
Setelah kedatangan Bima yang marah marah, Alesha menjadi tidak tenang. Ia takut Bima mengambil Dameer dari nya, apa lagi Alesha melihat Bima yang tampak sangat berbeda dan Alesha justru menantang Bima untuk mengambil Dameer dari nya jika Adam tak bisa jadi ayah yang baik. Kemarahan, frustasi dan juga luka terlihat jelas di mata nya
"Auu..." Alesha yang sedang merajut topi terkena jarum di karenakan sejak tadi ia terus melamun, Alesha meringis saat merasakan sedikit perih di ujung jari nya dan darah pun keluar dari ujung jari nya itu.
Alesha membersihkan darah yang keluar dari jari nya dan kemudian ia menghentikan aktifitas nya itu, Alesha pergi ke kamar nya untuk mengecek Dameer dan putra nya itu ternyata masih tidur dalam posisi yang sama sejak 20 menit yang lalu.
Alesha pun kembali melanjutkan pekerjaan nya yang sudah ia tekuni selama beberapa bulan ini, meskipun pekerjaan nya ini tak memberi nya uang yang cukup banyak, namun Alesha sudah sangat bersyukur karena setidak nya ia punya penghasilan sendiri. Dan berkat Rianti dan Dion juga Alesha punya beberapa customer apa lagi dengan bantuan media sosial.
...
Sementara itu, Adam dan keluarga nya sedang berkumpul sembari menonton tv. Lebih tepat nya, Vitha dan Miley yang menonton tv dan duduk berselonjoran di karpet. Sedangkan Om Hermawan sibuk dengan laptop nya dan Adam sibuk dengan ponsel nya.
"Oh ya, Kak. Kapan kalian menikah?" tanya Vitha kemudian.
"Secepat nya, Vith. Tapi kan kita harus bicara dulu dengan Alesha dan keluarga nya" jawab Adam.
"Mau pesta engga, Kak?" tanya Miley namun pandangan nya masih fokus pada layar televisi yang menampilkan drama korea.
"Mau lah, Kakak pengen pesta meriah malah" jawab Adam antusias.
"Kalau begitu kita bicara secepat nya dengan keluarga Alesha, Dam. Om harus segera pulang, Vitha juga harus kembali fokus pada kuliah nya" sambung Om Hermawan.
"Bagaiamana kalau nanti malam, Om? Kita undang mereka makan malam di rumah, soal nya Alesha dan keluarga nya tidak pernah ke sini, Om"
"Masak sih, Dam? Bukan nya kalian berteman sudah sejak lama? Kamu juga bilang dulu Alesha tinggal di kontrakan dekat bengkel kamu" kata Om Hermawan yang tak percaya jika Alesha tidak tahu rumah Adam
"Beneran tidak tahu, Om. Dan saat itu Alesha masih sah istri pria lain, bahkan sedang hamil. Jadi kan tidak mungkin aku ajak dia main" jawab Adam.
"Tapi kan setelah bertemu lagi, dia sudah janda, Dam. Belum di ajak main juga?" tanya Om Hermawan lagi
__ADS_1
"Bingung aku, Om. Bagaimana cara nya ngajak Alesha main ke rumah, dia bahkan tidak pernah main ke rumah tetangga nya, Om. Kalau keluar rumah paling mentok sampai halaman rumah nya saja, terus kalau keluar ya paling ke mall atau ke taman, atau ke pasar"
"Haha" Om Hermawan tertawa geli mendengar penuturan Adam yang menurut nya lucu, dan itu membuat Adam justru terlihat bingung.
"Kenapa malah ketawa, Om?" tanya Miley yang juga bingung dengan Paman nya itu.
"Ya rasa nya tidak mungkin di zaman sekarang ini masih ada perempuan rumahan seperti Alesha" jawab Om Hermawan.
"Ya ada lah, Om. Noh, Calon kakak ipar" jawab Miley sambil terkekeh "Kata Rianti ya, Om. Kak Alesha itu tipe orang yang introvert dan sulit bergaul, tidak punya banyak teman. Apa lagi setelah lulus SMA dia langsung merantau ke kota lain, terus baru berhenti beberapa bulan kemudian langsung di nikahkan" tutur Miley yang teringat dengan cerita Rianti.
"Kasihan sekali dia, ya" gumam Om Hermawan "Berarti dia tidak pernah punya kesempatan untuk hidup seperti yang dia mau, dari remaja yang seharus nya masih sekolah dan bergaul dengan banyak orang, dia malah sibuk bekerja"
"Maka nya, Kak Adam nanti harus jadi suami yang baik buat Kak Alesha ya" kata Miley "Sekali kali Miley juga mau di rumah ini tuh ada sosok wanita dewasa, seperti Ibu. Dulu sudah punya yang baik, eh di sia siain" sindir Miley sambil melirik sinis Kakak nya itu.
"Iya, Mil. Kakak itu bukan orang bodoh yang akan jatuh di lubang yang sama untuk kedua kali nya" tegas Adam.
"Benar ya?" tanya Miley ingin memastikan.
^^^Dion^^^
^^^"Hanya ingin menyapa, aku mendapatkan nomor mu dari Kak Alesha. Apa aku mengganggu?" ^^^
Me
"Tidak, aku hanya sedang berkumpul bersama Miley, papa dan Kak Adam"
^^^Dion^^^
^^^"Oh begitu, em jika kau tidak sibuk, aku ingin mengajak mu minum kopi besok siang"^^^
__ADS_1
Vitha melirik Miley lagi dan sebagai wanita dewasa, ia bisa merasakan ada maksud tersembunyi dari Dion yang mengajak nya minum kopi bersama, Vitha tentu akan menolak hal itu mengingat Miley sudah naksir Dion sejak lama.
Me
"Maaf aku tidak bisa, aku dan Papa juga akan segera pulang. Kamu bisa mengajak Miley"
^^^Dion^^^
^^^"Baiklah, tidak apa apa" ^^^
Setelah itu Vitha tak lagi membalas pesan Dion untuk menjaga perasaan saudari sepupu nya itu.
...... ...
Sementara itu, fikiran Vera benar benar kacau hari ini. Ia tidak bisa mengerjakan pekerjaan nya dengan baik bahkan Vera beberapa kali membuat kesalahan yang membuat Pak Tubagus memarahi nya.
"Ada apa dengan mu, Ver? Selama ini kamu bekerja dengan baik" kata Pak Tubagus kesal.
"Maaf, Pak... Saya, saya tidak enak badan" jawab Vera akhir nya.
"Kalau kamu sakit, sebaik nya kamu istirahat dan bukan pergi bekerja. Dari pada membuat kesalahan terus, itu bukan mempersulit kamu tapi juga saya" tegas Pak Tubagus dan Vera hanya bisa menundukan kepala nya dan kembali meminta maaf.
"Maaf, Pak. Saya janji lain kali ini tidak akan terjadi lagi" kata Vera.
"Sebaiknya kamu pulang sekarang, dari pada kamu terus bikin salah" titah nya.
...... ...
Sementara itu, Bima berpapasan dengan Raya di tempat kerja mereka. Raya langsung menghindar begitu juga dengan Bima, dulu Bima selalu bersikap ramah pada siapa pun di kantor nya dan Raya juga gadis yang ramah. Namun setelah apa yang terjadi semalam, kedua nya bahkan tidak berani untuk saling menatap.
__ADS_1
Bima berusaha melakukan pekerjaan nya sebaik mungkin meskipun hati dan fikiran nya benar benar kacau seperti benang yang kusut. Bima tidak tahu lagi bagaimana memperbaiki nya atau mencari ujung nya.
"Kenapa semua nya malah jadi seperti ini..." geram nya kesal.