
Siang hari telah tiba dan Bintang juga Nabila sudah menyelesaikan semua perkuliahannya hari ini, Nabila langsung mengajak Bintang untuk menuju perusahaan suaminya karena Zie meminta mengajak Bintang juga.
''Aku males tau kalau harus ke perusahaan Kak Bagas, pengen bobo cantik. ''
protes Bintang saat Nabila memaksanya ikut.
''Baca pesan dari Kakak kamu dan suami kamu juga, lihat itu mobil siapa yang di pakai jemput. ''
ucap Nabila sambil memberikan handphone nya untuk memperlihatkan pesan dari suaminya Bintang.
Bintang akhirnya mengalah dan masuk kedalam mobil yang sudah menjemputnya, Nabila hanya tersenyum dengan reaksi Bintang.
''Kemarin aku dapat ucapan terimakasih dan hadiah juga dari si Hanoman. ''
ucap Nabila yang memecahkan kesunyian.
''Terus kenapa di kasih tau ke aku, mau pamer ceritanya. ''
jawab Bintang dengan nada jutek dan membuat Nabila mendelik.
''Dia juga nanyain kamu loh, katanya kamu blokir akses buat dia hubungi kamu. ''
''Sengaja Nabil, ada hati yang harus aku jaga saat ini dan aku juga kan sangat sayang sama Kak Zie, aku juga gak mau nantinya jadi masalah. ''
''Benar juga sih Bintang dan si Hanoman kayanya udah punya cewek deh soalnya beberapa kali statusnya sama cewek terus. ''
''Baguslah malahan aku bahagia karena dia bisa membuka hatinya kembali Nabil, jangan ceritakan semua pada Kak Zie yah dan Kalau Kak Bagas pasti tau kan cerita ini?? ''
''Tau lah orang Mas Bagas yang buka pesannya dan kaget karena si Hanoman nanyain kamu. ''
''Udah jangan bahas kita sudah sampai tuh. ''
Bintang langsung turun dari mobil begitu sampai di depan lobi perusahaan dan Nabila langsung mengejar Bintang lalu menggandengnya.
''Perut kamu udah sedikit nonjol yah Bintang, berapa bulan sekarang?? ''
ucap Nabila saat menggandeng lengan Bintang.
''Masuk minggu ke sebelas sekarang, aku gak sabar pengen minggu depan biar bisa lihat dede bayinya yang sudah berbentuk janin. ''
jawab Bintang dengan nada bahagia dan mata berbinar.
Nabila pun ikut senang dan tersenyum dengan kebahagiaan sahabat sekaligus asik iparnya itu, namun semua pupus saat Bintang membuka pintu karena ada seorang perempuan duduk di samping Zie bahkan berdekatan.
''Siang semuanya......kalau kita ganggu, kita balik ajah deh. ''
ucap Nabila memecahkan keheningan.
Bagas langsung meminta Nabila masuk dan Zie langsung beranjak lalu menghampiri Bintang, Zie bahkan mencium kening Bintang saat Bintang mencium tangannya.
__ADS_1
''Mukanya lesu sekali sayang, kenapa?? ''
ucap Zie dan Bintang hanya tersenyum lalu mengikuti Zie yang menggandengnya untuk duduk di samping Nabila.
''Zie.....aku harap kamu mau menyetujui proyeknya, karena Bagas kan tergantung kamu. ''
ucap Tasya yang merasakan panas di hatinya saat Zie memperlakukan Bintang dengan begitu manis.
''Tasya.....semua proyek awalan itu urusan asisten dan sekertaris saya, nanti dia yang akan menghubungi kamu buat mengabarkan. ''
jawab Zie dengan nada datar dan tersenyum saat Bintang menatapnya.
''Yasudah aku pamit ajah takut ganggu juga, nanti aku hubungi asisten kamu buat kelanjutan nya. ''
ucap Tasya yang memilih pamit karena tidak mungkin ikut gabung dengan dua pasangan bucin di hadapannya.
''Kamu kenapa sayang?? mukanya di tekuk gitu. ''
ucap Zie yang merasa khawatir dengan raut wajah Bintang dan Bagas langsung tertawa mendengarnya membuat Nabila langsung menepuk paha suaminya agar berhenti tertawa.
''Sakit sayang.....kamu main pukul ajah deh. ''
protes Bagas saat sang istri memukul pahanya.
''Makanya jangan tertawa gitu kaya hantu yang gelantungan tau. ''
ucap Nabila dan membuat Bagas mendelik.
ucap Bagas dan membuat Zie langsung menatap tajam ke arah sahabatnya.
''Aku ambil sahamku sekarang kalau kamu ledekin terus aku Bagas. ''
ancam Zie dan membuat Bagas langsung diam.
''Kak aku mau pulang yah, pengen tiduran tau pegel pinggangnya duduk terus. ''
keluh Bintang dan Zie langsung menyetujuinya namun Bagas langsung beranjak dan menahan Zie.
''Oh tidak bisa.....kamu yang mengadakan rapat selepas makan siang kan, tanggung jawab karena aku gak kasih materi meeting nya. ''
ucap Bagas dan Zie langsung menatap ke arah Bintang.
''Kita makan siang dulu yah karena Kakak juga udah pesankan, nanti kamu tiduran ajah di ruangan Bagas kan ada kasurnya bisa di temani Nabila juga. ''
ucap Zie dan Bintang langsung mengangguk setuju membuat Bagas lega dan duduk di samping Bintang.
''Ada yang membuat kamu gak nyaman emangnya Dee...?? ''
ucap Bagas sambil mengelus pipi Bintang.
__ADS_1
''Gak ko Kak, cuma lelah ajah pinggangnya pegal banget dari pagi kan aku ada kelas sampai siang. ''
jawab Bintang dan Bagas mengangguk.
Makanan pesanan Zie pun datang dan Zie langsung menyuapi Bintang karena Zie sengaja memesan satu porsi untuk makan berdua.
Nabila dan Bagas pun ikut makan, bahkan Nabila tersenyum saat melihat Bintang begitu manja dan suaminya begitu menyayanginya.
''Kamu kenapa melamun sayang?? makanannya gak suka atau gak enak?? ''
ucap Bagas yang melihat sang istri melamun.
''Makanannya enak ko Mas, cuma bahagia ajah melihat Bintang manja kan biasanya jarang manja gitu. ''
jawab Nabila dan Bagas tersenyum.
''Nanti kalau kamu selesai datang bulan, Mas akan manjakan kamu dan kamu bebas bermanja manja sama Mas. ''
''Ihh.....kamu itu otaknya kenapa sih gak jauh dari kemesuman Mas Bagas, malu sama adik kamu dan ipar kamu juga calon keponakan kita. ''
''Iya maaf kan maklum lah sayang, Mas udah pengen belah duren tapi ada palang menghalangi. ''
ucap Bagas sambil mencium pipi Nabila dan membuat Zie juga Bintang melototkan matanya.
''Kak Bagas jangan agresif gitu nantinya Nabila takut, mendingan nunggu Nabila agresif ajah. ''
ucap Bintang dan Nabila saat ini yang melototkan matanya.
''Bintang kamu umbar aib ajah deh, aku lagi nahan biar jadi kalem tau. ''
protes Nabila dan membuat Bagas langsung sumringah.
''jangan nyalahin Bintang kan bagus karena dia kasih tau jadi suami kamu ini hafal kenyataannya, Mas tunggu permainan kita. ''
ucap Bagas sambil mengedipkan sebelah matanya dan membuat Nabila langsung mendelik.
''Kalian ribut masalah ranjang di hadapan adik adik kalian, urat malu nya di jaga sangat membuat tercemar tau. ''
ucap Zie dan membuat Bagas mendelik.
''Udah biarkan ajah Kak, malahan kita jadi terhibur karena mereka berdua selalu ajah ribut, jadi berwarna seperti pelangi. ''
ucap Bintang dan Zie mengangguk tersenyum.
''Sepertinya dunia ini akan kiamat, seorang Kenzie yang super dingin juga arogan sekarang memiliki pawang dan pawangnya adalah adik kesayangan aku sendiri, sempurnga sekali. ''
ucap Bagas dan Zie hanya acuh membiarkan sahabatnya mengomel.
Bintang dan Nabila saling lirik lalu tersenyum dengan tingkah suami suaminya yang selalu ribut, Nabila pun merasakan bahagia di hidupnya karena masuk kedalam keluarga Bintang.
__ADS_1
tbc.......