
''Jahat sekali laki laki itu, malah asik ngobrol sama cewe seksi dan membiarkan aku sendirian menunggu. ''
ucap Bintang dengan nada kesalnya.
Bintang langsung mendelik saat Zie meliriknya dan saat Bintang akan berdiri Zie langsung menghampiri Bintang lalu membiarkan wanita yang mengajak berbicara.
''Ayo duduk lagi sayang, ini makanannya udah semua di ambilkan. ''
ucap Zie sambil membawa Bintang untuk duduk kembali.
''Buang ajah udah kenyang dan gak mood. ''
ucap kesal Bintang dan membuat Zie menghembuskan nafasnya karena dia mengetahui sebab Bintang menjadi kesal.
Saat Zie akan berbicara tiba tiba wanita yang tadi menyapanya menghampirinya dan langsung duduk di samping Zie.
''Kamu masih jagain Bintang yah Zie?? padahal Bintang udah besar kan sekarang. ''
Ucap seseorang yang tiba tiba duduk di samping Zie.
''Sudah kewajiban aku buat jaga Bintang, lebih baik kamu menjauh jangan gabung dengan saya. ''
ucap ketus Zie sambil terus menggenggam tangan Bintang.
''Kamu kenapa Zie?? kemarin ketemu marah marah dan sekarang juga marah lagi dan jutek banget, salah kalau aku gabung disini?? ''
ucap Tasya dan Zie langsung menatap tajam ke arah Tasya.
''Ini makanan kesukaan kamu udah Bunda bawakan, makan yah sayang. ''
ucap Bunda Dewi yang memberikan satu piring makanan kesukaan Bintang.
''Tante Dewi......apa kabar?? ''
sapa Tasya pada Bunda Dewi dan membuat Bunda Dewi tersenyum.
''Kabar baik dan sangat baik Tasya, kapan kamu sampai ke tanah air?? ''
jawab Bunda Dewi sambil tersenyum.
''Udah dua bulan lalu Tante dan sengaja datang kesini menghadiri pernikan Bagas. ''
''Enjoy yah dan nikmatin pestanya, Tante cuma anterin makanan kesukaan Bintang. ''
''Bintan sangat spesial yah di sayangi Tante sama Zie juga. ''
ucap Tasya dan membuaT Zie langsung kesal.
''Wajarlah karena Bintang adalah istri saya dan menantu Bunda satu satunya. ''
__ADS_1
ucap ketus Zie dan membuat Tasya langsung melototkan matanya.
''Ayo sayang kita gabung dengan keluarga ajah yah jangan disini. ''
ucap Zie sambil menggandeng Bintang dan Bintang menurut tanpa protes.
''Apa apaan maksudnya itu, Bintang dan Zie sudah menikah dan kapan?? ''
ucap Tasya dengan nada yang masih syok dan menatap kepergian Zie yang menggandeng pinggang Bintang.
Zie langsung gabung dengan keluarga besar Bagas lalu membantu Bintang untuk duduk di samping Bundanya.
''Kamu lebih baik jauhi Tasya yah, Bunda khawatir ajah dengan perubahan dia sekarang sepulang dari luar negeri Zie. ''
ucap Bunda Dewi dan Zie mengangguk.
Zie langsung menyuapi Bintang dan tidak ada penolakan dari Bintang bahkan Bintang begitu lahap, Bintang bahkan meminta Zie untuk menyuapkan makanan untuk Zie juga.
''Nabila wanita yang bisa membuat Bagas tunduk, padahal Bagas sangat menolak yang namanya pernikahan kan Bintang. ''
ucap salah seorang saudara dari keluarga Bintang dan Bintang hanya mengangguk.
''Bagas sulit di tebak Paman, Zie juga sampai gak percaya dengan keputusannya karena takut Nabila hanya jadi mainannya tapi semua di tepis Bagas karena memang sejak lama Bagas menyukai Nabila saat sering bermain ke rumah dengan Bintang. ''
jelas Zie dan membuat Bintang tersentak.
''Cinta nya di pendam sampai lama sekali berarti yah, sangat manis sekali. ''
''Kak Bagas ternyata sudah sejak lama menyukai Nabila tapi aku sampai gak mengetahuinga. ''
gumam Bintang dalam hatinya sambil terdiam dan menatap ke atas pelaminan dimana Kakak juga sahabatnya sedang berfoto.
''Kenapa melamun sayang?? ada yang kamu mau lagi makanannya?? ''
ucap Zie yang melihat Bintang melamun.
''Udah cukup Kak, kenyang perutnya juga dan mendingan Kak Zie makan dulu sana. ''
jawab Bintang dan Zie langsung tersenyum mengelus pipi Bintang.
''Nanti ajah barengan kamu makannya, sekarang masih kenyang juga. ''
''Kakak ini ngikutin aku ajah, sana makan Kak. ''
''Gak mau sayang, kita pulang sekarang ajah yah kamu terlihat lelah, lagian Bagas sama Nabila langsung mau berangkat bulan madu. ''
''Iya deh kita pulang tapi pamit sama Mama dan pengantin dulu yah. ''
ucap Bintang dan Zie mengangguk sambil membantu Bintang untuk beranjak.
__ADS_1
Bintang dan Zie pamit pada keluarga yang sekarang ada di sekitarnya, lalu Zie menggandeng Bintang menuju pelaminan untuk pamit pada Mama Shanum dan kedua pengantin.
Zie langsung membawa Bintang pulang dan kedua orang tua Zie pun ikutan pamit pulang karena acara pun hampir selesai.
''Kak udah gak sabar pengen periksa kandungan lagi dan bulan depan kita juga USG buat lihat dede bayinya di perut aku yang sudah sempurna. ''
ucap Bintang yang begitu antusiasnya dan Zie hanya tersenyum sambil mengelus kepala Bintang.
Sesampainya di rumah Bintang langsung menuju kamarnya untuk membersihkan tubuhnya karena terasa lengket dan Zie hanya duduk menunggu giliran untuk membersihkan tubuhnya.
Setelah keduanya selesai dengan urusan kamar mandinya Bintang langsung istirahat nerebahkan tubuhnya di temani Zie yang sibuk dengan layar monitor leptopnya dan tangan satunya mengelus kepala Bintang yang sedang menuju tidur.
Di hotel tempat pengantin baru saat ini.....
Nabila langsung mengganti pakaiannya karena sore ini akan langsung menuju perjalanan bulan madunya dan Nabila memlih Bali untuk destinasi bulan madunya.
''Kamu yakin cuma Bali yang jadi tempat bulan madunya?? Bintang malah melakukan trip kapal pesiar Bali Labuan Bajo satu minggu. ''
ucap Bagas saat sedang di dalam mobil menuju bandara.
''Gak mau Mas Bagas, aku milih Bali ajah lagian kan buat apa jauh jauh bulan madunya. ''
jawab Nabila dan Bagas langsung mengerutkan keningnya dengan jawaban dari Nabila.
''Maksud kamu apa sayang?? kenapa bilangnya begitu dan seperti gak semangat. ''
ucap Bagas dan Nabila langsung menunduk.
''Maaf kan aku Mas Bagas, tadi pagi aku keluar datang bulan dan buat apa bulan madu, disana kita cuma main congkak ajah emangnya. ''
ucap Nabila dan Bagas langsung tersentak.
''Yaah......gagal bulan madu dong sayang, kita pulang ke rumah ajah deh dan bulan madunya nanti ajah setelah kamu selesai halangan. ''
ucap Bagas lesu dan Nabila langsung tersenyum mengangguk.
Bagas langsung meminta supir untuk memutar balikkan mobilnya menuju rumah dan supirpun langsung patuh dan memutar balikkan mobil menuju pulang ke rumah Mama Shanum.
''Kamu gak keberatan kan kalau kita tinggal di rumah Mama?? ''
ucap Bagas dan Nabila mengangguk.
''Aku akan tinggal dimanapun kamu berada Mas Bagas, lagian aku kan udah deken sama Mama Shanum. ''
ucap Nabila dan Bagas langsung tersenyum bahagia.
''Kamu manis sekali sayang, biasanya selalu ajah bar bar dan jawaban kamu pasti cerewet dan kemana mana meleber. ''
''Mas Bagas aku kan udah jadi istri kamu, dosa loh kalau aku masih bar bar dan pecicilan, lagian tiap hari Ibu selalu ajah ceramahin aku biar aku gak malu maluin jadi istri dan menantu di keluarga kamu. ''
__ADS_1
ucap Nabila dan Bagas mengangguk tersenyum.
tbc........