
Bintang saat ini sedang malas malasan di kamar nya karena saat kembali ke rumah Bunda Dewi kamar ini akan sangat di rindukannya.
Saat asik dengan dunia maya pintu kamar tiba tiba terbuka dan membuat Bintang terlonjak kaget, ternyata pelaku utamanya adalah sahabat nya Nabila.
''Nabiiillll....rese banget kamu, ketuk dulu pintunya bukan main buka ajah, sopan nyaa....''
teriak Bintang yang kesal bercampur kaget kepada sahabatnya dan tersangka nya malah menyengir tanpa dosa.
''Yaelah Bintang, gitu ajah marah dan teriak lagi nantinya banyak yang ngira kamu lagi gila. ''
jawab Nabila sambil duduk di samping Bintang.
''Ada tanda bahaya kalau orang patah hati datang kesini tiba tiba. ''
sindir Bintang dan membuat Nabila mendelik sebal.
''Enak ajah emang aku ini api kebakaran pake tanda bahaya, kamu tega gak kabarin aku kalau di rumah ini Bintang, udah jauh, pake taksi, ehh....kamu malah ada disini. ''
omel Nabila dan membuat Bintang mengerutkan keningnya.
''Ngomong apa sih gak jelas deh Nabillll. ''
protes Bintang dan membuat Nabila semakin kesal.
''Ngomong sama kaki Bintang, puaas.....''
jawab sewot Nabila dan membuat Bintang menyonor kepala sahabatnya.
''Biasa ajah jangan sewot deh. ''
ucap Bintang dan Nabila langsung duduk sambil mengeluarkan handphone nya.
''Lihat, hanoman kamu chat aku Bintang dan nanyain kenapa kamu blokir semua akses, terus kenapa kamu mutusin dia. ''
ucap Nabila sambil memperlihatkan pesan Abimanyu ke nomernya.
''Lebih baik jangan bales ajah acuhkan Nabil, aku belum bisa ngasih tau yang sebenarnya kalau aku udah menikah sama Kak Zie, nunggu kelulusan dulu. ''
jawab Bintang dengan nada sendunya dan membuat Nabila ikut bersedih.
''Yaudah terserah kamu ajah deh Bintang, aku juga gak bisa ikut campur masalah kamu karena masalah aku ajah masih membuat aku pusing. ''
ucap Nabila sambil merebahkan tubuhnya di ranjang Bintang.
''Kamu masih galau sama guru itu, Nabil masih banyak cowok yang lebih baik, nyari guru tuh jangan TU dong sekalian dosen atau rektor. ''
ucap Bintang dan Nabila langsung sinis pada Bintang.
''Ogah.....kakek kakek dong nanti dapetnya Bintang, asal amat itu mulut kalau bicara. ''
ucap kesal Nabila dan membuat Bintang tertawa.
''Yaa.....carinya yang muda dan ganteng lah, masa iya mau nyari kakek kakek. ''
jawab Bintang dan Nabila hanya diam tanpa mau membalas ucapan Bintang.
__ADS_1
Handphone Bintang berdering dan ternyata Kakak nya yang menghubunginya.
Dalam panggilan......
''Ada apa kak??? ''
''Deek.....kamu ada di rumah Mama kan?? ''
''Iya Kak, emang kenapa sih?? ''
''Bawain berkas di kamar Kakak dong penting banget mau di pake bahan meeting sama suami kamu lagi, anterin ke kantor sekarang yaah, Kakak gak percaya sama orang lain. ''
''Iya.....aku anterin sekarang Kak. ''
''Di kamar di atas ranjang yah Deek, cepetan Deek lihat suami kamu udah melotot ajah. ''
''Iya bawel.....''
Panggilan berakhir.....
Bintang langsung menuju kamar kakak nya dan membiarkan Nabila yang sedang asik di ranjangnya sambil bermain game di leptop Bintang.
Bintang langsung menemukan berkasnya dan langsung kembali ke kamarnya untuk bersiap menuju perusahaan Keluarganya karena Bagas sudah menunggunya.
''Nabil....kamu mau ikut gak ke kantor Kak Bagas?? ''
ucap Bintang sambil merapihkan sepatunya.
''Mau lah Bintang, masa iya aku nunggu di rumah kamu pas kamu gak ada. ''
jawab Nabila sambil duduk dan merapihkan pakaiannya.
''Mama.....aku pamit pulang yah, sekalian mau ke kantor Kak Bagas dulu anterin berkas. ''
ucap Bintang saat menghampiri Mamanya.
''Yasudah hati hati dan ingat pesan Mama tadi pagi ke kamu yah. ''
jawab Mama Shanum dan Bintang mengangguk.
''Nabil juga pamit deh Tante. ''
Ucap Nabila sambil mencium tangan Mama Shanum.
''Hati hati yah kalian berdua. ''
jawab Mama Shanum dan Bintang juga Nabila mengangguk lalu menuju mobil yang sudah siap menunggunya.
Sepanjang perjalanan Bintang dan Nabila terus sajh mengoceh membicarakan universitas yang akan di jadikannya mengemban ilmu selanjutnya.
Dua puluh menit kemudian mobil sampai di area lobi perusahaan dan BIntang langsung turun dari mobil di ikuti Nabila yang mengekorinya.
Bintang langsung menuju ruangan kerja Kakaknya dan tersentak saat di dalam ruangan ada suaminya, Nabila langsung masuk dan membuat Bintang langsung menggelengkan kepalanya.
''Kak Bagas ini berkasnya. ''
__ADS_1
ucap Bintang yang langsung menghampiri kakak nya di kursi kerjanya.
''Makasih Deek dan meetingnya di undur habis makan siang, suami kamu protes soalnya. ''
ucap Bagas dan Bintang mengangguk.
''Duduk Bntang jangan berdiri ngikutin Rio deh. ''
ucap Kenzie saat melihat Bintang hanya berdiri melihat ke arah Bagas yang sibuk dengan asistennya.
''Bintang langsung pulang ajah Kak, lagian aku kan sama Nabila. ''
tolak BIntang dan langsung pamit menuju keluar ruangan.
Bagas langsung mengangkat wajahnya saat Bintang menyebutkan nama Nabila, pandangan Bagas langsung tertuju pada Nabila sahabat adiknya yang terlihat dewasa saat ini.
''Kita makan siang bersama Deek jangan pulang dulu yah. ''
cegah Bagas sambil beranjak dari kursi kerjanya menghampiri Bintang.
Kenzie tersenyum mengejek karena mengetahui niat Bagas yang sebenarnya, Kenzie langsung menarik lengan Bintang dan duduk bersamanya.
Bagas langsung menghampiri Nabila dan membuat Nabila mengerutkan keningnya, ''Kamu beneran Nabila yang cengeng itu kan?? '' ucap Bagas sambil mengacak rambut Nabila.
''Ishh.....Kak Bagas itu aku yang dulu, enak ajah bilang aku cengeng dan rambut aku kusut ini maa. ''
protes Nabila yang kesal karena Bagas selalu sajah mengatainya cengeng.
''Nabil sini duduk dekat aku jangan mau deket sama play boy. ''
ucap Bintang menepuk kursi kosong sebelahnya.
''Anak ini selalu menggagalkan rencanaku. ''
gumam Bagas dalam hatinya yang kesal dengan tingkah adiknya selalu menjauhkannya dengan Nabila.
Kenzie langsung memesan makanan untuk empat poisi kepada asistennya, karena saat ini mood nya sedang malas karena Bagas yang meninggalkan berkas penting di rumah dan meeting pun jadinya di ubah waktu.
''Kamu mesen makan empat porsi untuk siapa ajah Zie?? ''
ucap Bagas sambil duduk di samping Kenzie.
''Buat kita yang ada di ruangan ini, Heru sama Rio mana mau makan bersama kita di ruangan ini. ''
jawab Kenzie dan tetap fokus pandangannya pada Bintang yang asik mengobrol dengan Nabila.
''Kamu memang adik ipar yang paling terbaik. ''
ucap Bagas dan Kenzie yang langsung mendelik sebal ke arah sahabatnya.
''Kamu kenapa mau Bintang anterin berkasnya, padahal biar supir yang antarkan. ''
ucap Kenzie dan Bintang langsung menatap ke arah Kakak nya.
''Kak Bagas bilang gak percaya sama orang lain kak, makanya aku kesini ajah dan kebetulan Nabil ada di rumah yah aku ajakin ajah. ''
__ADS_1
jawab Bintang dan Kenzie mengangguk.
tbc.....