Bintang

Bintang
Bintang # 51


__ADS_3

Tak terasa saat ini usia kandungan Bintang memasuki bulan ke sembilan dan sesuai janji nya Zie, dia akan mengajak Bintang untuk berlibur yang jaraknya dekat karena selama kehamilan Bintang, Zie selalu sibuk dan jarang memberikan waktu berdua dengan Bintang.


Bahkan Bintang pernah kabur dan tinggal dengan Mama Shanum karena kesal dengan suaminya yang selalu sibuk dengan pekerjaan.


Kabar gembira pun saat ini sedang di rasakan oleh Bagas dan Nabila karena saat ini Nabila sedang hamil memasuki bulan ke empat dan jaraknya sangat dekat dengan calon anaknya Bintang.


Zie Berlibur mengajak Bagas dan Nabila juga karena Bintang sengaja mengajak Kakak juga Nabila untuk meramaikan liburannya.


''Lihat dua wanita itu kalau sudah bersama, kita malah jadi pengawalnya. ''


ucap Bagas dan membuat Zie tertawa.


''Kamu harusnya bersyukur karena Nabila gak menuntut banyak, Bintang setiap hari ceramah meminta berlibur dan aku baru mengetahui berlibur versi Bintang itu adalah di temani jalan jalan, sudah nikmati ajah sambil menjaga mereka dan calon anak kita juga Bagas. ''


ucap Zie dan membuat Bagas tersenyum.


''Sangat pengertian sekali ucapan kamu, aku lagi gak sabar menunggu calon anakku lahir loh Zie, prediksi anak aku tuh cewek. ''


''Waaaw.....kamu harus menjaga nya sangat ketat kalau gak nanti jadi korban casanova, ingat Bagas karma itu berlaku di dunia ini. ''


''Ishh....kamu kalau bicara jangan ngasal yah, aku akan menjaga putriku dengan sangat baik. ''


''Ya harus lah agar dia gak jadi korban laki laki yang memberikannya harapan palsu. ''


ucap Zie yang langsung mengajak Bagas untuk mendekat kepada dua wanita yang memanggilnya.


''Masih belum puas belanjanya sayang?? ''


ucap Zie saat menghampiri Bintang dan memberikan air minum untuk istrinya.


''Udah Kaak, kita ke hotel dan makan di restoran hotel ajah yah. ''


jawab Bintang dan di setujui oleh Nabila.


Bagas langsung menggandeng Nabila dan Zie menggandeng Bintang yang sedikit susah berjalan karena kehamilannya sudah membesar.


''Makanan di hotel lebih enak dari pada di luar, makanya kita milih makan disini. ''


ucap Nabila saat duduk di samping Bintang.


''Heumm.....aku mau pesan nasi goreng spesial bakar iga ajah. ''

__ADS_1


ucap Bintang antusias dan Zie menyetujuinya.


''Deek......kamu yakin mau lanjutkan liburan, Kakak khawatir loh karena kamu kan sudah masuk bulan ke sembilan. ''


ucap Bagas saat melihat adiknya yang bahagia dan mengkhawatirkan kehamilan adiknya.


''Gak lah kak dan prediksi lahirannya juga dua minggu lagi dari dokternya. ''


jawab Bintang dan Bagas mengangguk.


Liburan lima hari benar benar di manfaat kan oleh Bintang, dia terus menempel pada Zie dan kemanapun selalu Zie menemani.


Zie sangat bahagia karena istrinya bahagia karena Zie memang merasakan kesedihan nya yang tidak bisa berjalan jalan berdua karena beberapa bulan kebelakang Zie sangat sibuk dengan bisnis barunya.


Bahkan perusahaan Tasya yang dengan liciknya melakukan cara untuk menjatuhkan perusahaan Zie namun Zie bukan orang yang bisa tertipu.


Zie membuktikan kalau dia bisa mendapatkan lebih dari apa yang Tasya lakukan pada perusahaannya, beberapa bulan kebelakang Zie rela mengabaikan istrinya demi ketentraman ribuan karyawan yang bernaung di bawah kekuasaannya.


''Besok kita pulang dan langsung periksa kandungan kamu yah sayang, dari semalam kamu meringis terus dan membuat Kakak khawatir. ''


ucap Zie saat menghampiri Bintang yang sedang merapihkan pakaiannya.


''Iya Kak......masa sih kontraksi kan masih dua belas hari ke HPL nya. ''


Setelah selesai packing Zie langsung membawa koper nya lalu Bintang menggandeng Zie untuk berjalan menuju lobi karena Kakak nya sudah menunggu di lobi utama hotel.


Bintang tersenyum saat melihat Nabila melambaikan tangannya lalu menerima uluran tangan Nabila dan duduk di kursi sambil menunggu mobil yang akan menjemputnya.


''Mobil nya putar arah dulu baru masuk hotel, barusan di hubungi supirnya. ''


ucap Bagas dan Zie mengangguk.


''Kalian ini sama sama hamil tapi kenapa malah sama sama saling menjaga yah, gak akan ketanganan loh nanti jatuh. ''


ucap Bagas saat Nabila membantu Bintang untuk berdiri.


''Kita ini kan wanita super Mas dan lagian hamil nya Bintang udah besar jadi susah kalau mau berdiri dari duduk. ''


jawab Nabila dan Bagas hanya mengangguk lalu membantu Bintang untuk berdiri karena Zie sedang sibuk menelphone.


''Lihat suami kamu Deek, malah sibuk telphonan bukannya jagain istri. ''

__ADS_1


ucap Bagas yang kesal dengan adik iparnya itu.


''Udah gak apa apa Kak Bagas lagian ada Kakak kan yang akan menjaga aku pas suami aku sibuk seperti sekarang tuh. ''


jawab Bintang dan membuat Bagas mendelik karena adiknya selalu membela Zie sekarang.


Tak lama kemudian mobil datang dan Zie langsung membawa koper nya di ikuti Bagas yang sama membawa koper menuju mobil untuk di simpan di bagasi.


Bintang dan Nabila saling bergandengan tangan untuk mengikuti suami suaminya yang membawa koper, dengan hati hati Bintang masuk kedalam mobil lalu duduk manis dan Zie langsung memberikan bantal leher agar Bintang nyaman.


Setelah semua duduk dan nyaman, mobil pun bergerak menuju pulang dan Bintang sedikit meringis saat merasakan perutnya tidak nyaman.


''Jangan dulu brojol di mobil yah Dee.....kasihan Papa nantinya pasti bakalan panik. ''


gumam Bintang dalam hatinya sambil mengelus perutnya yang terasa tidak nyaman.


Beruntung pagi ini jalanan lancar dan tidak ada titik kemacetan, perjalanan empat jam di lalui tanpa kendala namun Bintang yang merasakan perutnya semakin tidak nyaman.


''Kak Zie......kita mampir ke rumah sakit yah, perut aku gak nyaman banget dan Dede di dalem perut juga gak gerak kaya biasanya. ''


ucap Bintanh dan membuat Zie langsung panik.


''Sabar yah sayang sebentar lagi akan sampai ke rumah sakit. ''


ucap Zie setelah meminta supirnya untuk menuju rumah sakit dan mengelus perut Bintang.


''Kayanya beneran mau lahiran deh Bintang, perutnya tegang banget ini.....''


ucap Nabila saat mengelus perut buncit Bintang.


''Sabar yah Dee.....sebentar lagi sampai, kamu yang tenang jangan tegang oke. ''


ucap Bagas yang menenangkan wajah tegang Bintang.


Beberapa menit kemudian mobil sampai di lobi rumah sakit, Bintang langsung di bawa memakai berangkar karena Zie sebelumnya sudah menghubungi pihak rumah sakit.


''Zie aku sama Nabila pulang dulu yah kasihan Nabila dan nanti aku kasih tau Tante Dewi sama Mama juga, gak apa apa kan. ''


ucap Bagas saat menghampiri Zie.


''Iya Bagas.....bawa pulang Nabila kasihan habis perjalanan, tolong kasih tau Bunda suruh bawa tas yang di siapkan Bintang untuk lahiran karena satu tas itu sudah lengkap dengan baju Bintang juga. ''

__ADS_1


jawab Zie dan Bagas mengangguk lalu kembali ke mobil untuk mengajak Nabila pulang.


tbc.......


__ADS_2