
Dion mencari tahu siapa Antonio pacar Rianti yang kata nya Dosen di kampus nya, dan setelah mendapatkan informasi tentang tiga Dosen yang bernama Antonio itu, Dion sangat terkejut karena ketiga nya sudah berumah tangga. Dion mengambil foto tiga dosen tersebut untuk di tunjukan pada Alesha, sehingga Dion bisa tahu Antonio yang mana yang menjadi pacar Rianti.
Sementara itu, Alesha berada di rumah nya dan sedang merajut kaos kaki untuk bayi nya nanti, hingga ia mendengar pintu yang terbuka dan Alesha tahu itu pasti Bima. Alesha masih melanjutkan pekerjaan nya tanpa memperdulikan Bima yang kini sudah memasuki kamar nya.
"Kamu sudah check kehamilan mu, Al?" tanya Bima sembari meletakkan tas nya di atas nakas..
"Hem" jawab Alesha malas.
"Apa kata Dokter?" tanya Bima lagi. Alesha tersenyum kecut tanpa mendongak sedikitpun, ia tetap fokus pada aktifitas nya.
"Kalau saja kamu tidak sibuk dengan istri kedua mu itu, Mas. Mungkin kamu akan tahu apa kata Dokter" sindir Alesha yang membuat Bima menghela nafas berat.
"Al, jangan mulai lagi" ujar nya.
"Oh, maaf..." kata Alesha kemudian, ia melatakkan peralatan merajut nya di ranjang dan beranjak berdiri "Butuh air minum, Mas? Atau es teh?" tanya nya.
"Tidak usah, aku hanya sebentar" kata Bima dan Alesha mengangguk anggukan kepala nya kemudian ia kembali duduk di tepi ranjang.
Bima menatap Alesha yang kembali sibuk dengan aktifitas nya "Al, aku ini masih suami kamu. Kenapa sih kamu selalu bersikap dingin sama aku?" tanya Bima lagi yang membuat Alesha mengernyitkan kening nya, ia kembali mendongak dan menatap Bima.
"Maaf, maksud nya apa ya?" tanya Alesha lagi.
"Al, sejak kapan kamu berubah?" tanya Bima lagi yang membuat Alesha mulai terpancing emosi nya.
"Sejak kamu menikahi Vera" jawab Alesha kemudian ia beranjak berdiri dari tempat nya dan meninggalkan kamar, Bima pun mengejar nya.
Sudah berbulan bulan Alesha selalu berlaku sangat dingin pada Bima dan itu membuat nya kesal.
__ADS_1
"Alesha, tunggu..." teriak nya, Alesha yang hendak pergi keluar pun terpaksa menghentikan langkah nya.
"Apa lagi, Mas?" tanya nya kesal.
"Aku tahu kamu masih marah sama aku" kata Bima kemudian "Tapi aku harus bagaimana supaya kamu tidak marah sama aku? Kamu tahu sendiri aku sangat mencintai Vera" kata Bima yang membuat hati Alesha semakin mencolos, mata nya sudah terasa begitu panas namun Alesha berusaha membendung air mata nya.
"Memang nya kapan aku melarang mu mencintai Vera?" tanya Alesha dengan suara yang bergetar dan pertanyaan itu berhasil membuat Bima bungkam "Sudah lah, Mas. Aku mau pergi, mau cari udara segar. Gerah sekali di sini" kata Alesha dan ia pun pergi dari sana tanpa memperdulikan Bima.
"Seperti nya aku harus melayangkan gugatan cerai sekarang juga" batin Alesha berkata pasrah "Menunggu sebulan lagi rasa nya masih sangat lama, dia selalu bertanya tentang sikap ku sebagai istri, tapi dia tidak pernah berkaca dan mempertanyakan sikap nya sebagai suami"
...
"Ciye Ciye, yang punya baju kesayangan. Cuaca panas begini pakai baju rajut" goda Miley yang melihat Adam memakai baju rajut buatan Alesha.
"Adam tahu" kata Adam enteng nya.
"Adem adem, matahari sudah panas begitu, se panas istri istri yang di madu" celetuk Miley yang membuat Adam mendelik.
"Dasar adik durhaka" ketus Adam.
"Justru Miley itu adik yang bijak, Kak. Menyuruh Kakak nya rajin bekerja, huh" kata Miley namun Adam tak memperdulikan nya
...
Dion sudah sampai di rumah Alesha namun rumah nya tertutup rapat, Dion mengetuk pintu nya dan memanggil Kakak nya itu.
"Kak Alesha..."
__ADS_1
"Kak Alesha di rumah kan?" teriak Dion namun tak ada jawaban. Ia pun merogoh ponsel nya di saku nya dan menghubungi Alesha, setelah beberapa saat menunggu dengan cemas Karena takut Kakak nya kenapa kenapa, akhir nya Alesha menjawab telfon Dion
"Kenapa, Di?" Dion langsung bernafas lega setelah mendengar suara Kakak nya yang seperti nya baik baik saja.
"Kak Alesha dimana? Aku di depan rumah Kak Alesha, ada yang mau aku bicarakan sama Kakak" kata Dion
"Kakak di luar, beli bakso. Sebentar lagi Kakak pulang"
"Mau aku jemput? beli bakso dimana?
"Di dekat bengkel nya Mas Adam"
"Oh ya udah, aku ke sana sekarang"
Setelah memutuskan sambungan telfon nya, Dion segera naik ke atas motor nya untuk menjemput Alesha.
Sementara Alesha saat ini sedang mengantri untuk membeli bakso, sebenar nya dia bukan nya ingin makan bakso. Tapi karena tadi ada Bima di rumah nya, Alesha pun pergi keluar untuk menghindari Bima. Karena setiap bertemu Bima, Alesha selalu merasa sakit hati.
"Bang, tambah satu bungkus lagi ya" ucap Alesha pada tukang bakso nya itu.
"Iya, Neng" jawab si tukang bakso.
Tak lama kemudian Dion datang, ia langsung turun dari motor nya.
"Sudah?" tanya Dion.
"Belum, satu lagi. Buat kamu" kata Alesha.
__ADS_1
"Memang nya kamu mau bicara apa, Di?" tanya Alesha kemudian.
"Tentang Rianti, Kak"