
Tiga minggu kemudian......
Seperti biasa Bintang akan menyiapkan pakaian untuk Zie dan membantunya memakaikannya, tapi pagi ini Bintang sedang malas dan masih betah dengan selimbutnya.
Zie yang selesai membersihkan tubuhnya pun hanya menggelengkan kepalanya melihat Bintang masih bergelung dengan selimbut, Zie mendekati Bintang dan membuka selimbutnya.
''Perutnya masih sakit?? ''
ucap Zie saat Bintang menatapnya dan Bintang mengangguk.
''Sakit tapi gak pake banget kaya semalam Kak, maafin aku yah pakaiannya belum di siapkan. ''
jawab Bintang dan Zie langsung mengecup bibir Bintang.
''Gak apa apa sayang, ke air sana nanti Kakak minta buatkan minuman hangat biar perut kamu mendingan yah. ''
ucap Zie dan Bintang mengangguk.
Zie langsung menuju ruang ganti untuk memakai pakaiannya, sedangkan Bintang langsung merapihkan ranjangnya lalu menuju kamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya.
''Padahal aku udah menikah dan melakukan hubungan ranjang, tapi kenapa masih datang bulan ajah sih dan gak jadi hamil dong. ''
gumam Bintang dalam hatinya saat masuk kedalam kamar mandi.
Zie langsung turun ke lantai satu setelah rapih berpakaian dan langsung menuju dapur, meminta di buatkan minuman hangat untuk meredakan perut Bintang yang sakit.
''Bibi.....tolong buatkan minuman hangat untuk meredakan sakit perut datang bulan buat Bintang sekarang yah. ''
ucap sopan Zie saat kepala pelayan menghampirinya dan langsung di angguki pelayan.
Bunda Dewi menghampiri Zie yang sedang duduk di kursi meja makan karena belum waktunya sarapan pagi.
''Zie.....kamu sedang apa?? ''
ucap Bunda Dewi saat menghampiri Zie.
''Lagi nunggu Bibi buatkan minuman hangat untuk Bintang yang lagi sakit perut karena datang bulan Bunda.....''
jawab Zie dan Bunda Dewi tersenyum.
''Udah jangan di tunggu Zie, nanti di antarkan ke kamar sama pelayan. ''
ucap Bunda Dewi dan Zie menggelengkan kepalanya.
''Gak apa apa Bunda, Zie mau nunggu ajah karena sebentar lagi juga siap minumannya. ''
ucap Zie dan Bunda Dewi hanya mengangguk lalu meninggalkan Zie menuju halaman belakang.
__ADS_1
''Ini minuman pesanannya Den Zie, kunyit asam buat meredakan sakit perutnya. ''
ucap pelayan saat memberikan minuman pada Zie.
''Makasih Bibi.....''
jawab Zie sambil membawa minumannya menuju kamarnya.
Zie tersenyum saat membuka pintu kamar melihat Bintang sudah rapih dengan pakaian sekolahnya, karena hari ini Bintang di wajibkan ke sekolah memakai seragam lengkap.
''Ini minumannya di minum dulu mumpung hangat dan nanti Kakak yang antar kamu ke sekolah. ''
ucap Zie dan Bintang mengangguk.
''Sebenarnya malas Kak ke sekolah perutnya masih ga nyaman, tapi sekarang pengumuman kelulusan jadi wajib ke sekolah. ''
keluh Bintang sambil menghampiri Zie dan membuat Zie tersenyum.
''Jangan malas lah, kamu harus semangat karena sekolah kamu juga kan masih panjang sekali harus di lalui, kecuali kamu mau diam di rumah dan menjadi ibu rumah tangga. ''
ucap Zie sambil mengelus kepala Bintang yang duduk di sampingnya.
Bintang hanya mendelik sebal ke arah Zie, lalu meminum minumannya yang membuat perutnya sedikit membaik.
''Emang Kak Zie gak malu punya istri yang gak berpendidikan?? Kakak kan petinggi perusahaan dan wajah utama perusahaan, masa punya istri yang lulusan SMA, gak lucu sekali. ''
ucap Bintang sambil menatap wajah Zie yang sedang asik memandangnya.
ucap Zie dan Bintang langsung beranjak untuk mengambil tas sekolahnya.
Zie langsung menggandeng Bintang menuju lantai satu karena waktunya sarapan, Bintang langsung ke dapur memberikan gelas kosong bekas minuman ke pelayan.
''Kamu ke sekolah hari ini sayang?? emang perutnya udah enakan?? ''
ucap Bunda Dewi saat Bintang duduk menyiapkan makanan untuk suaminya.
''Kamu sakit perut emangnya sayang?? ''
ucap Ayah Anggara yang baru mengetahui keadaan Bintang.
''Cuma sakit datang bulan ajah Ayah dan sekarang udah enakan juga Bunda, hari ini wajib ke sekolah karena pengumuman kelulusan. ''
jawab Bintang sambil tersenyum dan memberikan piring berisi makanan ke suaminya.
''Syukur lah kalau udah baikan dan langsung pulang yah kalau kelulusan udah di umumkan, jangan ikut aneh aneh dengan teman kamu. ''
ucap Ayah Anggara dan Bintang mengangguk.
__ADS_1
''Oh iya biasanya anak sekolah kalau lulus pasti pesta pesta kelulusan, coret coret seragam sekolah juga kan biasanya, kamu langsung pulang yah sayang jangan ikutan kegiatan gak berguna. ''
ucap Bunda Dewi dan Bintang mengangguk.
Sarapan pun di mulai dan hanya dentingan sendok yang terdengar, Setelah sarapan selesai Bintang dan Zie langsung pamit sedangkan Ayah Anggara masih santai di rumah.
Bintang saat ini sudah duduk manis di samping Zie yang sedang mengemudikan mobilnya, sesekali Zie tersenyum dan mengacak rambut Bintang yang terlihat cantik pagi ini dengan pakaian sekolahnya.
''Kak.....nanti dari sekolah aku mau ke rumah Mama yah, boleh kan?? ''
ucap Bintang dan Zie mengangguk.
''Boleh sayang......kabarin Bunda takutnya nungguin kamu khawatir. ''
jawab Zie dan Bintang langsung tersenyum.
Beberapa menit kemudian mobil sampai di depan gerbang sekolah dan Bintang langsung pamit mencium tangan Zie, Zie membalasnya dengan mengecup bibir Bintang dan membuat Bintang kesal.
''Kebiasaan deh nyosor ajah bibirnya. ''
protes Bintang dan Zie langsung tersenyum.
''Hati hati yah dan semoga lulus sekolah nya, kabarin Kakak hasilnya. ''
ucap Zie dan Bintang mengangguk.
Bintang langsung turun dari mobil dan ternyata berbarengan dengan kedatangan Nabila, Bintang pun langsung masuk kedalam sekolah dengan Nabila.
Ternyata murid murid sedang baris di lapangan dan bukan hanya anak IPA tapi anak IPS pun ikut berbaris, Nabila langsung menggandeng lengan Bintang untuk baris di barisan paling belakang.
''Kenapa mesti baris barisan begini, kaya mau upacara ajah sih. ''
ucap Nabila dan Bintang hanya mengangkat bahunya tanda tidak tau.
Bintang hanya diam karena saat ini Abimanyu sedang menatap ke arahnya, konsentrasi Bintang bahkan buyar dan tidak mendengarkan pidato dari kepala sekolahnya hingga tiga puluh menit kemudian layar lebar di depan lapangan pun mengumumkan kelulusan murid murid yang lulu.
Bintang dan Nabila langsung bahagia karena mereka lulus ujian nasional, tahun ini pun semua murid dinyatakan lulus.
Bintang langsung memberikan kabar kepada suaminya kalau dia lulus sekolah, Zie belum membacanya karena dia sedang meeting pagi.
Pembagian surat surat akan di langsungkan satu minggu dari sekarang dan acara perpisahan hanya selang satu hari dari pembagian kelulusan, Bintang langsung menuju kelas dengan Nabila untuk mengambil surat pernyataan lulus yang di siapkan oleh wali kelasnya.
''Akhirnya kita lulus Bintang dan akan melanjutkan kuliah deh, Ibu aku udah setuju kuliah di kampus yang sama dengan kamu, katanya itu kampus internasional loh jadi di ijinkan, kalau jurusan nya nanti ajah menyesuaikan. ''
ucap Nabila dan Bintang mengangguk.
''Aku sih gak memikirkan itu kampus internasional atau bukan, karena yang paling penting itu kita nyaman belajar disana dan sesuai dengan kemampuan kita juga kan belajarnya. ''
__ADS_1
jawab Bintang dan Nabila hanya mengacungkan jempolnya.
tbc......