Berbagi Cinta - Hati Perempuan

Berbagi Cinta - Hati Perempuan
Episode 101


__ADS_3

Di kantor nya, Vera masih selalu mendengar bisik bisik tentang diri nya dan hal itu membuat Vera merasa benar benar muak.


Dan setelah seharian bekerja, Vera kembali mencoba menghubungi Bima untuk menjemput nya namun Vera justru mendapatkan pesan dari Bima yang mengatakan ia tak bisa menjemput Vera dan mungkin tidak akan pulang sampai beberapa hari karena Ibu nya sakit.


"Ya Allah, kenapa harus sakit di saat saat seperti ini sih" gerutu Vera, karena setiap pulang bekerja Vera selalu membutuhkan Bima untuk menguatkan nya.


Vera pun terpaksa pulang naik taksi lagi.


Sementara di sisi lain, Bima fikir Raya akan membenci nya dan memusuhi nya namun yang terjadi justru sebaliknya. Raya bersikap layak nya seorang istri yang cinta suami, menyiapkan makanan untuk Bima, bahkan membelikan Bima baju, bahkan ia juga memanggil Bima dengan sebutan 'Mas'


"Sekarang kamu kan suami aku juga, Mas. Jadi kamu harus punya baju di sini, biar tidak usah bawa baju dari rumah mu" kata Raya dengan tenang nya.


"Terus, Papa suruh aku berhenti bekerja. Malu juga kan nanti ketahuan hamil di luar nikah, apa lagi semua orang di tempat kerja kita itu tahu kamu sudah menikah. Nanti yang ada aku di kira selingkuhan kamu lagi" Bima hanya bisa memijit pelipis nya mendengar ucapan panjang lebar Raya itu.


"Terus kamu juga harus adil lho, Mas. Jangan sampai kamu berat sebelah, nanti dosa lho"


"Ray..." lirih Bima "Kamu engga marah sama aku?" tanya nya.


"Kenapa aku harus marah? Justru aku senang karena menjadi istri kamu, Mas"

__ADS_1


"Apa? Kenapa bisa begitu?"


"Ya karena kamu itu beda sama mantan aku, kamu itu baik, lembut, bertanggung jawab, dan yang pasti mapan lagi. Sementara mantan ku belum punya pekerjaan" jawab Raya.


"Emm gitu" gumam Bima "Bagaiamana kalau nanti setelah anak ini lahir, kita bercerai saja? Kamu juga tidak mencintai ku juga kan?" tanya Bima berharap Raya setuju dengan ide nya.


"Aku sudah kenyang makan cinta, Mas. Dulu aku mencintai Rafli tapi cuma dapat sakit, jadi sekarang aku sudah tidak butuh cinta lagi. Aku butuh pria yang seperti kamu, yang mapan, yang baik" jawab Raya.


"Tapi kan aku sudah punya istri, Ray..." geram Bima.


"Kamu kan pernah punya pengalaman berpoligami, Mas. Apa salah nya kalau berpoligami lagi..." ujar Raya dengan tenang nya yang membuat Bima tak bisa lagi berkata kata. Kisah pernikahan nya dengan Vera dan Alesha seperti nya memang tidak akan pernah menjadi rahasia.


Bima hanya bisa menghela nafas panjang...


.........


Sementara itu, Alesha menyambut Adam yang baru saja pulang setelah seharian berada di bengkel.


"Capek, Mas?" tanya Alesha sembari menggandeng suami nya itu masuk.

__ADS_1


"Lumayan, Dameer dimana?"


"Dameer tidur, nanti habis mandi aku suapi terus habis itu langsung tidur" jawab Alesan.


"Miley? Keluyuran lagi itu anak?"


"Engga, dia di kamar nya. Seharian dia di rumah kok, aku ambil air putih dulu ya..." kata Alesha dan Adam hanya mengangguk, ia duduk di sofa dan memperhatikan ke sekeliling nya. Semenjak ada Alesha, rumah nya terlihat lebih rapi dan bersih, apa lagi sekarang mereka bahkan hampir tak pernah lagi membeli makanan di luar sana karena Alesha selalu memasak makanan yang lezat dan yang pasti sehat.


"Mas, aku mau minta izin..." kata Alesha yang kini menyerahkan segelas air putih pada Adam.


"Minta izin apa, Al?" tanya Adam sembari menerima air putih nya.


"Emm Nenek nya Dameer kangen kata nya, boleh aku undang ke sini engga? Soalnya aku malas yang mau kesana, kalau aku undang ke rumah kan mereka main nya puas, Mas. Soalnya jarang juga kan Nenek nya Dameer ketemu sama cucu nya"


"Ya boleh saja, meskipun kamu tidak ada hubungan lagi sama mereka, tapi mereka masih Nenek nya Dameer kan" jawaban Adam itu tentu membuat Alesha sangat senang dan ia langsung memeluk suami nya itu.


"Terima kasih ya, kamu pengertian banget deh, Mas"


"Harus dong"

__ADS_1


__ADS_2