
Bintang sedang sibuk dengan kamar barunya sedangkan Zie baru sampai di perusahaannya dan langsung menuju ruang meeting dimana Bagas dan klien lainnya menunggu.
Seperti biasa Bagas dan Zie saling menyapa lalu memulai meetingnya, Zie begitu tegas dan selalu fokus dengan pekerjaan hingga dua jam meeting selesai dan Zie langsung mengajak Bagas makan siang karena jam sudah menunjukan lebih dari jam makan siang.
''Gak nyangka sekarang kamu adik iparku Zie. ''
ucap Bagas sambil tersenyum mengejek pada Zie dan membuat Zie mendelik.
''Dasar ipar durhaka kamu tuh Bagas, ini semua masih belum aku cerna loh dan baru belajar menerimanya, bayangkan sama kamu Bagas, Bintang yang aku jaga sebagai adikku, sekarang malah menjadi istriku dan sangat menggelikan sekali. ''
ucap Zie dan membuat Bagas tertawa.
''Hahaaaa......biasakan makanya Zie, kamu selama ini dingin sama perempuan dan langsung memiliki istri seperti Bintang yang sipatnya pecicilan, ceria dan sangat pintar Zie, seperti jakpot kan berhadiah langsung dan kamu harus biasakan untuk menerima Bintang oke. ''
ucap Bagas sambil menepuk bahu Zie dan langsung duduk di kursi karena mereka saat ini sudah sampai di restoran.
''Kamu seperti bahagia sekali Bintang menikah dengan aku Bagas, kakak yang sangat durjana kamu sama adik sendiri. ''
''Bukan gitu.... aku bahagia karena Bintang kecilku menjadi istri kamu dan aku yakin kamu akan menyayangi Bintang dengan tulus, karena hanya kamu yang aku percaya Zie untuk menjaga adik kesayanganku, tanggung jawab ku sebagai walinya sudah berpindah sama kamu sekarang Zie, jalani dan syukuri dengan semuanya sekarang, aku yakin kamu mampu Zie. ''
''Huuuh.....ada ada ajah bahasa kamu Bagas, ayo makan karena perutku sangat lapar. ''
ucap Kenzie menutup topik pembicaraan dengan makanan yang sudah siap di hadapannya.
Sore hari menjelang.....
Di kediaman Bunda Dewi saat ini semakin ramai karena kehadiran Bintang yang membawa keceriaan, biasanya rumah ini sepi karena Bunda Dewi hanya duduk sendiri namun sekarang Bunda Dewi ada teman mengobrol bahkan teman tertawa.
Ayah Anggara sampai menggelengkan kepalanya melihat istri juga menantu nya, padahal mereka sedang di dapur tapi suara tertawanya terdengar sampai ke ruang tengah.
Bintang saat ini sedang memasak menemani Bunda Dewi di dapur karena keluarga selalu makan malam di rumah sesuai peraturan Ayah Anggara dan Kenzie akan mematuhinya walaupun harus melanjutkan pekerjaan di rumah namun selalu ada untuk makan malam bersama keluarga.
Setelah makanan tersaji rapih di meja makan, Bunda Dewi tersenyum puas dengan hasil masakannya yang di bantu Bintang.
''Bunda.....Aku mau ke kamar dulu yah mau mandi, tubuh aku beraroma dapur. ''
ucap Bintan dan membuat Bunda Dewi tersenyum.
__ADS_1
''Yasudah sana mandi dan nanti siapkan pakaian Zie yah karena sebentar lagi dia akan datang. ''
jawab Bunda dan Bintang mengangguk.
Bintang langsung menuju kamar Kenzie dan langsung membersihkan tubuhnya takut Zie keburu datang dan akan berabe kalau sampai Zie memergokinya mandi.
Setelah selesai mandi dan memakai pakaiannya, Bintang langsung duduk di depan meja rias untuk memakai cream di kulitnya.
Pintu kamar tiba tiba terbuka dan ternyata Zie yang masuk, Bintang langsung terdiam dan pandangannya beradu dengan pandangan Zie.
Zie langsung masuk dan duduk di sofa untuk membuka sepatunya, BIntang bingung harus melakukan apa sekarang karena dia belum belajar dari Bunda atau mamanya mengenai tugas seorang istri.
''Kak Zie.....''
ucap Bintang memberanikan diri untuk memanggil Zie.
''Kenapa Bintang......?? ''
jawab Zie dan membuat Bintang langsung beranjak dan menghampiri Kenzie.
''Apa aku harus melakukan tugas sebagai istri mulai sekarang kak?? terus Kak Zie keberatan gak?? ''
''Tugasnya dalam hal apa Bintang, jangan macam macam dengan imajinasi kamu BIntang. ''
ucap Zie dan membuat Bintang langsung memikirkan maksud dari ucapan Zie.
''Ya ampun kak Zie.....maksud aku tuh melayani kakak seperti menyiapkan air untuk mandi kakak, menyiapkan pakaian kakak, itu maksudnya dan imajinasi apaan sih maksud kak Zie. ''
''Gak usah Bintang dan Kakak bisa sendiri, lebih baik kamu urus hidup kamu ajah dan fokus ujian nasional yang hanya tinggal beberapa hari lagi. ''
ucap Zie sambil beranjak dan membuat BIntang terdiam.
Bintang menatap kepergian Zie yang masuk kedalam kamar mandi, Bintang langsung mengambil sepatu Zie dan menyimpannya di kotak sepatu yang di sediakan di kamar ganti.
Setelahnya Bintang memilih untuk turun ke lantai satu dan ternyata ada Mamanya dan juga Bagas yang datang untuk ikut makan malam bersama.
''Mama......Kak Bagas.....''
__ADS_1
ucap Bintang sambil memeluk mamanya dan membuat semua menggelengkan kepalanya.
Bagas mengelus kepala Bintang yang sedang memeluk Mamanya saat ini di hadapannya.
''Tante kalau Bintang nakal langsung kasih hukuman ajah jangan terlalu memanjakan nya. ''
ucap Bagas dan membuat Bintang memanyunkan bibirnya.
''Kakak ini hanya mengompori sajah bisanya dan lagian aku kan anak yang baik dan patuh juga. ''
jawab Bintang dan membuat Bagas langsung tertawa.
''Udah sayang biarkan kakak kamu seperti itu, tandanya dia sirik karena kamu sudah memiliki mama mertua dan dia masih jomblo. ''
ucap Bunda Dewi yang membela Bintang dan membuat Bagas tersenyum kecut.
Zie menuruni tangga dan langsung gabung dengan keluarga lainnya, Zie langsung menyapa dan mencium mama Shanum yang sudah menjadi mama mertuanya saat ini.
''Lebih baik kita makan malam sekarang yah, mumpung makanannya masih hangat dan setelah makan baru deh kita lanjutkan mengobrolnya. ''
ucap Bunda Dewi dan semua langsung mengangguk setuju dan langsung menuju meja makan.
''Belajar buat menyiapkan makanan di piring suami kamu sayang, contoh Bunda dan lihat yah. ''
ucap Mama Shanum dan membuat Bintang langsung melirik ke arah kedua mertuanya.
Bintang tersenyum dan mulai menyiapkan makanan di piring Zie, Zie hanya tersenyum kikuk dengan apa yang di lakukan Bintang, tapi Zie langsung mengucapkan terimakasih saat Bintang selesai menyajikan makanannya.
''Anak ini sangat hafal sekali porsi makanku sampai pas menyajikan di piring dan kalau sampai terlalu banyak bisa mati kekenyangan jadinya nanti karena harus menghabiskan makanannya. ''
gumam Zie dalam hatinya sambil memakan makannya.
Beberapa menit kemudian makan malam selesai dan semua keluarga menuju ruangan di halaman belakang untuk mengobrol santai.
Bintang hanya jadi pendengar dan hanya tersenyum saat orang tuanya menyindir ataupun bertanya kepadanya dan Bintang menjawab dengan senyuman.
Tepat pukul sembilan malam, Mama Shanum dan Bagas pamit pulang, Bintang langsung menuju kamarnya untuk istirahat karena dia pun sudah mengantuk.
__ADS_1
Zie masih sibuk dengan pekerjaannya di ruang kerja dan tidak mengingat kalau saat ini dia sudah menikah dengan Bintang.
tbc........