Bintang

Bintang
Keberangkatan menuju bulan madu.....


__ADS_3

Nabila langsung memeluk Bintang dan Bintang hanya tersenyum melihat sahabatnya karena Bintang mengetahui kenapa Nabila sampai sedih.


''Ayo kita foto karena kamu kan belum foto sama aku Nabil. ''


ucap Bintang dan Nabila langsung bersemangat.


Akhirnya Sesi foto pun di mulai, pengantin di himpit Bagas dan Nabila, bahkan ada sesi foto Bagas dan Nabila seperti pasangan pengantin.


Nabila tidak menolak karena memang saat ini suasana hati Nabila sudah membaik karena Bintang, Bagas pun seperti biasa memanfaatkan nya agar bisa berfoto dengan Nabila.


''Kita cocok kan Jodoh?? kalau menikah. ''


ucap Bagas sambil tersenyum nakal ke arah Nabila.


''Kak Bagas jangan macam macam yah, Nabil baru pulih dari kesedihannya jangan di buat sedih lagi. ''


ancam Bintang saat melihat Kakak nya genit kepada Nabila.


''Sayang.....jangan menghalangi Bagas yah, biarkan dia menghibur sahabat kamu. ''


ucap Zie yang membisikkan ke telinga Bintang dan Bintang pun mengangguk.


Bagas langsung mengajak Nabila turun dari pelaminan dan entah apa yang di lakukan Bagas pada Nabila, karena Bintang percaya kalau kakak nya tidak akan membuat Nabila dalam masalah.


Pesta resepsi pernikahan Bintang pun selesai, Bintang dan Zie tetap tinggal di hotel sedangkan keluarga semuanya telah kembali ke rumah.


Esok hari Zie akan mengajak Bintang untuk berbulan madu sebelum Bintang kembali belajar di kampusnya, Zie memilih trip kapal pesiar Bali Labuan Bajo sengaja di pilih karena memang waktunya sangat mepet dan pekerjaan Zie pun tidak bisa di tinggal terlalu lama.


Bintang dan Zie saat ini sudah berada di atas ranjang, setelah selesai bersih bersih dan seperti biasa Zie akan mengajak mengobrol sebelum tertidur.


Entah karena lelah atau emang sudah malam, Bintang sudah tertidur pulas saat Zie menceritakan rencana bulan madunya.


''Kamu lelah yah sayang seharian ini menjadi ratu, mimpi indah istri cantikku. ''


ucap Zie sambil mencium kening Bintang dan memakaikannya selimbut takut Bintang kedinginan.


Zie masih sibuk dengan handphone nya untuk membaca beberapa pesan dari teman dan relasi bisnisnya yang mengucapkan melalui pesan.


Satu pesan yang mencuri perhatian Zie karena nomer itu tidak terdaftar di daftar kontaknya, Zie bahkan mengerutkan keningnya saat membaca pesan nya.


💬 Kenzie......kenapa kamu tidak menunggu aku dan memilih wanita lain untuk kamu nikahi.

__ADS_1


Itulas isi pesan yang membuat Zie bingung karena memang tidak mengenali dari siapa pengirimnya.


''Siapa ini?? dan memangnya aku menjajikan menunggu dia datang untuk menikah, aneh aneh sajah dan aku juga belum pernah menjalin hubungan dengan wanita manapun. ''


gumam Zie dalam hatinya sambil menyimpan handphone nya dan begabung tidur dengan Bintang sambil memeluknya.


Zie langsung tertidur sambil memeluk Bintang, hingga pagi menjelang Zie membuka matanya namun Bintang masih tertidur lelap.


''Dasar istri pemalas, udah siang masih ajah terlelap tidurnya, segitu lelahnya acara kemarin sampai tidurnya pun gak terusik sedikitpun. ''


ucap Zie saat membuka matanya dan mengelus pipi Bintang yang sedang terlelap.


Zie beranjak dan langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, karena kalau menunggu Bintang akan sangat terlambat.


Lima belas menit kemudian Zie selesai mandi dan saat keluar kamar mandi ternyata Bintang sudah bangun dan sedang duduk mengumpulkan nyawanya.


''Bangun pemalas......mandi dan siap siap karena kita pergi jam sepuluh. ''


ucap Zie sambil menghampiri Bintang.


''Masih ngantuk tapi jam sepuluh sebentar lagi, bisa di undur gak Kak perginya?? ''


ucap Bintang dan Zie menggelengkan kepalanya.


jawab Zie sambil menuju lemari untuk memakai pakaiannya yang sudah siap di pakainya.


Bintang langsung memanyunkan bibirnya dan langsung menuju kamar mandi karena Zie saat ini menunjukan sikap kalau dia sedang mode marah dan tidak bisa di bantah.


Zie hanya menggelengkan kepalanya dengan tingkah Bintang yang masih manja dan selalu membantah permintaannya.


Zie langsung memesankan sarapan dan meminta di antar ke kamar nya.


Bintang selesai membersihkan tubuhnya dan memakai pakainnya, sarapan sudah siap dan Zie langsung meminta Bintang untuk memakannya.


''Kak......berapa hari kita trip nya?? ''


ucap Bintang sambil memakan makanannya.


''Cuma lima hari gak akan lama, kamu juga udah mulai ngampus kan minggu depan. ''


jawab Zie dan Bintang hanya mengangguk.

__ADS_1


Setelah makan selesai Bintang langsung merapihkan ranjangnya sambil menunggu Zie yang sedang sibuk menelphone di balkon kamar hotel.


''Udah mau jam sepuluh masih ajah sibuk dengan handphone nya. ''


gerutu Bintang saat melihat suaminya yang masih sibuk.


Bintang saat ini tidak memakai make up di wajahnya karena semua peralatan ada di rumahnya, bahkan Bintang tidak mengetahui baju mana yang di siapkan untuknya nanti selama trip kapal pesiar.


''Ayo kita berangkat sekarang sayang, mobil nya udah siap di bawah. ''


ucap Zie sambil mengulurkan tangannya pada Bintang dan Bintang langsung meberima uluran tangan Zie lalu menggandeng lengan Zie.


Zie langsung membawa Bintang menuju lobi utama hotel, karena mobil sudah siap untuk mengantarkannya ke bandara menuju Bali.


''Kita hanya berdua kan Kak?? gak sama siapa siapa lagi kan?? ''


ucap Bintang saat keluar dari lift.


''Namanya bulan madu itu berdua kalau banyak itu bukan bulan madu tapi tamasya. ''


jawab Zie dan Bintang hanya mengangguk.


Zie dan Bintang langsung duduk di mobil menuju bandara, barang barang sudah berada di bandara dan di siapkan oleh Bunda Dewi.


Hanya sepuluh menit perjalanan akhirnya sampai di Bandara, Zie langsung mengajak Bintang menuju pesawat yang sudah menunggunya.


Pesawat pribadi milik keluarga Zie yang akan membawa Zie dan Bintang menuju Bali karena trip mulai dari Bali.


Bintang sudah tidak heran lagi dengan pesawat Zie karena dia sudah terbiasa menggunakanannya, Bintang hanya menatap ke luar jendela sedangkan Zie sedang membaca berkas berkas di tangannya.


''Lagi liburan masih ajah mainin kertas, mendingan di rumah ajah tidur. ''


gumam Bintang dan membuat Zie tersenyum karena Zie mendengar gumaman lirih Bintang.


Zie langsung menyimpan berkasnya dan menarik Bintang untuk duduk di pangkuannya, Bintang melototkan matanya karena kaget dengan tindakan tiba tiba Zie.


''Kamu barusan ngedumel apa sayang?? mendingan kita tidur ajah dan itu mau kamu?? ayo jawab bukan diam ajah. ''


ucap Zie dan membuat Bintang langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain karena Zie terus menatap ke arahnya yang membuat Bintang malu.


''Udah deh jangan bikin aku malu Kak, awas ahh....aku mau duduk lagi. ''

__ADS_1


ucap Bintang dan Zie langsung melepaskan Bintang untuk duduk di kursi kembali.


tbc......


__ADS_2