Bintang

Bintang
Bintang.......


__ADS_3

Setelah cukup mengobrol nya, Bintang memilih pamit karena gerbang sudah terbuka kembali, sedangkan Abimanyu memilih berkumpul dengan teman teman yang lainnya.


''Aku gak bawa mobil loh Bintang, nunggu di jemput supir. ''


ucap Nabila saat Bintang mengajak ke rumahnya.


''Aku kira kamu bawa mobil, yaudah deh aku pulang ke rumah sendirian ajah. ''


ucap Bintang dan Nabila langsung mendelik sebal.


''Gimana kalau kita naik angkutan umum ajah ke rumah kamu nya?? ''


ucap tiba tiba Nabila yang memberikan ide dan Bintang langsung setuju.


Bintang langsung menarik Nabila menuju halte dan tak lama angkutan umum pun datang, Nabila langsung antusias dan duduk di samping Bintang.


''Cuma satu kali naik kan Bintang?? ''


ucap Nabila saat angkutan umumnya kembali maju.


''Iya cuma satu kali tapi nanti kita jalan sedikit ke dalam komplek rumah Mama nya. ''


jawab Bintang dan Nabila mengangguk.


Hanya dua puluh menit mobil sampai di depan komplek rumah Mama Shanum dan Bintang langsung membayar tagihan nya berdua dengan Nabila.


''Bintang.....aku kasihan deh lihat Abimanyu tadi, gak tega banget wajahnya sedih gitu. ''


ucap Nabila tiba tiba dan membuat Bintang mengerutkan keningnya.


''Tumbenan gak manggil hanoman, pasih sekali manggil namanya. ''


ledek Bintang dan Nabila langsung memanyunkan bibirnya.


''Ehh.....itu yang jual makanan banyak banget, kita jajan dulu yah Bintang. ''


ucap Nabila saat melihat deretan pedagang di jalan menuju komplek dan langsung pergi tanpa menunggu jawaban Bintang.


Bintang langsung mengikuti Nabila yang langsung membeli beberapa cemilan, Bintang pun memilih beberapa makanan untuk di belinya.


''Makanannya enak enak persis yang di jual did depan sekolah kan?? ''


ucap Nabila saat memakan makanan yang di belinya.


''Kita duduk di taman dulu deh, gak baik makan sambil jalan kaki. ''


usul Bintang dan Nabila menggelengkan kepalanya.


''Pulang ajah aku gak mau makan di luar, lagian aku kebelet tau pengen pipis. ''

__ADS_1


ucap Nabila dan Bintang langsung kembali berjalan menuju rumahnya.


Hanya lima menit berjalan akhirnya Bintang dan Nabila sampai di kediaman Mama Shanum, Bintang melototkan matanya saat melihat Kak Bagas sedang beriuman mesra dengan wanita di depan mobil.


''Gak sopan sekali live di depan umum gini. ''


ucap Nabila sambil berjalan mengikuti Bintang dan membuat Bagas langsung melepaskan ciumannya.


Bintang hanya cekikikan mendengar sahabatnya berbicara dengan nada ketus kepada kakaknya, Bintang langsung mengajak Nabila menuju kamarnya.


''Kakak kamu sangat memalukan sekali Bintang, untung aku gak kerayu sama dia. ''


kesal Nabila saat sampai di dalam kamarnya Bintang dan langsung menuju kamar mandi.


''Udah tau Kak Bagas itu pemain, gak percaya sih kamu ke aku Nabil. ''


ucap Bintang sambil memberikan kabar kepada Bunda Dewi kalau dia sedang di rumah Mama Shanum.


Di tempat Bagas saat ini, Bagas langsung mengajak teman kencannya untuk pergi karena tadinya Bagas akan membawa ke rumahnya namun kedatangan Bintang dan Nabila menggagalkannya.


Bagas bahkan meminta teman kencannya untuk pulang karena dia akan kembali ke kantornya, mood nya sudah anjlok karena ucapan Nabila tadi.


''Tumben wajah nya jelek gitu. ''


ledek Zie saat Bagas menghampirinya di ruang meeting.


''Enak ajah bilang aku jelek, aku ini titisan dewa yunani yang tampannya gak ketulungan. ''


''Katanya mau kencan?? sampe aku ajakin meeting gak mau dan apa ini?? malah datang lagi ke kantor. ''


ucap Zie sambil memberikan beberapa berkas pada asistennya.


''Mood aku anjlok Zie gara gara si Jodoh datang sama Bintang ke rumah. ''


ucap Bagas dan Zie hanya tersenyum.


''Sudah bisa di prediksikan kalau Bintang akan datang pas dengan kamu sampai ke rumah, makanya tobat deh jangan sembarangan berkencan dengan cewek, halal lebih nikmat Bagas. ''


ucap Zie dan membuat Bagas langsung mengerutkan keningnya.


''Kenapa gak bilang kalau Bintang akan datang sama si Jodoh, kamu jahat Zie...''


''Sengaja gak kasih tau, lagian aku gak tau kalau Bintang mengajak sahabatnya juga. ''


''Ahh.....payah kamu Zie, membuat reputasiku jelek di hadapan Jodoh masa depan ku. ''


''Nyalahin orang kamunya ajah yang membuat semua rusak, udah ahh.....malas membahas hal yang gak penting, mendingan aku balik ke kantor. ''


ucap Zie sambil beranjak dari kursi dan meninggalkan Bagas yang masih terdiam di ruang meeting dengan karyawan lainnya.

__ADS_1


Di kediaman Mama Shanum......


Bintang dan Nabila langsung tertidur setelah menghabiskan makanannya, bahkan ketukan di pintu tidak terdengar.


''Ternyata mereka tertidur pulas sekali, ape kayanya sekolah hari ini. ''


ucap Mama Shanum sambil menggelengkan kepalanya melihat Bintang dan Nabila yang tertidur begitu pulas.


Mama Shanum langsung menuju dapur untuk menyiapkan makanan, karena sore ini Zie pun akan menginap di rumahnya dengan Bintang.


Sore menjelang......


Nabila langsung mencuci mukanya dan pamit pulang karena supirnya sudah menjemput, sedangkan Bintang memilih untuk menyegarkan tubuhnya saat bangun dari tidurnya.


''Kak Zie ngabarin mau menginap di rumah Mama, apa BUnda udah di kasih tau belum yah?? ''


ucap Bintang saat selesai mandi dan membaca pesan dari Zie.


Bintang langsung memakai pakaiannya dan membersihkan sampah bekas makanannya tadi siang, Bintang langsung menghampiri Mama Shanum yang sibuk dengan masakannya.


''Mama buatik aku minuman hangat, perut aku sakit terua padahal ini hari kedua datang bulan. ''


ucap Bintang saat duduk di kursi meja makan.


''Mama kira kamu akan hamil loh, ternyata zonk deh kasian Dewi yang pengen punya cucu. ''


ucap Mama Shanum dan Bintang hanya diam.


''Anak kan titipan tuhan Mama, bukan aku yang mau ataupun menolak dan aku juga kan masih muda masa udah hamil. ''


ucap Bintang dan Mama Shanum tersenyum sambil memberikan minuman hangat yang biasa di minum Bintang saat datang bulan.


''Rasanya beda sama yang di buatkan Bibi di rumah Bunda, makanya gak sembuh cuma meredakan, makasih mamaku tersayang. ''


ucap Bintang saat meminum minuman hangat buatan Mamanya.


''Kamu ini aneh aneh ajah Bintang, ayo minum lagi minumannya dan Mama mau lanjutkan masaknya karena menantu Mama akan datang dan menginap di rumah ini. ''


ucap Mama Shanum dan Bintang hanya memanyunkan bibirnya.


''Biasa ajah Mama, Kak Zie kan emang sering menginap dan makan di rumah ini, bukan hari ini ajah kan. ''


ucap Bintang dan Mama Shanum hanya tersenyum menanggapi ucapan putrinya.


Bintang memainkan handphone nya sambil memakan cemilan yang di buatkan Mama Shanum, sesekali cekikikan karena menonton vidio di handphone nya.


''Ternyata Putriku masih seperti putriku yang manja dan ceria padahal sudah memiliki suami dan bergelar istri saat ini. ''


ucap Mama Shanum dengan nada bahagianya karena tidak ada perubahan Bintang saat setelah menikah.

__ADS_1


tbc.....


__ADS_2