
Bima pulang ke rumah Alesha, meskipun ini memang belum waktu nya Bima tinggal bersama Alesha, namun Bima mulai merasakan perasaan rindu pada Alesha, apa lagi semenjak Alesha meminta cerai, Bima terus menerus mimikirkan Alesha, bahkan membuat dia tidak bisa fokus pada pekerjaan nya. Bima terpaksa mengambil cuti selama tiga hari dengan alasan sakit, ia tak mau memaksa kan diri bekerja jika nanti malah pekerjaan nya jadi berantakan. Bima ingin berfikir tenang, Bima ingin membicarakan semua nya baik baik dengan Alesha.
Sementara Alesha saat ini masih di kafe, ia bekerja seperti biasa. Dan lagi lagi Adam datang ke Cafe nya, kali ini ia membawa Miley.
"Selamat datang, Mas Adam. Mbak..." sapa Alesha pada Adam dan Miley, Miley yg di panggil Mbak tentu langsung memberengut.
"Adek saja, Mbak. Jangan Mbak, masih 20 tahun" ujar Miley.
"Oh, Maaf..." kata Alesha tulus, sementara Adam hanya terkekeh geli.
"Mau pesan apa?" tanya Alesha lagi setelah Adam dan Miley duduk di kursi masing masing.
"Ada makanan di sini?" tanya Miley yg membuat Alesha tertawa kecil.
"Ada, Dek. Ini menu nya..." Alesha memberikan buku menu namun Miley kembali memberengut.
"Malas baca" ucap nya yg membuat Alesha menaikan sebelah alis nya.
"Pacar Mas Adam ke kanak kanakan sekali ya" batin nya berkata heran.
"Spaghetti carbonara satu, spaghetti bolognese satu, minum nya lemon tea ya, Al" kata Adam yg seperti nya sudah tahu kesukaan adik nya itu
"Dua dua nya lemon tea?" tanya Alesha.
"Iya" jawab Miley ketus.
"Mil..." tegur Adam "Jangan ketus begitu" bisik nya yg membuat Miley mengernyit kan kening nya, karena biasa nya Adam tak pernah menegur nya akan bersikap seperti apapun. Seketika Miley memperhatikan Alesha baik baik, Miley mulai mencurigai sesuatu, apa lagi tampak nya kakak nya itu mengenal pelayan ini terlihat dari Adam yg menyebutkan nama depan Alesha. Mereka seperti teman, tapi kan Miley kenal dengan semua teman Adam? hmmm
"Mbak nya istri orang ya?" tanya Miley tiba tiba membuat Alesha bingung dan Adam pun melotot terkejut mendengar pertanyaan adik nya yg memang kurang di didik oleh nya itu.
"Mil..."
"Eh?" Alesha melongo bingung.
__ADS_1
"Maksud ku, Mbak nya sudah menikah?" tanya Miley lagi.
"Miley, kamu kenapa tanya begitu sih?" tanya Adam setengah berbisik.
"Mau mengkonfirmasi sesuatu" Miley juga berbisik, kemudian ia menatap Alesha "Jadi Mbak nya sudah menikah?" tanya nya lagi.
"Iya" jawab Alesha dengan senyum di bibir nya. Miley mengangguk anggukan kepala nya mengerti, setelah mencatat pesanan Adam, Alesha bergegas pergi dari sana.
"Jadi itu orang nya?" tanya Miley setelah Alesha pergi.
"Iya" jawab Adam.
"Ck, biasa aja orang nya, tidak cantik cantik amat" celetuk nya yg membuat Adam langsung menabok pelan pipi nya Miley.
"Tapi hati nya sangat cantik, orang nya juga sangat baik, dan wanita yg cantik hanya bisa memuaskan mata, tapi wanita yg baik, bisa jadi sandaran hati"
"Ya ya... Silahkan lanjutkan ceramah nya" ujar Miley mencibir kakak nya itu.
Sambil menunggu pesanan mereka siap, Adam menceritakan pertemuan pertama nya dengan Alesha, dan sekarang Miley mengerti kenapa Adam mengatakan Alesha memiliki hati yg cantik.
"Em kalau bukan kecelakaan besar sih, rasa nya tinggalkan saja deh, takut nya pria itu bukan pria baik, ya kan?" Adam tersenyum.
"Dan Alesha tidak memiliki fikiran seperti itu, ia tidak berfikir ada orang yg tidak baik, karena dia tidak pernah tidak baik"
"Itu mah teori Kak Adam saja" gerutu Miley.
Alesha mengantarkan pesanan mereka, masih dengan senyum ramah di bibir nya. Setelah itu, Alesha kembali melayani pelanggan yg lain.
"Menurut mu, dia sedang ada masalah atau tidak hari ini?" tanya Adam lagi sambil menyeruput lemon tea nya. Miley memperhatikan Alesha, ia tersenyum ramah pada semua orang.
"Dia senyum terus, seperti nya dia tidak punya masalah" jawab Miley sambil mengunyak spaghetti nya.
"Dia punya masalah yg sangat besar..." kata Adam setengah berbisik "Dia sedang hamil muda, ingin bercerai dari suami nya karena suami nya menikah lagi...."
__ADS_1
"Huh?" pekik Miley tak percaya. Dan Adam hanya mengangguk anggukan kepala nya.
"Kasihan sekali" gumam Miley "Semoga perceraian nya lancar ya, Kak. Jadi Kak Adam bisa menikahi dia nanti...."
"MILEY..."
"Hehe..."
...
Alesha pulang ke rumah nya saat hari sudah sore, ia mengernyit karena mendapati pintu rumah nya tidak terkunci.
Sementara itu, Bima segera keluar setelah mendengar suara pintu yg terbuka. Dan ia melihat Alesha yg tampak nya sangat lelah. Sementara Alesha hanya memasang wajah dingin nya pada Bima.
"Al, aku sudah masak" kata Bima, mencoba mengambil perhatian Alesha.
"Terima kasih" hanya itu yg terucap, Alesha bergegas ke kamar nya dan Bima mengekori nya dari belakang.
"Al, aku cuti bekerja selama tiga hari karena aku tidak enak badan, aku akan tinggal di sini" kata Bima. Alesha sempat terdiam, namun kemudian ia tersenyum kecut.
"Jadi kalau sakit, baru datang ke aku? hm?" tanya nya dengan datar, namun pertanyaan itu seperti menusuk hati Bima.
"Bukan seperti itu, Al. Aku hanya.... Aku hanya ingin membicarakan masalah kita baik baik" ujar Bima kemudian.
"Masalah yg mana? Terlalu banyak masalah yg ada di antara kita, Mas. Jadi percuma juga di bicarakan" kata Alesha masih dengan nada yg datar.
"Al, aku tidak mau bercerai dari kamu, aku tidak mau nanti anak aku tidak punya ayah..."
"Apa beda nya dia punya ayah atau tidak, Mas? Selama ini kamu pernah ada buat aku dan janin aku?" tanya Alesha dengan tatapan yg menohok "Lagi pula, kamu juga tidak pernah mencintai ku, kamu menikahi ku hanya karena paksaan orang tua mu. Dan sekarang kamu sudah punya istri yg kamu cintai, jadi sebaik nya kita bercerai, kita jalani hidup kita masing masing..."
"Kenapa kamu ngotot sekali ingin bercerai, Al? Kamu tidak mencintai ku?" tanya Bima sekena nya, pertanyaan itu keluar begitu saja dari mulut nya.
"Aku sangat mencintai kamu, Mas. Tapi karena kamu tidak mencintai ku, ya lebih baik kita berpisah, karena aku sakit, sakit sekali jika aku memaksakan diri untuk bertahan" ujar Alesha dalam satu tarikan nafas yg membuat Bima tercengang.
__ADS_1
Ini pertama kali nya, secara langsung dan terang terangan Alesha mengungkapkan cinta nya pada Bima. Dan itu membuat jantung Bima berdebar hebat.