Berbagi Cinta - Hati Perempuan

Berbagi Cinta - Hati Perempuan
Episode 38


__ADS_3

Bima melakukan aktifitas nya seperti biasa, ia bangun pagi, menyiapkan sarapan untuk nya dan Alesha.


"Mas..." panggil Alesha saat Bima menatap makanan nya di meja makan.


"Ada apa, Al?" tanya Bima masih fokus dengan pekerjaan nya


"Ada yang mau aku bicarakan, Mas..." ucap nya dengan lirih, Bima menghentikan aktivitas nya itu dan ia menatap Alesha dengan perasaan yang bercampur aduk, karena melihat dari raut wajah Alesha, Bima tahu seperti nya ini tentang pernikahan mereka lagi yang memang sudah sangat retak sejak Bima membawa Vera ke rumah nya tanpa izin Alesha.


"Nanti ya, Sayang. Kita sarapan dulu..." ujar Bima dan kembali menata makanan nya, namun Alesha mencekal pergelangan tangan suami nya itu membuat aktivitas nya langsung terhenti.


"Mas, ini penting..." lirih Alesha menatap suami nya itu memohon. Bima menghela nafas berat dan ia meletakkan mangkuk yang ia pegang.


Alesha pun menarik Bima ke kamar nya, ia mendorong Bima hingga terduduk di tepi ranjang dan Alesha berlutut di depan nya. Hal itu berhasil membuat jantung Bima berdebar hebat, apa lagi tatapan Alesha begitu sayu menatap tepat kedua manik mata nya.


"Ada apa, Al? Jangan membuat ku gugup..." ucap Bima dengan suara rendah.


"Kenapa kamu lakukan ini, Mas?" tanya nya.


"Melakukan apa, Sayang?" tanya Bima yang menunduk sementara Alesha mendongak, sehingga tatapan kedua nya terkunci.


"Perhatian sama aku, bersikap mesra, bahkan kamu memasak, membersihkan rumah, mencuci. Kenapa?" tekan Alesha dengan mata yang kembali terasa panas dan ia sungguh ingin menangis.


"Karena kamu istri ku, Al. Aku ingin menebus semua kesalahan ku, aku ingin menjadi suami yang baik buat kamu..." jawab nya yakin.


"Di saat saat terkahir pernikahan kita?" tanya Alesha dengan suara tercekat dan Bima langsung menggeleng.

__ADS_1


"Aku tidak mau bercerai..." tegas Bima dan hal itu membuat Alesha terhenyak, jantung nya langsung berdebar hebat karena mendengar apa yang di ucapkan suami nya itu. Alesha menatap lekat lekat kedua netra suami nya itu untuk mencari kebohongan di sana, namun yang ia dapatkan hanya tatapan yang begitu sendu.


"Aku mohon, Al. Aku tidak mau cerai dari kamu, aku tidak mau kehilangan kamu dan anak kita..." seru nya meyakinkan. Alesha langsung berdiri tegak dan itu membuat Bima mendongak pada nya.


Alesha terdiam sesaat namun tatapan nya masih terpaku pada Bima.


"Kenapa?" satu kata itu Alesha ucapkan dengan susah payah.


"Karena... Karena aku tidak mau..." jawab Bima yang membuat Alesha tersenyum kecut.


"Kenapa? Karena ada yang tidak bisa kamu dapatkan dari Vera dan kamu dapat kan dari ku?" tanya Alesha kemudian yang membuat Bima langsung mengernyitkan kening nya bingung.


"Maksud kamu apa, Al?" tanya nya.


"Ibu sudah cerita sama aku, Mas. Bagaimana Vera di rumah, dan aku tau Ibu berkata jujur karena aku sangat mengenal adik sepupu ku itu" tukas Alesha.


"Dan aku tidak tahu kenapa kamu tidak mau cerai, padahal kita sudah membicarakan ini. Mungkin kamu takut kehilangan istri yang patuh?" ia kembali menyindir pedas, Alesha bukan nya mau sombong dan mengakui bahwa ia istri yang patuh. Tapi Alesha memang benar benar mengenal Vera luar dalam.


"Al, kamu bicara apa sih?" tanya Bima.


"Mas, aku bicara begini supaya kamu sadar, pernikahan kita tidak mungkin bisa di lanjutkan karena aku tidak mau di madu!!!" tegas Alesha kemudian dan bulir bening itu kembali merembes begitu saja dari sudut mata nya.


"Al, aku bisa adil. Aku janji, aku tidak akan membedakan mu dan Vera..." sanggah Bima namun Alesha menggeleng tegas.


"Mas, salah satu alasan aku ingin bercerai dari kamu memang karena kamu sebelumnya tidak pernah adil sama aku. Dan alasan yang lain nya, yang paling kuat adalah aku YANG TIDAK MAU BERBAGAI SUAMI..." tegas Alesha lagi dan ia berkata penuh penekanan di akhir kalimat. Hati Bima langsung terhenyak mendengar apa yang di tegaskan Alesha.

__ADS_1


"Aku ingin kamu berhenti berusaha bersikap baik sama aku, Mas. Jangan buat aku semakin sakit, jangan buat aku semakin sulit melepaskan kamu" tegas nya lagi dan air mata semakin deras mengalir di pipi nya, bibir nya sudah bergetar dan isak tangis tak lagi bisa di bendung oleh nya.


"Aku tidak bisa bertahan dalam pernikahan yang seperti ini, Mas..." lirih nya kemudian.


"Kenapa kamu begitu egois, Al?" desis Bima dengan tatapan yang tajam dan kedua mata nya sudah memerah "Aku berusaha mati matian menjadi suami yang baik buat kamu, aku melakukan pekerjaan rumah dan aku memperlakukan mu seperti ratu ku. Tapi kenapa kamu tidak menghargai usaha ku?" desis nya lagi.


Alesha tersenyum kecut mendengar tuduhan suami nya itu.


"Jika memang seperti itu aku di mata mu, Mas. Ya, aku memang egois dan maaf karena aku tidak bisa menghargai usaha mu, Mas...." kata Alesha.


"Kalau begitu jangan egois, akan ada anak yang lahir, Al. Dia butuh sosok orang tua yang sempurna, dia butuh kita untuk membuat nya bahagia..."


"Orang tua yang sempurna itu yang seperti apa menurut kamu, Mas?" tanya Alesha menahan isak tangis nya "Dan bagaimana aku bisa memberikan kebahagiaan pada anak ku ketika aku sendiri tidak bahagia? Ketika aku sendiri tertekan dalam pernikahan ini karena ada dua wanita dalam hidup kamu dan aku tidak bisa menerima itu. mungkin sekarang aku ratu mu, lalu besok akan ada ratu yang lain dan itu yang membuat aku sakit.." tegas nya panjang lebar dan ia menekan kalimat terakhir nya.


"Lalu kenapa kamu tidak berusaha menerima nya, Al?" lirih Bima kemudian yang membuat pupil mata Alesha langsung melebar dan ia tertawa sinis. Entah terbuat dari apa hati Bima yang meminta nya menerima kenyataan pahit ini.


"Bagaiamana cara nya?" tanya Alesha datar menatap dalam mata Bima.


"Bagaiamana cara nya aku menerima suami ku membawa istri baru nya ke rumah dimana aku tinggal, bilang sama aku bagaimana cara nya?" seru Alesha dengan lantang yang membuat Bima terkesiap apalagi emosi Alesha semakin memuncak.


"Bilang sama aku bagaimana cara nya aku menerima suami ku menikahi sepupu aku sendiri tanpa sepengetahuan ku????" Alesha berteriak histeris dan itu berhasil membuat Bima langsung terpaku apa lagi emosi Alesha benar benar sudah meluap.


"BILANG SAMA AKU, MAS BIMA! BAGAIMANA CARA NYA AKU MENERIMA KENYATAAN SUAMI YANG SANGAT AKU CINTAI JUSTRU MENIKAHI WANITA LAIN DAN MEMBAWA NYA KERUMAH, MENGHABISKAN MALAM DI RUMAH YANG SAMA SEMENTARA AKU MENANGIS SEMALAMAN SENDIRIAN?????" teriak nya lagi yang membuat Bima terhenyak.


Tangis Alesha pecah, emosi nya meluap begitu saja karena ia memang masih merasakan sakit yang tiada tara setiap kali teringat dengan malam itu, malam dimana Bima membawa Vera sebagai istri nya. Hati Alesha begitu sakit seperti ada seseorang yang mengiris nya dengan sadis.

__ADS_1


Alesha melorot ke lantai dan ia menangis sejadi jadi nya di sana. Sementara Bima masih terdiam mematung, tak tahu harus berkata apa lagi dan melakukan apa lagi.


__ADS_2