alesha turun dari motor Rianti dan ia melihat Toni. Namun sayang nya Alesha tidak bisa menemui nya karena Toni tampak sangat sibuk.


Alesha menunggu dengan cemas, sementara Rianti masih dengan setia menemani Kakak nya itu.


"Kak..." seru Rianti dan Alesha menjawab nya hanya dengan gumaman.


"Kenapa Kak Alesha mencemaskan pria yang sudah menghancurkan hati Kakak?" tanya Rianti yang membuat Alesha langsung menoleh pada adik nya itu.


"Dia masih suami Kakak, Ri..."


"Tapi aku dengar kalian nanti mau cerai..."


"Memang, tapi bukan berarti aku berhenti peduli pada nya kan? Maksud Kakak, sekarang dia masih suami Kakak dan terakhir kali dia ada dirumah Kakak, kakak harus memastikan dia baik baik saja..."

__ADS_1


"Kenapa, Kak? Seharusnya Kak Alesha biarkan saja dia meskipun dia tidak baik baik saja, anggap saja itu balasan karena dia sudah menyakiti Kak Alesha.."


"Dek..." ucap Alesha lembut "Kita tidak perlu membalas perlakuan orang ke kita, dan Kakak masih punya kewajiban sebagai istri karena kami belum bercerai" jawab Alesha


__ADS_2