
Setelah berbicara kepada Kenzie dan tidak ada respon Bintang langsung masuk kedalam kamarnya dan benar benar diam di dalam kamar sambil menangis.
Bintang sempat mendengar pintu di ketuk dan ternyata pelayan yang mengetuk pintu untuk menawarinya makan namun BIntang sengaja membiarkannya karena saat ini dia sedang ingin diam di kamar.
''Mama.....Kak Bagas.....Bintang mau pulang gak mau dieum di Villa ini, Bintang takut sendirian disini. ''
ucap Bintang dengan tangisannya yang begitu pilu.
Pagi hari menjelang.....
Bintang mengerjapkan matanya karena silau dengan sinar matahari pagi yang masuk kedalam jendela kamarnya.
''Ya ampun gak kerasa udah pagi ajah, semalam ketiduran karena memang ngantuk banget. ''
gumam Bintang sambil beranjak dan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Setelah selesai dengan membersihkan tubuhnya, Bintang langsung keluar dari kamarnya dengan pakaian lengkap dan langsung menuju ke meja makan karena perutnya begitu lapar.
''Bibi buatkan aku sarapan yah, telor dadar ajah di taburin kecap sama nasi putih. ''
ucap Bintang saat menghampiri pelayan yang sedang di dapur.
''Baik Neng, Bibi buatkan dulu yah sarapannya. ''
ucap pelayan dan Bintang tersenyum mengangguk.
''Bibi.....Kak Zie udah bangun belum?? ''
ucap Bintang saat tidak melihat Kenzie di Villa pagi ini.
''Belum Neng sepertinya Den Kenzie masih tidur. ''
jawab pelayan dan Bintang hanya mengangguk.
Bintang memainkan handphone nya dan ternyata Abii menghubunginya sampai beberapa kali.
__ADS_1
''Abimanyu....apa yang harus aku lakukan sekarang, Abii laki laki yang aku sayangi tapi saat ini aku sudah menikah dengan Kak Zie, Abii......maafkan aku kalau nanti aku akan membuat kamu kecewa. ''
gumam Bintang dalam hatinya sambil menatap foto dirinya dan Abii di profil kontak Abimanyu.
''Bibi buatkan aku sarapan nasi goreng yah. ''
ucap Kenzie tiba tiba dan membuat Bintang tersentak.
Pelayan langsung mengiyakan permintaan Kenzie dan menyiapkan pesanan Bintang yang sudah selesai dan langsung memberikannya pada Bintang.
''Kak Zie.....aku makan duluan yah. ''
ucap Bintang saat Pelayang memberikan makanannya dan Kenzie menganggukan kepalanya.
Di kediaman Bunda Dewi saat ini......
Mama Shanum sudah datang pagi pagi dengan barang Bintang yang sengaja di bawa ke rumah Bunda Dewi, kedua nya begitu antusias menata pakaian Bintan dan Kenzie di ruang ganti kamar Kenzie.
''Kenzie benar benar sangat disiplin yah, terlihat sekali kamarnya begitu elegan dan warnanya begitu redup Dewi, berbanding jauh dengan Bintang yang centil dan penuh warna. ''
''Kenzie memang sangat dingin Shanum, cuma dengan keluarga kamu anak itu bisa tersenyum dan sedikit bisa berbicara layaknya manusia, tau sendiri kan Kenzie sangat dingin sekali dan jarang berbicara apalagi senyum, aku berharap Bintang bisa mengubah Kenzie menjadi layaknya pria seumurannya. ''
ucap Bunda Dewi dan mama Shanum mengaminkannya.
Selesai dengan kamar Kenzie dan Bintang, Mama Shanum langsung pamit pulang karena hari sudah menuju siang, sedangkan Bunda Dewi memilih untuk bersantai di ruangan keluarga sambil berselancar di dunia maya.
Di Villa saat ini.....
Bintang yang kesal hanya diam saja pun langsung keluar Villa sambil berjalan menuju garasi dan melihat ada sepeda, Bintang tersenyum dan langsung membawa sepeda untuk di gunakannya.
Dari lantai atas Kenzie hanya menggelengkan kepalanya melihat Bintang yang berkeliling disitu sajah menggunakan sepedanya karena Kenzie tau kalau Bintang tidak akan berani keluar dari area Villa.
Kenzie menuruni tangga dan menghampiri Bintang yang sedang menaiki sepeda namun hanya diam sambil menatap hamparan sawah di hadapannya.
''Kamu bosan yah di Villa ini?? ''
__ADS_1
ucap Kenzie dan membuat Bintang tersentak karena Kenzie tiba tiba datang.
Bintang terdiam karena tidak menyangka kalau Kenzie mau menyapanya, walaupun nadanya tetap tidak berubah namun Bintang sedikit lega karena Kenzie mau menyapanya.
''Sini biar Kakak yang bawa sepeda nya dan kamu duduk di belakang, kita keliling sebentar sebelum besok kembali pulang ke kota. ''
ucap Kenzie kembali dan Bintang langsung memberikan sepeda nya lalu duduk di jok bonceng belakang sepeda.
Kenzie mengayuh sepeda dengan Bintanng yang di boncengnya di belakang, Kenzie mengelilingi jalan setapak yang berada di tengah tengah sawah, Bintang terus menikmati udara sejuk dan hamparan sawah.
''Kamu tau Bintang kalau pernikahan kita ini memang sangat kebetulan dan di luar keinginan kakak, tapi ini adalah sebuah ikatan yang sakral dan suci, kakak juga akan belajar menerima kenyataan ini semua dan menjalani peran sebagai suami kamu, saat ini memang benar sih kalau kakak masih mencoba menerimanya tapi mungkin akan berusaha supaya bisa menerimanya dengan ikhlas, kakak tau kamu punya kekasih di sekolah dan kakak harap kamu akhiri hubungan kamu dengan laki laki itu, mari kita belajar bersama sama menerima pernikahan ini dan jangan membuat orang tua kita kecewa. ''
ucap Kenzie dengan nada tegasnya dan membuat Bintang langsung terdiam.
''Makasih karena kakak mau berbicara mengenai pernikahan ini kak, maafkan aku kak Zie ......''
ucap Bintang yang tiba tiba menangis dan membuat Kenzie menghela nafasnya.
''Iya .....kakak sudah memafkan kamu Bintang, kakak merenung dan memikirkan semuanya, mungkin ini jalan takdir tuhan untuk menjodohkan kita, berhenti menangis Bintang dan mari kita sama sama menjalani pernikahan ini, semoga kita akan bersama sampai ajal menjemput dan menua bersama, kakak akan mendukung pendidikan kamu yang kamu khawatirkan karena takut kakak tidak mengijinkan kamu untuk menggapai impian kamu, satu hal yang kakak minta kepada kamu Bintang, jaga batasan kamu saat keluar dari rumah, kamu wanita bersuami, kakak juga akan jaga batasan kakak sebagai suami saat keluar dari rumah. ''
ucap Kenzie dan membuat BIntang tersenyum senang lalu memeluk Kenzie dan berterimakasih.
Kenzie mengelus punggung Bintang yang sedang memeluknya saat ini, gadis kecil yang dulu di jaganya saat masih kecil, gadis kecil yang penuh keceriaan dan membuat Bundanya begitu menyayangi Bintang.
''Kita pulang ke Villa dan packing pakaian karena besok pagi kita akan pulang ke kota. ''
ucap Kenzie saat melepaskan pelukannya dan Bintang mengangguk.
Kenzie kembali mengayuh sepedanya dan Bintang duduk manis di boncengannya sambil memeluk pinggang Kenzie, sepanjang perjalanan Bintang merasa lega dan bahagia karena Kenzie memaafkannya dan ternyata menerima pernikahan dadakan nya, Bintang saat ini sedang mencari kata kata dan waktu yang pas untuk memutuskan hubungan dengan Abimanyu kekasihnya.
Sesampainya di Villa Bintang langsung menuju kamarnya untuk membersihkan tubuhnya, sedangkan Kenzie memilih duduk santai di halaman belakang Villa sambil menatap hamparan sawah yang begitu luas.
''Semoga keputusanku ini benar dan semoga semua adalah awal dari kehidupan baruku sebagai suami dan sebagai imam untuk istriku. ''
gumam Kenzie dalam hatinya sambil menatap hamparan sawah yang membuatnya tenang.
__ADS_1
tbc.....