
Ibu nya Bima memegang kepala nya yang terasa begitu sakit seperti di hantam batu setelah mendengar pengakuan putra nya itu. Begitu juga dengan besan nya dan menantu pertama nya.
"Kamu gila, Mas!!!!" teriak Vera kemudian dengan air mata yang berlinang.
"Aku terpaksa, Ver..." lirih Bima dan tentu saja sekarang Ibu nya Vera juga merasa geram dan kecewa.
"Tega tega nya kamu memalukan semua ini pada Vera, Bim?" Ibu nya ikut berteriak "Kamu tidak memikirkan perasaan istri kamu? Perasaan orang tua kamu? Mertua kamu?" teriak nya yang bahkan sudah tak perduli jika ada tetangga yang mendengar, apa lagi posisi mereka masih di luar rumah.
Sementara itu, Bapak nya Bima yang tadi ada di dalam langsung keluar setelah mendengar suara keributan di luar rumah nya.
"Bu, ada apa ini?" tanya
"Ini, Yah. Bima menikah lagi..." jawab Ibu nya lemas yang membuat ayah nya langsung melotot sempurna.
"Bima...." teriak Ayah nya "Apa lagi alasan nya sekarang? Kamu sudah berhenti mencintai Vera dan sekarang mencintai wanita ini?" ia menunjuk Raya yang membuat Raya langsung merengut.
"Sudah sudah, kita bicara di luar. Malu sama tetangga..." sambung Ibu nya kemudian, sementara Vera kini sudah menangis sejadi-jadi nya di pelukan Ibu nya sendiri.
__ADS_1
"Ayo, Mas. Masuk..." Raya justru menggandeng tangan Bima dan Bima pun menurut saja.
Setelah semua nya masuk, Bapak nya Bima meminta mereka semua duduk dan membicarakan masalah ini dengan baik baik. Bima pun jujur tentang suami nya, ia juga jujur alasan nya menikahi Raya karena Raya hamil anak nya Bima. Sudah jatuh, tertimpa tangga lagi, itu lah yang di rasakan Vera sekarang. Ia menatap suami nya itu dengan tatapan yang penuh amarah, kebencian dan kekecewaan. Vera berdiri dan mendaratkan tamparan yang sempurna di pipi Bima, membuat semua orang terkejut.
"Tega kamu, Mas!!!!" desis Vera.
"Kamu bawa istri perempuan lain yang sedang hamil ke hadapan ku? Aku juga hamil, Mas!!!!" teriak Vera di depan wajah Bima yang tentu saja membuat Bima juga terkejut.
"Kamu... Ha.. Hamil?" tanya Bima dan entah mengapa ia tidak merasa ini kabar yang bagus, kehamilan dua wanita di hidup nya sekarang seolah tidak menyuguhkan kebahagiaan di hati Bima, yang ada ia justru mereka bingung sekarang.
"Iya, aku sudah hamil. Dan tega tega nya kamu menikah lagi di belakang aku? Bajingan kamu, Mas!!!!" teriak Vera lagi.
"Maksud Ibu?"
"Loh, saat menikahi kamu bukan nya Bima juga tidak izin sama istri pertama nya dan sama orang tua nya? Sejak saat itu dia memang sudah bajingan lalu kenapa kamu baru marah sekarang? Lagi pula, dulu Alesha tidak menyebut Bima bajingan meskipun Bima menikahi sepupu nya sendiri, terus kenapa sekarang kamu menyebut Bima bajingan hanya karena menikahi wanita yang mengandung anak nya? Aku justru bangga Bima menikahi Raya karena itu arti nya bajingan ini masih bertanggung jawab" Vera dan Ibu nya tercengang mendengar ucapan Ibu nya Bima itu, mereka tak menyangka akan membela Bima yang jelas salah dan membela Raya yang sudah menjadi orang ketiga.
"Bu, bagaimana bisa kamu membela Bima? Meskipun dia anak mu, dia juga salah" seru Ibu nya Vera "Ibu tidak mikirin perasaan Vera sebagai istri Bima? Hati ku juga hancur anak ku di perlakukan seperti ini" ujar nya.
__ADS_1
"Mungkin itu yang dulu di alami Kakak mu saat Vera menghancurkan pernikahan putri nya" ucap Ibu nya Bima dengan tenang yang membuat Ibu nya Vera langsung bungkam.
"Dan tanyakan pada putri mu, apakah dia memikirkan perasaan Alesha dulu? Dia bahkan tinggal di rumah ini, kebayang engga kamu dengan perasaan Alesha saat itu? Bagaimana, Ver? Sanggup kamu? Harus sanggup dong di madu, Alesha saja sanggup kok"
"Ibu...." lirih Vera dan air mata semakin mengalir deras di pipi nya setelah ia di ingatkan dengan masa lalu nya.
Sementara Bima, ia juga tercengang dan teringat kembali dengan Alesha. Bagaimana Alesha menangis dulu karena nya namun Alesha tak pernah sedikitpun melontarkan kata kata yang kasar pada Bima. Sementara Raya, ia masih bersikap tenang. Bukan nya ia tak kasihan pada Vera, tapi sekarang Bima juga suami nya dan ayah dari bayi nya. Dan Raya bukan lah seseorang yang mau mengalah selama ia merasa punya hak untuk tidak mengalah.
"Jadi sekarang harus bagaimana?" tanya Raya kemudian.
"Bagaiamana apa nya?" tanya Bapak nya Bima.
"Entahlah, aku juga istri nya Mas Bima dan aku akan menuntut hak ku, hak yang sama seperti yang di miliki Vera"
"Kamu gila ya?" teriak Vera kemudian.
"Aku bukan nya gila, tapi nasi sudah jadi bubur. Sekarang kita itu madu, aku engga masalah kok di madu. Apa susah nya sih berbagi suami? Toh aku tidak akan mengambil Mas Bima dari mu, dia cuma berbagi" kata Raya lagi yang membuat Vera semakin lemas. Ia teringat dengan Alesha, dimana ia juga pernah mengatakan hal itu pada Alesha.
__ADS_1
"Ya sudah, biar kalian tidak berkelahi. Raya akan tinggal sama Ibu dan Bapak di sini" kata Ibu nya Bima kemudian "Dan ingat, Bima. Jangan ulangi kesalahan yang sama lagi seperti yang kamu lakukan pada Alesha, kamu usir dia ke kontrakan, kamu buat dia bekerja" desis Ibu nya.
"Untung sekarang Alesha punya suami yang baik dan kaya"