Bintang

Bintang
Menemani Zie.....


__ADS_3

Nabila langsung mengurus pembayaran pesanan makanannya karena Abimanyu belum membayarnya.


Setelah selesao Nabla langsung menghampiri Bintang yang masih terdiam.


''Hadeuhh.....harus gimana aku sekarang, yang satu depresi dan yang satunya seperti kerasukan melamun terus. ''


gumam Nabila sambil menghampiri Bintang yang melamun.


''Kita pulang sekarang Bintang, aku harus awal pulang ke rumah nya karena Ibu aku udah nunggu. ''


ucap Nabila saat menghampiri Bintang.


''Kamu pulang duluan ajah Nabil, aku bisa minta jemput supir kesini. ''


uap Bintang dan Nabila hanya menghembuskan nafasnya.


''Gak ada bantahan Bintang Kejora, kamu pergi sama aku dan pulang aku yang antarkan kamu. ''


ucap Nabila memaksa dan akhinya Bintang pun beranjak menuju area pintu untuk keluar dari cafe.


Saat berjalan keluar Bintang memilih menunggu di depan afe karena mobil Nabila terparkir di ujung membuat Bintang malas untuk berjalan.


Namun tak di sangka mobil Kenzie berhenti tepat di depan Bintang dan Bintang tidak meneyadarinya karena Bintang sedang melamun.


''Deek......kamu kenapa melamun di pinggir jalan gini sih?? ada apa?? ''


ucap Bagas yang menghampiri Bintang karena Kenzie mengangkat telphone nya.


''Kak Bagas, kenapa Kakak ada disini?? ''


heran Bintang dan membuat bagas langsung memegang tangan BIntang.


''Ada apa Deek?? jujur ke Kakak yah. ''


ucap Bagas dan saat Bintang akan menjawab Nabila menghampirinya.


''Ayo Bintang kita pulang sekarang. ''


ucap Nabila dan membuat Bagas langsung sumringah mendengar suarav Nabila.


''Hai jodoh.....gak nyangka ketemu disini. ''


ucap Bagas dan membuat Nabila mendelik sebal.


''Jodoh.....jodoh....enak ajah, nama aku Nabila bukan jodoh. ''


protes Nabila dan membuat Bagas tertawa karena melihat Nabila kesal.

__ADS_1


Zie selesai dengan urusan telphone nya dan langsung menghampiri BIntang yang sedang terdiam melihat Nabila juga Bagas yng sedang beradu argumen.


''Bintang.....kamu kenapa ada di depan Cafe ini?? bukannya pulang langsung kalau udah selesai rapat sekolahnya. ''


ucap Zie saat menghampiri BIntang dan membuat Bintang tersentak karena ternyata kakak nya bersama suaminya.


''Habis nongkrong sama si Nabil Kak, Kakak ko bisa barengan sama Kak Bagas?? ''


ucap BIntang dan Zie langsung tersenyum.


''Kakak habis meninjau pengerjaan hotel dan Bagas kan andil juga dengan hotelnya, ikut Kakak ke kantor yah jangan pulang dulu. ''


ucap Zie dan Bintang mengangguk.


Bintang menghampiri kakak dan sahabatnya yang sedang berdebat, Bintang sampai menggelengkan kepalanya dengan yang terjadi di hadapannya.


''Nabil aku pulang sama Kak Zie dan tolong antarkan Kak Bagas ke kantornya. ''


ucap Bintang sambil masuk kedalam mobil Zie.


'' Bintang tunggu deh.....''


teriak Nabila yang ingin menolak namun mobil yang di tumpangi Bintang sudah menjauh.


''Udah lah terima ajah Nabil kalau kita memang berjodo kan, biar saya yang mengemudikan mobilnya. ''


''Apa apaan dia ini main masuk ajah ke mobil aku, siapa juga yang mau anterin dia ke tempat tujuannya. ''


kesal Nabila dan langsung duduk di samping Bagas yang sudah siap untuk mengemudikan mobilnya.


''Jangan jutek jutek nanti kamu malah naksir sama saya Nabila, karena benci dan cinta itu hanya berlapiskan kertas yang tipis. ''


ucap Bagas dan Nabila hanya mendelik sebal dengan ucapan kakak dari sahabatnya.


''Kak Bagas yang bakalan jatuh cinta bukan aku, sorry yah aku gak level sama playboy cap kelinci seperti Kakak. ''


ucap Nabila dan Bagas langsung tersenyum simpul menedengarnya.


''Kita lihat sajah siapa yang akan jatuh pertama Nabil, saya atau kamu. ''


ucap Bagas dan Nabila hanya diam tanpa mau menjawab ocehan Bagas.


''Oh iya.....kamu sama BIntang ngapain ada di cafe itu?? habis ketemu siapa Nabil?? ''


ucap Bagas kembali dan Nabila langsung menoleh ke arah Bagas.


''Ya ampun Kak Bagas gantengnya gak ketulungan andai dia bukan playboy pasti aku mau sama dia, ayo hati jangan sampai kecantol deh kan bahaya. ''

__ADS_1


teriak Nabila dalam hatinya yang terpana dengan ketampanan Bagas.


''Nabil kamu malah bengong deh, jawab dulu lah pertanyaan saya. ''


ucap Bagas kembali karena gadis di hadapannya hanya diam tanpa merespon.


''Kita hanya nongkrong ajah Kak dan gak lebih. ''


ucap bohong Nabila dan Bagas tidak mempercayainya.


''Jawab jujur karena saya tau kalau Bintang sedang tidak baik saat ini Nabil. ''


''Iya .....kita habis ketemu sama si Hanoman Kak mantan nya Bintang karena dia gak menerima saat Bintang memutuskannya dan pas Bintang menjelaskan kalau dia sudah menikah malah pergi gitu ajah dan membuat Bintang merasa bersalah Kak, kisah cinta BIntang itu sangat terkenal loh satu sekolah Kak dan hancur karena kesalahfahaman. ''


jelas Nabila dan membuat Bagas langsung terdiam karena memaksa merenggut kebahagiaan adik kesayangannya.


''Makasih udah mau memberitahukannya dan makasih untuk tumpangannya. ''


ucap Bagas sambil keluar dari mobil Nabila karena sudah sampai di depan kantornya.


''Dasar play boy aneh. ''


gerutu Nabila dan langsung duduk di kursi kemudi untuk segera pulang ke rumahnya.


Di perusahaan Zie saat ini......


Bintang dan Zie sudah sampai di ruangan Zie, Bintang benar benar menemani Zie saat ini bahkan Bintang terlihat enjoy sambil mengisi formulir yang di berikan Zie untuk mendaftar ke kampusnya.


Bintang juga mengirim lewat email ke Nabila karena pengisian Formulir menggunakan online dan sangat memudahkan untuk Bintang.


''Makanan dan minuman udah kakak pesan buat kamu yah Bintang, beneran mau nemenin nih?? ''


ucap Zie yang duduk di samping BIntang dan mengusap kepala Bintang.


''Beneran maulah Kak lagian aku udah biasa menemani Kak Bagas dari dulu, asal Kakak jangan berbuat aneh ajah di ruangan ini. ''


ucap Bintang dan membuat Zie langsung tertawa.


''Gak janji sayang.....yasudah lanjutkan mengisi formulirnya karena kakak juga mau mengerjakan berkas berkas dan gak ada meeting jadi akan tetap sama kamu di ruangan ini. ''


ucap Zie saat setelah mengecup bibir Bintang dan langsung menuju meja kerjanya.


''Ishhh......kenapa jadi baper sih, duh otak ku jangan sengklek dong nanti gak fokus. ''


gumam BIntang yang tersadar dari lamunannya karena perbuatan Zie padanya.


Bintang langsung melanjutkan mengisi formulir sedangkan Zie tersenyum mendengar gumaman Bintang yang terdengar jelas walaupun Bintang berbicara dengan sangat lirih karena di ruangan Zie saat ini begitu sunyi dan hanya terdengar suara jarum jam yang berputar.

__ADS_1


tbc........


__ADS_2