Berbagi Cinta - Hati Perempuan

Berbagi Cinta - Hati Perempuan
Episode 85


__ADS_3

"Dimana pacar kamu, Ray?" tanya Ayah Raya yang bersatus sebagai seorang polisi itu, nama nya Agus Purnomo.


"Sudah putus, Pa" Jawab Raya singkat.


"Kenapa? Dia meninggalkan mu lagi?" tanya sang Ayah yang terlihat marah.


"Bukan, aku yang ninggalin dia. Sudah muak aku sama dia, Pa" ujar Raya santai.


"Kamu tidak sedih kan, Sayang?" tanya sang Papa lagi dan Raya menggeleng meskipun sebenarnya ia memang sedih, Raya masih mencintai Rafli sekalipun pria itu selalu menyakiti nya.


"Tidak apa apa, Pa. Mungkin bukan jodoh..." kata Raya lirih dan ia teringat dengan Bima, entah Raya harus marah pada pria itu karena telah berani meniduri nya atau justru berterima kasih karena Bima lah alasan ia bisa lepas dari Rafli.


"Baiklah, asalkan kamu tidak sedih, tidak apa apa. Tapi kalau sampai ada yang menyakiti kamu nanti, kamu kasih tahu Papa. Papa akan membuat perhitungan dengan nya"


.........


"Bim..." Bima terkesiap saat tiba tiba Toni datang dan menepuk pundak nya.


"Apa sih?" ketus Bima.


"Aku dengar Alesha mau menikah ya..." ujar Toni lagi.


"He'em" jawab Bima malas.


"Aku juga dengar pria itu investor di perusahaan tempat Vera bekerja" kata Toni lagi yang justru membuat Bima merasa kesal.


"Benar engga, Bim?" tanya Toni lagi mendesak karena Bima hanya diam saja.


"Hmmm" jawab Bima.

__ADS_1


"Masya Allah..." gumam Toni "Hebat ya si Alesha, padahal dia kan orang nya pendiam dan tidak banyak bergaul. Eh tiba tiba ada orang kaya yang menjadikan nya istri, kok bisa ya"


"Sudah jodoh nya kali" Jawab Bima kemudian dengan malas.


"Iya sih, padahal dulu aku fikir sayang banget Alesha karena harus bercerai dari kamu, Bim. Eh ternyata takdir Tuhan itu memang adil ya" celetuk Toni entah sengaja menyindir Bima atau tidak, namun Bima merasa tersindir dengan ucapan karib nya itu.


...


Sementara di sisi lain, Vera kembali bekerja dan Pak Tubagus menanyakan keadaan Vera. Vera hanya mengatakan bahwa ia sudah lebih baik dan meminta maaf atas kejadian sebelum nya.


"Oh ya, Ver. Tolong aturkan jadwal ku besok untuk bertemu dengan Pak Hermawan ya, mumpung dia ada di sini"


"Baik, Pak" Jawab Vera sambil tersenyum kaku.


"Dunia itu sempit ya, Ver. Adam investor ku dan calon istri nya Adam ternyata sepupu mu, itu sangat baik untuk hubungan kerja kita" lagi lagi Vera hanya tersenyum kaku "Sepupu mu itu beda jauh ya sama kamu, dia terlihat lebih kalem dan pendiam" kata Pak Tubagus lagi dan lagi lagi Vera hanya menanggapi nya dengan senyum.


"Itu arti nya, kamu juga akan jadi bagian keluarga Adam juga ya. Mungkin lain kali aku bisa mengundang keluarga besar kalian untuk makan malam bersama keluarga ku" kata Pak Tubagus lagi yang tentu saja membuat Vera semakin tak bisa menjawab. Dulu hubungan nya dengan keluarga Alesha memang sangat baik namun tidak setelah Vera dan Bima menikah.


"Tidak, Pak. Saya sangat sehat" kata Vera gelagapan "Kalau begitu, saya akan melanjutkan pekerjaan saya, Pak"


....


Sepulang nya dari kerja, Vera mampir di sebuah restaurant untuk menghilangkan penat nya dan menghibur diri tentu nya. Vera tidak tahu apakah Bima akan pulang atau tidak hari ini, namun Vera sudah merasa jengah dengan sikap suami nya yang ternyata seperti pria tak punya prinsip itu.


Apa lagi ketika Vera mengingat bagaimana Bima mengejar nya selama tiga tahun, Bima tak pernah menyerah bahkan meskipun Bima sudah memiliki Alesha, Bima ternyata tetap mencintai diri nya dan mau menikahi nya.


"Lalu kenapa sekarang dia berubah? Ini kan hanya masalah kecil..." gumam Vera "Sekarang dia juga sudah semakin sukses, ya aku semakin cinta dong. Tapi kenapa dia nya yang berubah? Dulu dia sangat bertanggung jawab pada Alesha dan mereka seperti nya tidak pernah bertengkar, lalu kenapa sekarang dia seperti memusuhi ku?"


"Pesanan nya, Bu..." seorang pelayan datang membawa pesanan Vera.

__ADS_1


"Terima kasih" kata Vera dan kemudian ia menikmati hidangan itu dengan lahap, Vera tak mau terus bersedih hanya karena Bima marah dan merajuk. Toh nanti pria itu juga pasti akan pulang pada nya.


"Dia kan cinta mati sama aku, mana mungkin dia bisa marah lama lama"


.........


"Dimana Vera?" tanya Bima pada Ibu mertua itu yang saat ini sedang menyajikan makan malam namun hanya untuk dua orang.


"Vera kata nya mau makan di luar, Bim" jawab sang Ibu mertua dan Bima hanya mengangguk anggukan kepala nya.


"Bim, kamu masih marah sama Vera?" tanya Ibu mertua nya kemudian sembari menarik kursi untuk diri nya sendiri.


"Engga" jawab Bima singkat.


"Terus kenapa tadi malam kamu tidak pulang? Vera masak buat kamu, dia juga nungguin kamu di meja makan sampai ketiduran" Bima sedikit terkejut mendengar penuturan ibu mertua nya itu namun Bima tak bertanya lebih lanjut. Kedua nya pun makan dalam diam, hanya terdengar suara dentingan sendok garpu yang beradu dengan piring.


"Bim..." akhirnya sang mertua kembali membuka suara "Aku mengajak Vera menemui Alesha..." Bima kembali terkejut mendengar pernyataan mertua nya itu.


"Untuk apa?" tanya nya seperti orang yang menggeram.


"Ya untuk minta maaf, Bim. Bagaimana pun juga mereka kan masih saudara sepupu, ikatan darah itu tidak akan bisa lepas sampai kapan pun"


"Aku tahu itu, tapi sebaiknya kita jangan cari masalah baru" tukas Bima.


"Masalah baru apa nya, Bim? Justru aku ingin menyelesaikan masalah, jika kalian datang dan meminta maaf, menyambung kembali ikatan kekeluargaan, siapa tahu dengan itu hidup kita lebih tenang" tutur sang ibu mertua seperti orang yang sedang emosi "Setiap kali aku ketemu dengan tetangga lama, atau teman lama. Mereka selalu menyindir ku karena Vera di anggap perusak rumah tangga saudara nya sendiri. Bahkan, karena Vera tidak hamil sampai sekarang, mereka mencibir dan mengatakan itu karma. Dan karena kehidupan kita lebih baik, mereka juga mencibir kalau kita bahagia di atas penderitaan Alesha dan Dameer. Semua orang bersimpati pada mereka berdua dan mencibir aku dan Vera. Aku malu, Bim"


"Ya jangan dengarkan, Ma" jawaban yang Bima berikan sungguh tak di sangka oleh Ibu mertua nya, ia bahkan melongo seperti orang bodoh.


"Bagaiamana tidak di dengarkan, Bim? Mereka menghina ku dan putri ku..."

__ADS_1


"Ya terus kita harus apa? Menutup mulut mereka atau menjelaskan pada mereka satu persatu bahwa aku dan Vera tidak bermaksud menyakiti Alesha? Ya tidak bisa lah, Ma. Kita juga tidak bisa memutar waktu atau mengembalikan apa yang hilang, jadi lebih baik tidak usah ungkit masa lalu"


__ADS_2