Bintang

Bintang
Obrolan sebelum tidur......


__ADS_3

Tepat pukul enam sore Zie datang dengan Bagas, Bintang langsung mendelik sebal saat melihat wajah Kakak nya karena teringat kejadian siang tadi dimana kakak nya sedang live mesum di hadapan umum.


''Kenapa Dee?? lihat Kakak seperti melihat hantu ajah reaksinya. ''


ucap Bagas saat melihat adiknya terlihat kesal padanya.


''Bukan melihat hantu lagi tapi melihat setan mesum Kak, kira kira ajah kalau mau melakukan hal seperti itu lihat situasi dan kondisi juga dong, bikin malu ajah tau gak sih. ''


jawab Bintang dengan nada kesal dan membuat Bagas tertawa sedangkan Zie juga Mama Shanum mengerutkan keningnya.


''Ada apa emangnya sayang?? apa yang di lakukan kakak kamu?? ''


ucap Mama Shanum yang tidak mengerti dengan ucapan putrinya.


''Mama tanyakan ajah sama Kak Bagas, bikin aku malu loh terus ada Nabil juga tadi yang menyaksikannya, aku harusnya vidioin dan sebarkan biar virall. ''


ucap Bintang dan Mama Shanum langsung menatap ke arah putranya.


''Lebih baik kamu menikah sajah Bagas, biar gak terjadi hal aneh aneh dan kamu juga bebas mau melakukan apapun. ''


usul Mama Shanum dan Bagas langsung menolaknya.


''Untuk saat ini Bagas gak mau terikat dulu Mama dan biarkan Bagas memilih jodoh yang tepat untuk mendampingi hidup Bagas. ''


ucap Bagas dan Mama Shanum pun tidak bisa memaksa.


''Lebih baik Mama jodohkan Bagas dengan sahabatnya Bintang ajah, kayanya cocok. ''


usul Zie dan membuat Bintang langsung menolak.


''Gak boleh Mama, Nabila wanita baik baik jangan di jodohkan sama kak Bagas yang notabennya adalah pemain, kasian sahabat aku. ''


protes Bintang dan membuat Bagas langsung mendelik ke arah adik nya.


''Maka dari itu Kakak mau sama wanita baik baik seperti Nabila Deek, lagian sebejat bejatnya cowok pasti mau memilih wanita baik baik lah. ''


ucap Bagas dan Bintang menggelengkan kepalanya menolak keinginan Bagas.


''Udah jangan bahas yang lain dulu, Bagas sana bersih bersih dulu dan akmu juga Zie sana bersih bersih, kita makan malam bersama karena Mama masak makanan spesial malam ini. ''

__ADS_1


ucap Mama Shanum menengahi poerdebatan kedua anaknya.


Bagas langsung menuju kamarnya, Zie pun sama menuju kamar Bintang untuk membersihkan tubuhnya di ikuti Bintang yang membantu Zie untuk menyiapkan pakaiannya.


''Kak Zie kenapa malah kasih ide buat jodohin Kak Bagas sama Nabila??, aku gak mau Kak Bagas nyakitin sahabat aku. ''


protes Bintang saat Zie memakai pakaian yang di sediakan oleh Bintang karena saat ini Zie selesai dengan urusan kamar mandinya.


''Kamu gak ngerti masalah hati, Bagas hanya sedang berpetualang dan Nabila itu perempuan pilihan Bagas, Kakak udah mengenal Bagas dari kecil dan mengetahui bagaimana karakternya, percayalah karena Bagas laki laki yang tepat untuk Nabila, lihat sajah nanti akan ada lamaran datang dari orang tua Nabila, kamu harusnya senang karena kamu dan Nabila akan menjadi saudara loh sayang. ''


ucap Zie memberikan pengertian kepada Bintang yang tetap tidak merestui Bagas dan Sahabatnya.


''Tau dari mana kalau keluarga Nabila akan mengajukan lamaran ke Kak Bagas?? jangan jangan Kak Zie yah yang merencanakan semuanya?? ngaku gak?? ''


selidik Bintang yang sedikit curiga kepada suaminya.


''Jangan berburuk sangka, udah kita gabung untuk makan malam karena perut suamimu ini sudah keroncongan sekarang, di paus dulu tanya jawabnya yah sayang. ''


ucap Zie mengalihkan pembicaraan karena memang semua masih teka teki belum nyata.


Bintang akhirnya mengangguk lalu mengikuti suaminya yang terlebih dahulu menuju lantai satu, Bintang langsung membantu Mama Shanum menata makanan di meja makan.


Bagas dan Zie sudah duduk dan menunggu makanan siap di hidangkan, Bintang seperti biasa menyiapkan makanan untuk Zie sedangkan Bagas di siapkan oleh Mama Shanum.


ucap Bagas dan Bintang mengiyakannya.


''Ternyata universitas nya berkelas internasional dan aku baru tau dari Nabila, aku kan fokus mencari universitas negeri Kak. ''


ucap Bintang dan Zie langsung tersenyum.


''Makanya tanya ke Mama bukan diam ajah, Mama gak berani menjelaskan karena kamu takut gak mau, ehh....ternyata kamu suka dengan universitasnya. ''


ucap Mama Shanum dan Bintang langsung mengangguk.


''Nanti setelah resepsi pernikahan kamu dan Zie survei yah ke kampusnya, biar Kakak yang antar kamu sama Nabila kesana. ''


ucap Bagas dengan nada semangatnya dan membuat Bintang langsung mendelik sebal.


''Ada udang di balik batu, mendingan di antar sama suami aku ajah. ''

__ADS_1


protes Bintang dan Zie langsung tersenyum.


''Udah jangan debat, makanan keburu dingin kalau di ceramahin terus. ''


ucap Mama Shanum menengahi kembali perdebatan kedua anaknya.


Makan malam selesai dan Bintang memilih langsung ke kamarnya untuk istirahat setelah membantu Mama Shanum merapihkan meja makan, Zie seperti biasa bermain game dengan Bagas.


Pukul delapan Zie memilih menyudahi bermain game nya karena dia ingin menanyakan kelulusan Bintang juga nilai nilainya.


Saat Zie masuk kedalam kamar ternyata Bintang sedang duduk bersandar di ranjang, Zie langsung menuju kamar mandi untuk bersih bersih dan mengganti pakaiannya.


''Kamu masih sibuk dengan bukunya yah?? ''


ucap Zie saat duduk di samping Bintang.


''Gak juga Kak, malahan aku nunggu Kakak makanya baca buku ajah, udah selesai main game sama Kak Bagasnya?? ''


jawab Bintang sambil menutup bukunya dan menyimpan di meja samping tempat tidur.


''Masih belum selesai sih, tapi sengaja pengen ngobrol sama kamu dulu sebelum tidur, mau kan?? ''


ucap Zie sambil menatap wajah Bintang yang sedang menatapnya.


''Jadi ceritanya Kakak pengen mengobrol sebelum tidur yaah?? tapi tumben ajah Kakak bersikap manis gini. ''


''Hahahaaa......kamu memang harus di maniskan sayang, biar tambah nempel. ''


''Aku benar benar jatuh cinta sama Kak Zie yang sekarang, Kak Zie jadi manis, romantis dan tambah ganteng soalnya sering senyum. ''


''Semua karena kamu Bintang, kamu itu Bintang di kehidupan Kakak yang memberikan penerangan walaupun hanya satu titik, tapi membuat terang dan bahagia. ''


Bintang langsung memeluk tubuh Zie dan membuat Zie langsung membalas pelukannya, Zie bahkan mencium puncak kepala Bintang dengan penuh sayang.


''I love you Bintang, jangan pernah meninggalkan Kakak yah walaupun banyak cobaan untuk kita nantinya, tetap percaya dan yakini kalau Kakak sangat mencintai kamu dengan segenap rasa. ''


ucap tulus Zie dan Bintang langsung melepaskan pelukannya.


''I love you to Kak Zie, suamiku dan imam di kehidupannku, Makasih dan aku akan berusaha menjadi istri terbaik buat Kakak, Kakak juga harus percaya ke aku walaupun banyak cobaan nanti kedepannya. ''

__ADS_1


jawab Bintang dengan senyum bahagia nya dan Zie langsung mencium kening Bintang.


tbc..........


__ADS_2