
seperti janji Roy dia terus bersama ku selama 3 hari melindungi ku, dan sekarang aku yakin kalau aku benar jatuh cinta dengannya tapi setelah memikirkan kalua besok adalah hari kami akan putus seperti rencana awal lami, dan itu membuat ku sedih
"hei lau" Roy memanggil ku
"kenapa?" tanyaku
"gimana kalau... emm.. gak jadi deh" Roy membatalkan perkataan nya karena aku tidak ingin berpikir terus aku lalu memberi usul pada roy .
"Roy , gimana kalau kita pacaran beneran?" tanyaku setelah memberanikan diri.
"eh ? sebenarnya tadi aku juga ingin bilang begitu, tapi aku tidak berani" wajah Roy bersemu merah.
"emm.. jadi gimana?" tanyaku sedikit malu
"tentu" jawab Roy
aku merasa senang tapi tidak terlalu ku nampakkan.
memang aneh jika wanita yang menyatakan perasaannya pada laki-laki tapi jika laki-laki itu tidak berani bertindak maka wanita yang harus bertindak.
setelah itu kami menjadi sangat romantis mulai dari saling gombal,bercanda,menjahili.
malam ini Roy mengajakku kencan. pukul 18.30 aku bersiap-siap. lalu ponselku berdering , pesan Roy masuk
"kamu sudah siap?" tanya Roy lewat pesan
"ini bentar lagi kok" aku membalas pesannya
"ok, jangan dandan terlalu cantik ya"
__ADS_1
"loh kenapa?" aku bertanya lewat pesan
"nanti kamu di rebut yang lain" Roy membalas pesanku.
wajahku bersemu merah lalu dengan malu-malu aku membalas
"nggak kok, cinta ku hanya untuk mu seorang"
tepat pukul 19.00 klakson mobil terdengar dari luar rumah, aku bergegas keluar.
"aduh.. mataku" Roy berseru
"kamu kenapa Roy?" tanyaku cemas.
"kecantikan mu menyilaukan mataku dan kebaikan mu membutakan cinta ku" Roy tertawa kecil , aku ikut tertawa.
aku masuk ke mobil lalu mobil bergerak ke restoran ,selama perjalanan aku menatap langit , tiba-tiba mataku melihat sesuatu , bintang tanda misi kami harus segera di selesaikan, namun aku memutuskan untuk tidak terlalu menghiraukan nya karena aku ada kencan malam ini.
Roy keluar membuka pintu mobil untuk ku.
salah seorang pelayan medekaymt saat kami masuk ke restoran.
"selamat malam tuan dan nona, ada yang bisa saya bantu?" tanya pelayan itu
"meja atas nama Roy " kata Roy
"mari ikuti saya tuan ,nona" pelayan itu memandu kami di depan.
"silakan tuan, nona semoga kalian suka layanan kami"
__ADS_1
"iya terima kasih" pelayan itu pergi lalu Roy menarik kursi untukku setelah itu dia menarik kursi yang ada di depanku dan duduk di sana kami lalu memesan makanan dan saling bercanda.
"aduh makanannya manis banget" kata Roy
"punya ku rasanya pas kok" kata ku bingung
"tau tuh, mungkin karena wajahmu yang manis membuat rasa makanan nya jadi makin manis" Roy mengombali ku. aku tertawa.
selesai makan Roy mengantar ku pulang.
"bye Laurent , sampai jumpa di hari Senin" kata Roy. aku tersenyum lalu berbalik masuk ke dalam rumah.
"LAURENT ini gawat!"Agnes berteriak saat aku masuk ke dalam rumah.
"kenapa nes?" tanyaku heran
"misi kita di percepat alias tengah malam nanti kita akan menjalankan misi kita.
"kenapa di percepat?" tanyaku
"aku tidak tahu, yang penting kamu harus bersiap-siap sekarang" kata agnes.
"ya baiklah" jawabku
2 jam kemudian
"sudah siap?" tanya Agnes dan Raissa
"sudah" jawabku
__ADS_1
"baiklah kita ke halte bus" kata Agnes sambil membuka portal.