Berbagi Cinta - Hati Perempuan

Berbagi Cinta - Hati Perempuan
Episode 6


__ADS_3

Keesokan harinya, Alesha kembali menjalankan tugas nya seperti kemarin. Dan sebelum ayah mertua nya meminta kopi, Alesha sudah lebih dulu menyiapkan kopi di meja depan, tak lupa Alesha juga meletakkan koran baru di samping nya karena kemarin ia melihat ayah mertua nya itu membaca koran.


Alesha juga menyiapkan biskuit untuk menemani pagi ayah mertua nya. Hal itu tentu membuat ayah mertua nya senang.


Dan di dapur, Alesha menyiapkan bahan bahan untuk memasak. Tangan nya yg mungil bergerak cekatan dalam mengerjakan pekerjaan dapur itu, dan saat ibu mertua nya masuk ke dapur, pekerjaan dapur sudah berjalan setengah nya.


"Mau makan sesuatu, Bu?" tanya Alesha menawarkan.


"Tidak, ibu cuma mau bikin teh panas..." ucap nya.


"Biar aku buatin ya, Bu" ujar Alesha kemudian dengan cepat ia membuatkan teh panas untuk ibu mertua nya. Ibu mertua nya itu melihat ada ikan yg sudah di bumbui.


"Ini mau di goreng, Al?" tanya nya pada Alesha yg sudah menyiapkan teh panas.


"Iya, biar aku saja yg goreng. Ibu sebaik nya temani ayah di depan, ayo aku bawakan teh nya..." ujar Alesha.


"Tidak usah, biar ibu bantuin kamu masak" kata ibu mertua nya menolak.


"Kan sudah ada aku yg masak, Bu. Sudah ayo..." Alesha memaksa dan bahkan ia menggandeng ibu mertua nya itu untuk menemani ayah nya.


"Nanti kalau sarapan nya sudah selesai, aku akan memanggil ayah sama Ibu" ucap nya kemudian sembari tersenyum.


Ayah dan ibu mertua nya itu tersenyum dan mengangguk, Alesha pun kembali ke dapur untuk melanjutkan pekerjaan nya.

__ADS_1


"Alesha baik banget ya, Mas..." ujar ibu nya Bima.


"Iya, dia benar benar berbakti pada kita seperti pada orang tua nya sendiri. Tidak salah kita memilih dia sebagai menantu" sambung ayah nya.


Bima sempat mendengar apa yg di bicarakan kedua orang tua nya itu, Bima mengulum senyum samar karena apa yg di katakan mereka memang benar ada nya, Bima sendiri bahkan tidak pernah membuatkan kopi untuk ayah nya ataupun teh untuk ibu nya. Tentu saja, dia anak laki laki dan tidak melakukan hal seperti itu. Bima hanya sekolah, kemudian bekerja. Itu saja.


.........


Setelah memasak, Alesha menata makanan nya di meja makan dan kemudian ia memanggil mertua nya.


"Kamu tidak ikut sarapan, Al?" tanya ibu nya karena Alesha malah hendak pergi ke kamar nya.


"Mau panggil Mas Bima dulu, Bu" jawab nya dan ibu nya pun hanya ber oh ria.


"Mas, tidak mau sarapan?" tanya Alesha dan tak lupa ia menyunggingkan senyum hangat nya untuk suami nya itu. Tak perduli sedingin apapun sikap Bima pada nya, Alesha tak pernah sedikitpun membalas sikap dingin itu dengan sikap dingin juga. Justru sebalik nya, Alesha selalu bersikap hangat.


"Nanti saja" jawab Bima tanpa menatap Alesha sedikitpun.


Alesha pun hanya menganggukan kepala nya, kemudian ia merapikan kamar nya, menyusun barang barang yg berserakan dan menyiakan pakaian kerja Bima.


Bima tak pernah meminta Alesha melayani nya dalam hal apapun, namun Alesha melakukan semua nya atas kemauan nya sendiri dan dia dengan cepat bisa mengetahui kebiasaan kebiasaan Bima. Bima senang sebenar nya dengan hal itu dan ia tidak pernah menolak Alesha dalam melayani nya sebagaimana layak nya seorang istri. Namun hanya satu yg tidak bisa Bima berikan pada Alesha, yaitu nafkah batin. Dan Alesha bisa melayani Bima dalam segala hal dengan sangat baik, kecuali melayani kebutuhan ranjang nya. Alesha akan sabar menunggu, dan dia tidak pernah lupa berdoa meminta agar pintu hati Bima segera di buka kan untuk nya.


Bima meletakkan ponsel nya di atas meja, dan Alesha tahu Bima akan mandi. Alesha pun mengambilkan handuk untuk Bima, dan menyiapkan nya di kamar mandi.

__ADS_1


Setelah itu Alesha keluar dari kamar dan pergi untuk membersihkan dapur nya.


Ibu dan ayah mertua nya juga sudah selesai sarapan, tak lama kemudian Bima datang ke dapur dan ia sudah tampak rapi dengan pakaian kerja nya.


Alesha langsung mengambilkan piring untuk Bima, mengambil nasi dan ikan, ia juga melakukan hal yg sama untuk diri nya sendiri. Bima pun makan, dan Alesha pun juga makan. Ia duduk berhadapan dengan Bima.


"Memang nya kamu belum makan?" tanya Bima yg membuat Alesha langsung mendongak, Bima tidak pernah menanyakan apapun tentang diri nya selama ini, karena itulah Alesha begitu senang mendapatkan pertanyaan receh seperti ini.


"Belum, Mas. Aku menunggu mu" jawab Alesha jujur, Bima hanya menganggukan kepala nya dan melanjutkan sarapan nya dalam diam.


Setelah sarapan, Bima pun bergegas pergi bekerja dengan manaiki sepeda motor nya.


Sementara Alesha melanjutkan pekerjaan rumah, ia melakukan nya dengan senang hati karena ia tahu itu tugas nya.


Saat siang hari dan pekerjaan nya sudah selesai, Alesha mengambil ponsel nya dan membuka blog pribadi nya.


Alesha kembali menuliskan kata kata nya di sana.


Apa sih yg di inginkan manusia sebenar nya?


Kesempurnaan, tentu saja. Tapi kesempurnaan takkan menjamin kebahagiaan dan kenyamanan dalam hidup. Dan takkan ada yg memiliki kesempurnaan, dan itu adalah habitat makhluk di dunia ini.


Hati yg bersih, fikiran yg tenang, adalah kesempurnaan yg aku harapkan.

__ADS_1


__ADS_2