Bintang

Bintang
Akhirnya.......


__ADS_3

Bunda Dewi langsung membawa Bintang menuju meja makan karena makan malam sudah di siapkan pelayan dan makan malam pun di mulai.


Beberapa menit kemudian makan malam selesai dan Bunda Dewi memilih pamit menuju kamarnya karena ingin istirahat, Bintang mengiyakannya dan Kenzie langsung menuju ruang kerjanya.


''Lebih baik ke kamar ajah deh. ''


ucap Bintang yang bosan dengan menonton televisi dan memilih menuju kamarnya.


Di ruang kerja saat ini Kenzie sedang mengerjakan beberapa pekerjaan yang belum selesai karena semenjak Bunda pergi ke luar kota, Kenzie selalu pulang awal karena merasa khawatir dengan Bintang.


''Ishh.....Kakak ipar yang aneh, selalu sajah pamerin kemesraan dengan wanita. ''


gumam Kenzie yang kesal karena Bagas di hubungi olehnya sedang kencan dengan kekasihnya.


Satu jam kemudian Kenzie selesai dengan pekerjaannya dan langsung merapihkan bekasnya, Kenzie menatap jam ternyata menunjukan pukul sepuluh malam.


''Pantesan ngantuk banget udah jam sepuluh malam lagi, Bintang udah tidur belum yah. ''


ucap Kenzie sambil beranjak dan menuju kamarnya.


Kenzie membuka pintu dan ternyata Bintang masih membaca buku sambil bersandar, Kenzie langsung menuju kamar mandi dan bersih bersih sebelum tidur.


''Tidur Bintang jangan baca buku terus. ''


ucap Kenzie saat merebahkan tubuhnya di ranjang samping Bintang.


''Gak bisa tidur Kak, makanya baca buku ajah biar ngantuk. ''


jawab Bintang dan Kenzie mengerutkan keningnya.


''Tadi siang emangnya kamu tidur habis makan bersama?? ''


ucap Kenzie dan Bintang menggelengkan kepalanya.


''Simpan bukunya dan sini tidur, udah malam gak baik buat kesehatan Bintang. ''


ucap Kenzie kembali dan Bintang langsung menyimpan buku lalu merebahkan tubuhnya di samping Kenzie.


Kenzie membawa Bintang kedalam dekapannya dan Bintang langsung nyaman tidur di dada Kenzie.


Bintang terdiam karena mendengar detak jantung Kenzie yang begitu cepat berdetaknya.


''Apa Kak Zie memiliki perasaan ke aku, detak jantungnya cepat sekali. ''


gumam Bintang dalam hatinya yang mendengar jelas suara detak jantung milik Kenzie.


Kenzie saat ini merasakan perasaan aneh saat Bintang berada di dekapannya, Kenzie mengelus kepala Bintang dan sesekali mencium nya.

__ADS_1


''Tidur Bintang jangan gerak gerak terus. ''


ucap Kenzie yang merasakan Bintang terus bergerak di dekapannya.


Bintang langsung menengadah menghadap ke wajah suaminya, Kenzie mengerutkan keningnya dan tak lama langsung mengecup bibir Bintang.


''Kakak hobi banget cium aku. ''


protes Bintang dan Zie hanya tersenyum menjawabnya.


Kenzie langsung menarik Bintang kembali karena saat ini Bintang langsung duduk, Kenzie langsung mencium bibir Bintang dan terus memperdalamnya, bahkan tangannya sudah tidak bisa di kondisikan dan meraba raba bagian tubuh Bintang.


Bintang begitu menikmatinya karena ini adalah hal yang baru di rasakannya, Kenzie melepaskan ciumannya dan menatap Bintang yang sedang mengatur nafasnya.


Perlahan Kenzie melepaskan satu persatu kancing piyama Bintang, Bintang seperti tersihir dan membiarkan apapun yang di lakukan suaminya.


''Apa Kak Zie memintanya sekarang, tapi aku belum siap memulainya, bagaimana ini?? ''


gumam Bintang dalam hatinya saat Kenzie berhasil melepaskan piyama tidurnya.


''Kenapa dieum?? kamu takut atau malu Bintang?? ''


ucap Kenzie dan Bintang langsung menunduk malu.


''Aku malu dan takut juga Kak Zie dan Kakak memintanya kan?? ''


Zie merebahkan tubuh Bintang di ranjang lalu menarik celana piyama Bintang, Kenzie langsung mencium kembali bibir Bintang.


''Kita lakukan apa yang di inginkan keluarga kita Bintang, memberikan pewaris untuk keluarga kita dan keponakan untuk Kakak kamu yang selalu sajah meledekku setiap saat. ''


ucap lirih kenzie di telinga Bintang dan seketika membuat Bintang merinding.


''Aku cuma bisa pasrah Kak, mau menghindar juga nantinya pasti akan di minta juga kan, tapi lakukan pelan yah karena aku takut. ''


ucap Bintang dan Zie langsung tersenyum mengangguk.


Zie langsung melepaskan celana terakhir di tubuh Bintang dan Zie pun langsung melepaskan celananya, Bintang langsung menutup matanya karena malu bercampur takut saat ini.


Zie memperlakukan Bintang dengan begitu lembut dan bagitu menggairahkan untuk Bintang, rancuan bibir mungil Bintang pun lolos begitu sajah.


Dengan perlahan tapi pasti Zie langsung menerobos nya membuat Bintang menjerit sakit karena Zie langsung menghentaknya.


Zie merasakan sensasi yang begitu tidak bisa di ungkapkan dengan kata kata, malam ini akhirnya Zie melepaskan masa perjaka dan mengambil keperawanan milik Bintang.


''Pantas ajah Bagas sangat menyukai permainan ranjang, rasanya begitu membuat melayang. ''


gumam Zie dalam hatinya saat telah mencapai puncak kenikmatannya bahkan Bintang langsung diam dan sedang mengatur nafasnya.

__ADS_1


''Makasih sayang.......''


ucap Zie sambil mencium kening Bintang dan membuat Bintang merona karena Zie terlihat manis saat ini.


''Kak Zie selama ini menutup sifat asli Kakak dengan sifat dingin dan cuek, untuk menutupi bahaya yah takut wanita wanita meleleh kan?? ''


celetuk Bintang dan membuat Zie langsung mencubit gemas hidung Bintang.


''Pokonya sifat asli Kakak hanya akan di berikan sama kamu Bintang dan Bunda, karena kalian wanita yang paling Kakak sayang, entah sejak kapan kakak Bisa menaruh hati sama kamu, jangan pernah berubah dan tetap menjadi Bintang yang menggemaskan seperti biasa. ''


ucap Kenzie dan Bintang mengangguk.


''Makasih Kak Zie, maaf kalau aku masih belum bisa jadi istri idaman Kakak, tapi aku mau belajar sama Bunda dan Mama, makasih untuk kebebasan yang di berikan Kak Zie untuk aku, semoga aku bisa mencintai Kakak dengan ketulusan. ''


ucap jujur Bintang dan Zie hanya mengangguk.


''Boleh minta sekali lagi gak?? boleh yah?? ''


ucap Kenzie dan membuat Bintang melototkan matanya karena saat ini pusat intinya masih terasa sakit, namun melihat semangat dan senyum suaminya Bintang mengangguk dan pasrag dengan semua yang Zie minta.


Zie melanjutkan kembali kesenangan yang baru di dapatnya, hingga tengah malam Zie baru selesai dan Bintang sudah tidak berdaya karena kelelahan melayani keinginan suaminya.


Zie langsung terlelap sambil memeluk Bintang hingga pagi hari menjelang dan sebuah gedoran membangunkan Kenzie, Bintang tidak terusik sama sekali namun Kenzie begitu terganggu dan langsung memakai celanya untuk membuka pintu kamar nya.


''Bunda......apaan sih masih pagi juga udah bikin gaduh di kamar Zie. ''


protes Zie saat membuka pintu ternyata Bunda Dewi yang menggedor pintu kamar.


''Kamu gak ngantor emang?? sekarang udah jam delapan Zie. ''


ucap Bunda Dewi yang mengikuti Putranya masuk kedalam kamar.


''Hari ini Zie mau libur sehari Bunda, masih cape banget tau dan lihat Bintang ajah masih nyenyak gitu gak terusik. ''


jawab Zie yang duduk di sofa sambil meminum air yang ada di atas meja.


''Emang habis ngapain kalian sampai bipang cape?? kalian begadang dimana semalam?? ''


selidik Bunda Dewi dan membuat Zie hanya diam.


Bunda Dewi menghampiri Bintang dan alangkah kagetnya saat membuka selimbut yang menutupi tubuh Bintang, ternyata Bintang tidak memakai pakaian.


''Yasudah lanjutkan ajah dan ingat jangan kasar kasar Zie, Bintang masih di bawah umur yaah. ''


ucap Bunda Dewi yang mengerti dengan apa yang terjadi pada putra dan menantunya.


tbc.....

__ADS_1


__ADS_2