Bintang

Bintang
Bintang # 50


__ADS_3

Hari ini di kediaman Bunda Dewi begitu ramai karena akan di adakan pengajian empat bulanan kehamilan Bintang dan calon cucu pertama keluarga Bunda Dewi.


Bintang saat ini sedang istirahat karena baru pulang dari pemeriksaan rutin bulanan kehamilannya, Bunda Dewi sengaja meminta Bintang untuk istirahat karena siang hari akan di langsungkan pengajian.


''Nabila.....kamu kesini sendiri?? Mama Shanum mana?? ''


ucap Bunda Dewi saat Nabila mencium tangannya.


''Mama sama Mas Bagas masih di jalan Tante, tadi kan ambil souvenir dulu. ''


jawab Nabila dan Bunda Dewi mengangguk.


''Kamu ke kamar Bintang ajah Nabila, dia udah bangun kok dan temani bersiap. ''


ucap Zie saat melihat Nabila sedang mengorol dengan Bundanya.


Nabila mengiyakannya dan langsung menuju kamar Bintang setelah dapat ijin dari suaminya, Nabila menggelengkan kepalanya saat melihat Bintang sedang duduk santai memangku cemilan di pahanya.


''Bumil ini sangat beruntung sekali, di luar sedang sibuk persiapan dan bumil ongkang ongkang kaki doang yah, pantas ajah aku di suruh nemenin. ''


ucap Nabila saat masuk kedalam kamar Bintang.


''Kamu lagi datang bulan atau lagi lelah melayani cadanova insaf?? ''


ledek Bintang dan Nabila langsung mendelik sebal.


Masih ingat dalam benak Bintang saat Nabila kabur ke rumah nya karena selepas palang merah dia di gempur habis habisan oleh Bagas dan membuat Nabila tidak sanggup lalu meminta perlindungan Bintang.


''Gak juga.....sekarang Mas Bagas lebih kontrol nafsunya gak kaya pertama Bintang, tapi kasihan juga lihatnya sih jadi layu. ''


ucap Nabila sambil tertawa dan memakan cemilan yang sedang Bintang makan.


''Kasian juga yah Kakak ku itu, lebih baik manjakan deh Nabil dan bukan aku membela Kakak aku juga tapi demi membuat suami kamu bahagia dan gak mencari perempuan lain di luar sana. ''


''Ishh......doa kamu jelek sekali sih Bintang, amit amit kalau sampai suami aku punya yang lain. ''


''Ya makanya.....kamu sekarang kan udah gak sakit juga Nabil area inti kamu, coba kamu beli baju tidur yang super seksi dan menerawang buat kamu gunakan malam ajah, pasti suami kamu makin kesemsem deh sama kamu. ''


''Jangankan baju menerawan yah, aku pakai daster ajah tiap malam gerayangin terus Bintang, tapi ide bagus juga sih nanti aku mau beli baju tidurnya. ''


''Gak usah beli, aku ada satu lemari full baju haram dan semua di siapkan sama Bunda, kamu boleh ambil yang kamu mau Nabil. ''


ucap Bintang dan membuat Nabila langsung melototkan matanya lalu menuju lemari di ruang ganti Bintang setelah Bintang memberitahukan lemari yang menyimpan pakaian dinas malam nya.

__ADS_1


Sepuluh menit kemudian Nabila keluar dari ruang ganti dan membawa sepuluh pakaian dinas malam yang sengaja di pilihnya.


''Banyak amat seperti kesurupan hantu mesum kamu ini Nabil. ''


ucap Bintang sambil melototkan matanya melihat Nabila membawa banyak pakaian dinasnya.


''Aku ambil sepuluh ajah, lagian masih banyak juga Bintang dan aku pakai yang masih bersegel ajah, keren banget yah pakaian dinas kamu dan pastinya Kak Zie selalu puas pelayanannya. ''


ucap Nabila dan Bintang mendelik sebal ke arah Nabila.


''Aku emang wajib pakai pakaian dinas walaupun sedang hamil seperti sekarang Nabil dan Kak Zie baru buka puasa semalam makanya aku di suruh istirahat karena emang semalam gak tidur sampai pagi. ''


ucap Bintang dan membuat Nabila melototkan matanya.


''Kekar sekali seperti Mas Bagas ajah, tapi biarlah Bintang dan makasih yah baju dinasnya. ''


ucap Nabila dan Bintang tersenyum.


''Kamu rapihkan dan lipat masukan ke tas yang agak besar, tas kamu yang itu ganti sama tas aku ajah Nabil, kasih kejutan nanti malam buat Kak Bagas. ''


ucap Bintang dan Nabila langsung tersenyum senang.


Bintang hanya menggelengkan kepalanya melihat Nabila yang bahagia dan langsung melipat pakaian dinas malam yang di pilihkan oleh Nabila.


''Nah itu kan besar tuh tas nya, tuh lanjutkan lipatnya aku mau mandi dulu sebentar lagi acara di mulai soalnya Nabil. ''


Beberapa saat kemudian......


Acara empat Bulanan kehamilan Bintang pun di mulai, Bintang begitu cantik dengan balutan gamis yang pas di tubuhnya bahkan pakaiannya senada dengan pakaian yang di pakai oleh Zie.


Sepanjang acara pengajian Bintang begitu bahagia karena janin di dalam perutnya seakan mengerti kalau sedang di adakan pengajian untuknya.


''Kenapa sayang?? ''


ucap Zie saat Bintang terasa bergerak di duduknya.


''Dede di dalam perut gerak gerak terus loh Kak, sepertinya dia tahu kalau sedang di doakan oleh orang orang. ''


jawab Bintang dan Zie tersenyum sambil mengelus perut Bintang yang sedikit menonjol.


''Gak sabar pengen cepet melahirkan jadinya. ''


ucap Bintang saat merasakan nyaman saat Zie mengelus perutnya.

__ADS_1


Dua jam kemudian pengajian selesai dan satu persatu tamu undangan pun meninggalkan kediaman Bunda Dewi, Bintang saat ini sedang menyender pada Zie dan tubuhnya di ganjal bantal hamil.


''Dedenya gerak terus yah sayang?? ''


ucap Mama Shanum dan Bintang mengangguk.


''Sepanjang pengajian juga terus gerak dan berhenti pas Kak Zie mengelus perutnya. ''


jawab Bintang dengan nada senangnya dan membuat semua bahagia.


Bagas langsung merangkak menghampiri Bintang dan memegang perut Bintang, Bagas tersenyum saat merasakan gerakan di perut Bintang.


''Keajaiban sekali Deek, Kakak jadi pengen cepat cepat Nabila hamil deh dan merasakan gerakan setiap hari tanpa terlewat. ''


ucap Bagas yang antusias dan membuat Zie mendelik.


''Makanya jangan tiap hari ngadon dede, kasih jeda satu sampai dua hari biar jadi, kamu kan suka kolep kalau udah berhubungan dengan ranjang dan membuat Nabila kabur. ''


ucap Zie dan membuat Bagas yang mendelik saat ini.


''Benar kata Zie.....kasih jeda dan istirahat buat Nabila, kasihan juga kalau tiap hari di ajakin ngadon. ''


ucap Mama Shanum dan membuat Bagas langsung malu setengah mati.


''Stop.....stop....jangan bahas itu di umum dong kan memalukan sekali Mama. ''


protes Bagas dan membuat semua langsung tertawa dengan ucapan Bagas.


''Udah tau belum jenis kelamin Dede nya?? ''


ucap Ayah Anggara dan membuat Zie juga Bintang mengangguk.


''Kata dokter sih Cowok soalnya kuncup, tapi nunggu enam bulan usia kehamilannya Bintang buat memperjelasnya Ayah. ''


jawab Zie dan Ayah nya langsung tersenyum bahagia.


''Bagi Ayah gak masalah cewek atau Cowok karena yang menentukan kesuksesan itu adalah didikan kita sebagai orang tua. ''


ucap Ayah Anggara dan Zie mengangguk.


''Bunda setuju dengan Ayah kamu. ''


''Mama juga setuju loh dengan ucapan Ayah kamu Zie, yang penting anaknya sehat dan tidak kekurangan apapun saat lahir nanti kedunia. ''

__ADS_1


Zie langsung tersenyum sambil mengangguk mendengar ucapan orang tuanya, Bintang pun sama langsung tersenyum dengan ucapan orang tuanya.


tbc.......


__ADS_2