
"Beneran tidak usah ada mediasi kan?" tanya Vera pada Bima setelah mereka bertemu dengan Arham, teman Bima sekaligus kuasa hukum Bima. Saat ini mereka sedang dalam perjalanan pulang.
"Kalau misal nya Alesha mau mediasi, bagaimana Vera? dan kemungkinan kita bisa kembali rujuk" kata Bima tiba tiba yang tentu saja membuat Vera terkesiap dan ia tak bisa langsung menjawab pertanyaan Bima.
"Ya... Bagaimana pun juga kan aku sama Alesha itu terikat anak, Ver. Aku tidak mau sebenar nya kehilangan anak ku.."
"Tidak mau kehilangan anak mu atau kehilangan tidak mau kehilangan Ibu anak mu, Mas?" tanya Vera dengan ketus dan sekarang Bima lah yang tak mampu menjawab nya.
__ADS_1
Suasana dalam mobil mu begitu hening, kedua nya sama sama diam dan memikirkan perasaan masing masing. Hingga sampai di rumah Bima, kedua masih diam.
...
Sementara itu, Rianti mencoba memikirkan apa yang di katakan kakak nya, secara logika apa yang di katakan Alesha memang sangat benar tapi ketika kembali ke perasaan tentu apa yang di rasakan nya lah yang paling benar. Rianti beranjak dari ranjang nya, ia bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah mandi, Rianti mengering kan rambut nya dan berdandan seperti biasa. Hal itu di lakukan nya hanya untuk mengalihkan fikiran nya yang masih benar benar kacau, setelah beradandan dan menata rambut nya seperti biasa. Rianti keluar dari kamar dan pergi menuju dapur. Ayah dan Ibu nya yang melihat hal itu tentu sangat terkejut, antara heran dan senang. Beda hal nya dengan Alesha yang hanya tersenyum tipis saat.
"Kalian masak apa? Aku lapar" kata Rianti dengan suara yang serak mungkin karena menangis seharian kemarin dan di lanjutkan dengan tadi malam.
__ADS_1
"Buatan Ibu ya, aku suka ayam lalapan buatan Ibu" kata Rianti. Sekilas ia terlihat baik baik saja dan seperti orang yang ceria, namun semua itu palsu dan itu terlihat jelas di mata nya.
"Yupz, tidak ada makanan yang lebih enak dari masakan Ibu kita" kata Alesha. Rianti mengambil ayam dan menggigit nya, ia mengunyah nya dengan semangat meskipun sebenar nya terasa begitu sulit untuk menelan nya, bahkan air mata kembali menyelinap begitu saja dari sudut mata nya namun Rianti dengan cepat menghapus nya menggunakan punggung tangan nya. Mata Rianti begitu sembab sebenar nya dan sayu, make up nya bahkan tidak bisa menutupi kesedihan di mata nya.
"Kamu kuat kok..." kata Alesha tiba tiba sambil mengusap pundak Rianti.
"Aku sudah memutuskan akan mengakhiri semua nya, Kak" lirih Rianti sambil tersenyum "Aku tidak jahat jadi aku tidak mau menyakiti orang lain, aku hanya jatuh cinta dan biarkan saja itu menjadi urusan ku sendiri" kata nya yang tentu saja membuat Alesha senang dan terharu, ia langsung berdiri dari kursi nya dan mendekap Rianti yang masih duduk. Sementara itu, kedua orang tua mereka sejak tadi mengintip dua anak perempuan mereka itu, dan mendengar apa yang di katakan Rianti tentu membuat mereka senang dan lega.
__ADS_1
"Kamu memang adik Kakak yang terbaik, Dek" ucap Alesha "Percaya deh sama Kakak, setelah ini, kamu akan mendapatkan pria yang jauh lebih baik, yang setia dan sayang keluarga"
"Aamiin" lirih Rianti.