
Alesha menyambut kedatangan mantan mertua nya itu dengan baik dan bahkan sangat ramah, seolah mereka bukan lah orang tua dari pria yang pernah menghancurkan hati nya.
Sementara mereka tercengang melihat rumah suami Alesha yang berkali kali lipat jauh lebih besar dari rumah mereka, bahkan lebih besar dari rumah yang sekarang di tempat Vera dan Bima.
"Keadaan Ibu sama Ayah bagaimana? Kalian sehat kan?" tanya Alesha sembari menyajikan teh dan beberapa cemilan.
"Alhamdulillah kami sangat sehat, Al. Kamu sendiri bagaimana, Nak? Kamu bahagia?"
"Alhamdulillah aku sangat bahagia, Bu. Mas Adam juga ayah yang sangat baik untuk Dameer"
"Iya, Ibu percaya. Kamu tidak mungkin salah memilih laki-laki" jawab nya yang teringat dengan putra nya sendiri.
Mereka pun menghabiskan waktu seharian di rumah Adam dan bermain dengan cucu mereka, kedua orang tua Bima itu tampak bahagia dan sejenak melupakan beban hidup mereka.
..........
__ADS_1
Beberapa hari kemudian Bima masih belum juga pulang karena Raya yang masih terus mual mual dan ia terus merengek manja pada Bima. Awalnya Bima kesal, namun melihat Raya yang terus mual dan tampak lemas ia justru merasa kasihan. Bima bahkan tidak punya waktu untuk menghubungi Vera dan hal itu membuat Vera benar benar kesal. Vera jadi harus pulang pergi sendiri dan naik taksi.
"Sebaik nya kita samperin ke rumah mertua mu, Ver. Takut Ibu nya Bima sakit parah" saran Ibu nya karena sudah seminggu Bima tak pulang dan sulit di hubungi.
"Ya bukan nya aku tidak mau menjenguk Ibu mertua ku, Ma. Tapi kan aku sudah bilang alasan ku malas ke sana, apa lagi nanti kita ketemu tetangga lama..." lirih Vera sembari memegang kepala nya yang terasa pusing.
"Kamu kenapa, Ver?" tanya Ibu nya yang melihat wajah Vera sangat pucat.
"Entah lah, Ma. Dari kemarin aku pusing, mual terus lagi" gumam Vera.
"Jangan jangan kamu hamil, Ver..." ucap sang Ibu antusias yang tentu saja membuat Vera langsung senang.
"Apa kita ke rumah sakit sekarang?" tanya Mama nya dengan antusias.
"Beli test peck saja lah, Ma. Biar nanti aku ajak Mas Bima ke rumah sakit" kata Vera.
__ADS_1
"Ya udah, Mama pergi beli test peck sekarang ya. Kamu istirahat saja..." Vera hanya mengangguk sembari memegang perut nya yang masih rata itu.
...........
Vera memekik girang saat ia melihat test peck nya menunjukan dua garis yang berarti ia postif hamil, Vera bahkan langsung berhambur ke pelukan sang ibu dan Ibu nya pun tentu sangat terharu karena akhir nya ia akan di karunia cucu.
"Alhamdulillah, ya Allah..." gumam sang ibu penuh rasa syukur "Semoga setelah ini mertua mu mau menerima mu ya, Ver"
"Pasti dong, Ma. Aku sudah mengandung cucu mereka, masak iya mereka masih mau menolak aku" kata Vera percaya diri.
"Kalau begitu, sekarang kita pergi ke rumah mertua mu ya. Buat kasih tahu berita ini secara langsung pada mereka dan Bima, pasti mereka senang"
"Benar juga ya, Ma. Kasih kejutan" kata Vera antusias "Ya sudah, aku ganti baju dulu ya, Ma. Mama panggil taksi sekarang"
"Iya..."
__ADS_1
Ibu nya Vera pun segera memanggil taksi, dan tak butuh waktu lama taksi pun sudah datang dan Vera juga sudah siap.
"Nak, kita datangi Nenek dan Kakek ya, kasih mereka kejutan. Mereka pasti senang, apa lagi Papa mu. Dia sudah tidak sabar menunggu kehadiran mu"