Berbagi Cinta - Hati Perempuan

Berbagi Cinta - Hati Perempuan
Episode 64


__ADS_3

Roda kehidupan itu berputar, dan hal itu lah yang selalu Alesha ingat di setiap detik yang ia lewati dalam hidup nya. Sulit nya menjadi seorang Ibu tanpa ada nya suami sungguh ia rasakan, namun kehadiran orang tua dan adik adik nya sangat membantu nya dalam melewati hari demi hari setelah ia resmi menjadi janda dari Bima. Walaupun tak bisa di pungkiri, sebanyak apapun keluarga yang mendukung nya namun itu tak akn bisa menggantikan harapan nya akan sosok suami dan ayah bagi putra nya. Namun Alesha yakin, suatu hari nanti roda kehidupan akan menempatkan nya pada sesuatu yang indah penuh kebahagiaan dan ini lah yang sedang Alesha perjuangkan sekarang.


Bima memenuhi kewajiban nya sebagai seorang ayah dengan memberi Alesha uang setiap bulan nya untuk memenuhi kebutuhan sang buah hati, bahkan tak jarang Bima juga memberikan uang untuk Alesha namun Alesha enggan menerima nya. Bagi nya, Bima hanya lah masa lalu nya dan ia tidak menginginkan apapun dari Bima untuk diri Alesha sendiri. Namun Alesha tentu juga menegaskan bahwa masa depan putra nya juga ada di tangan Bima.


Sementara Bima dan Vera, tentu ia semakin bahagia bersama sang istri tercinta apa lagi tak ada Alesan di antara mereka. Meskipun terkadang Vera masih sering merajuk jika Bima pergi ke rumah Alesha untuk mengunjungi putra nya, Vera masih merasa begitu cemburu meskipun ia juga telah merasa menang. Ia telah memenangkan seorang Bima dari Alesha dan bagi nya itu adalah kemenangan cinta nya


Kehidupan Bima dan Vera juga lebih baik setelah Bima dan Vera membeli sebuah rumah meskipun dengan cara mencicil nya, Vera juga memboyong Ibu nya agar tinggal bersama nya. Kini Vera memiliki kehidupan yang ia impikan setelah menikahi Bima.


Dan waktu terus berjalan, siang berganti malam dan malam berganti siang. Hingga tak terasa sudah hampir satu tahun Alesha bercerai dari Bima dan itu arti nya, sang buah hati pun akan segera merayakan ulang tahun pertama nya.


Setelah bercerai dari Bima, Alesha sedih dan terkadang masih menangis setiap malam apa lagi ketika melihat sang buah hati yang harus tumbuh tanpa orang tua yang sempurna. Namun sang buah hati juga lah yang menguatkan Alesha, ia berusaha kembali fokus pada pertumbuhan sang buah hati dan bukan nya fokus pada hati nya yang patah bahkan hancur.


Ke harmonisan Bima dan Vera rupa nya membuat Rianti merasa geram, karena ia menganggap sepupu nya berbahagia di atas penderitaan sang Kakak. Apa lagi kini Bima dan Vera resmi menikah secara hukum negara dan mereka selalu memperlihatkan kebahagiaan mereka dimana pun mereka berada.


"Mereka tuh tega banget sih ya, Kak. Kok bisa sih bahagia di atas penderitaan orang?" tanya Rianti yang saat ini sedang menemani keponakan yang sudah belajar berdiri.

__ADS_1


"Berbahagia di atas penderitaan siapa memang nya?" tanya Alesha dengan santai nya, Alesha sendiri saat ini sedang merintis usaha kecil kecilan dengan bermodalkan uang yang di berikan Dion yang Rianti. Kedua adik nya itu patungan untuk membantu sang Kakak, hitung hitung balas budi kata nya karena Alesha lah yang dulu banyak membiayai adik adik nya sekolah.


"Ya di atas penderitaan Kak Alesha dan Dameer lah" kata Rianti ketus.


"Memang nya Kakak dan Dameer menderita?" tanya Alesha asal namun pertanyaan itu berhasil membuat Rianti tercengang dan tak bisa lagi berkata kata lagi. Ia hanya melongo seperti orang bodoh namun kemudian ia tersenyum sambil geleng geleng kepala.


"Engga sih, aku lihat kalian bahagia terus" kata Rianti kemudian.


"Ri, kalau ada seseorang yang menyakiti kita, kita tidak perlu lagi mengamati hidup nya apakah sudah bahagia atau tidak. Itu hanya akan buang buang waktu dan hanya akan terus kembali menggores luka di hati kita. Lebih baik kita fokus menyembuhkan diri kita, membahagiakan diri kita sendiri. Ya kan?' tanya Alesha dan seketika Rianti teringat dengan mantan kekasih nya, mantan cinta pertama nya.


Tentu saja belum, pria itu adalah sosok pria yang sangat hangat pada Rianti, membuat Rianti selalu merasa nyaman dan pria itu cinta pertama Rianti. Tidak mudah melupakan nya, namun Rianti berusaha menutupi perasaan nya meskipun rasa nya begitu sulit dan sakit. Namun bagi nya, sakit sendiri lebih baik dari pada menjadi penyebab sakit nya banyak orang. Ia belajar hal itu dari kisah cinta sang Kakak tentu nya.


"Kenapa diam?" tanya Alesha yang melihat adik bungsu nya itu Melamun.


"Istri nya Mas Anton..." lirih Rianti kemudian "Kira kira maafin aku engga ya, Kak?" tanya nya lirih.

__ADS_1


"Kakak yakin dia pasti maafin kamu, apa lagi kamu memang tidak tahu bahwa Anton sudah menikah. Kalian berdua sama sama korban"


"Tapi, kalau mereka cerai seperti Kak Alesha dan Bima gimana? Aku yang jadi penyebab nya kan?"


"Bukan, Dek. Anton yang bermain api, jadi kalau dia terbakar atau pun keluarga nya, ya itu salah dia. Apa lagi kamu mau meninggalkan Anton setelah tahu semua nya, Kakak bangga sama kamu. Kamu perempuan yang hebat, yang mengedepankan harga diri, akal sehat dan hati nurani" kata Alesha yang membuat Rianti hanya tersenyum.


"Dameer punya tante hebat sekali lho..." kata Alesha kemudian sambil membantu sang buah hati berjalan.


"Cah... Cah... Cah..." racau Dameer sambil tertawa bahkan sampai memejamkan mata, membuat Alesha juga tertawa gemas dengan putra nya yang sedang dalam masa paling lucu nya ini. Dameer, adalah obat dari segala rasa sakit yang Alesha rasakan.


Dameer, adalah pelipur lara Alesha. Dameer, adalah cahaya dalam hidup nya dan kekuatan nya.


Jika Alesha memiliki Dameer, lalu kenapa dia harus merasa menderita?


"Ca ca apa? Hmm?" tanya Alesha kemudian menggendong sang buah hati "Sudah sore, waktu nya mandi" ujar nya.

__ADS_1


__ADS_2